2026年9月10日

Trump Setujui Rencana Serang Iran—Namun Tertahan oleh Keraguan: Bisakah Fordow Dihancurkan?

Menurut The Wall Street Journal dan Axios, Presiden Trump telah menyetujui rencana serangan terhadap Iran, tetapi menunda pelaksanaannya karena keraguan apakah bom penembus bunker benar-benar bisa menghancurkan fasilitas nuklir Fordow milik Iran yang dijaga ketat. AS memiliki senjata tersebut, namun Trump belum yakin akan efektivitasnya dan khawatir terseret dalam perang panjang. Ia berharap tak perlu menyerang, tapi tak menutup kemungkinan akan lakukan “serangan bedah” jika diperlukan.

Trump Setujui Serangan ke Iran—Tapi Tahan Diri karena Keraguan Soal Fordow

Ketegangan antara Israel dan Iran terus meningkat, dan dunia bertanya-tanya apakah AS akan turun tangan. Wall Street Journal melaporkan pada 18 Juni bahwa Presiden Trump telah menyetujui rencana serangan militer terhadap Iran, namun menahan perintah pelaksanaannya karena satu pertanyaan kunci: apakah bom penembus bunker benar-benar bisa menghancurkan fasilitas nuklir Fordow yang terkubur dalam?

Sumber dalam pemerintahan menyebut Trump memilih menunggu—memberi waktu pada Teheran untuk secara sukarela menghentikan program nuklirnya. “Kami siap menyerang jika perlu,” katanya. “Tapi kami berharap tak perlu.”

Fordow: Benteng Nuklir Bawah Tanah

Fasilitas Fordow terletak di pegunungan selatan Iran dan dijuluki salah satu situs nuklir paling tahan serang. Israel menargetkannya sebagai prioritas, tapi hanya AS yang memiliki bom 13 ton dan pembom B-2 yang bisa menjangkaunya.

Trump: “Kami Bisa—Tapi Belum Tentu Akan”

Saat ditanya, Trump menjawab: “Kami satu-satunya yang bisa melakukannya. Tapi bukan berarti saya akan melakukannya.” Pesannya jelas: opsi militer disiapkan, tapi diplomasi masih diutamakan.

Menurut Axios, Trump terus menekan Pentagon untuk menjawab satu hal: apakah senjata ini benar-benar akan berhasil? Pejabat militer menjawab yakin, namun mengakui belum pernah digunakan dalam perang nyata.

Serangan Presisi Tanpa Nuklir

Seorang pejabat senior AS mengatakan, “Kami tidak akan gunakan senjata nuklir. Tapi jika perlu, kami siap lakukan serangan presisi. Kami siap, tapi sangat berhati-hati.”

Semua rencana militer sudah lengkap—tinggal menunggu lampu hijau terakhir dari presiden. AS tidak ingin terseret ke perang panjang di Timur Tengah.

Israel: “Jika Perlu, Kami Lakukan Sendiri”

Meski berharap AS bertindak, Israel menyatakan siap bertindak sendiri. Seorang pejabat berkata, “Meski tanpa B-2, kami akan cari cara untuk menembus Fordow—kalau perlu, dengan tangan kosong.” Ini sinyal tekad mereka—dan mungkin juga permohonan tak langsung agar AS bertindak.

接著讀