2026年9月10日

Anggota Kongres AS: Pintu Diplomasi Akan Tertutup, Kongres Siapkan “Palu Besar” untuk Trump Hantam Rusia

Meski pemerintahan Trump terus mendorong diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, hasilnya sejauh ini minim. Pada 13 Juli, Senator Lindsey Graham mengatakan Kongres tengah menyiapkan rancangan sanksi besar-besaran yang akan memberi Presiden Trump alat ekonomi “palu besar” untuk menghantam Rusia dan para pendukungnya. Ia memperingatkan bahwa jendela negosiasi “segera akan tertutup”.

Graham: “Putin Salah Hitung—Waktunya Melawan dengan Keras”

Dalam wawancara dengan CBS, Senator Lindsey Graham menyatakan bahwa konflik Ukraina memasuki titik kritis. Bersama Senator Demokrat Richard Blumenthal, Graham memimpin koalisi bipartisan dengan 85 anggota Kongres yang mendukung rancangan undang-undang sanksi baru terhadap Rusia.

RUU tersebut memberikan kewenangan kepada Presiden Trump untuk mengenakan tarif hingga 500% terhadap negara manapun yang membantu Rusia—terutama yang masih membeli minyak, gas, produk minyak, atau uranium dari Moskow. Presiden juga diberi fleksibilitas penuh untuk menaikkan atau menurunkan tarif sesuai kebutuhan.

“Ini adalah palu besar bagi Presiden Trump untuk mengakhiri perang ini,” tegas Graham. Ia menyatakan bahwa Putin telah salah perhitungan: “Enam bulan terakhir, Trump membuka pintu bagi perdamaian, tapi serangan Rusia justru meningkat. Putin salah besar jika mengira bisa memanipulasi Trump.”

Dari Diplomasi ke Tekanan Ekonomi: AS Mengeras

Sejak menjabat Januari lalu, Trump beberapa kali melakukan pembicaraan langsung dengan Putin. Namun, pernyataan terbaru menunjukkan sikap yang makin keras. Dalam wawancara 10 Juli dengan NBC, Trump mengungkap bahwa AS telah mencapai kesepakatan dengan NATO untuk mengirim senjata ke Ukraina dengan biaya ditanggung penuh oleh aliansi. Ia juga menyebut akan menyampaikan “pengumuman besar” terkait Rusia pada 14 Juli.

Rancangan sanksi ini awalnya diajukan Graham pada April lalu, menyasar negara-negara yang masih menjalin perdagangan energi dengan Rusia. Jika disahkan, dampaknya bisa mengguncang peta perdagangan energi global dan memperbesar konfrontasi Barat-Rusia.

Respons Moskow: “Kami Tahu Cara Bertahan di Bawah Tekanan”

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menanggapi rencana ini dengan menyatakan bahwa Rusia telah dikenai lebih dari 30.000 sanksi: “Kami tahu bagaimana bekerja dalam kondisi seperti ini dan akan terus berjalan di jalur kedaulatan.” Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menambahkan bahwa Moskow menantikan pernyataan resmi Trump untuk melihat arah kebijakan AS yang sebenarnya.

Saat jalur diplomasi makin buntu dan tekanan ekonomi meningkat, dunia menunggu: apakah Trump akan mengayunkan “palu besar” ke arah Rusia?

接著讀

Iran Tembakkan Hampir 400 Rudal! Israel Kekurangan Peluru, Kedutaan AS Tutup 3 Hari

Militer Israel melaporkan bahwa Iran telah menembakkan hampir 400 rudal balistik dalam beberapa hari terakhir—serangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, The Wall Street Journal mengungkap bahwa stok rudal pertahanan Israel mulai menipis. Kedutaan Besar AS di Israel mengumumkan penutupan sementara pada 18–20 Juni karena risiko keamanan yang meningkat.

449 天前