2026年9月10日

Leapmotor Bersiap Tembus Penjualan 4 Juta Unit per Tahun!

“Bagi para pemain baru, menjual 1 juta unit per tahun mungkin tidak lagi cukup untuk bertahan hidup....

“Bagi para pemain baru, menjual 1 juta unit per tahun mungkin tidak lagi cukup untuk bertahan hidup. Ambang batas itu setidaknya harus naik ke 4 juta unit.” Pernyataan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh pendiri Leapmotor, Zhu Jiangming, di ajang pameran otomotif Munich. Menurutnya, logikanya sederhana: “1 juta unit dulunya adalah batas untuk mobil berbahan bakar, tetapi di era kendaraan listrik, ambang ini akan jauh lebih tinggi. Tingkat konsentrasi industri juga akan semakin besar dibandingkan mobil konvensional.” Dengan kata lain, semakin keras persaingan, semakin kuat efek dominasi para pemain besar, dan garis hidup penjualan akan terus naik. Apa pun hasilnya kelak, angka ini jelas menunjukkan sebuah ambisi besar.

Dalam sejarah otomotif Tiongkok, hanya segelintir merek lokal yang pernah mencapai penjualan tahunan 1 juta unit, dan sejauh ini hanya BYD yang berhasil menembus angka 4 juta. Dengan menargetkan langsung level ini, Leapmotor tak hanya menatap rival sesama pemain baru, tapi juga mulai menantang raksasa-raksasa tradisional dunia.

Keberanian ini bukan tanpa dasar. Leapmotor saat ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa: enam bulan berturut-turut menjadi juara penjualan bulanan di antara startup kendaraan listrik; mencetak rekor baru pada Agustus dengan lebih dari 50.000 unit terjual; memecahkan rekor pesanan harian pada 7 September dengan 4.663 unit; mengekspor 25.000 kendaraan hanya dalam tujuh bulan pertama; serta mencatatkan 328.900 pengiriman global pada periode Januari–Agustus, dengan target 500.000 unit di akhir tahun. Dengan laju pertumbuhan lebih dari 100% tahun lalu dan tahun ini, Leapmotor bahkan bisa mencapai 1 juta unit dalam waktu dekat. Namun, naik dari 50 ribu menjadi 400 ribu hingga 4 juta unit tentu bukan sekadar hitungan aritmatika—ini adalah transformasi besar.

Dalam wawancara di Munich, Zhu menegaskan bahwa penjualan domestik dan internasional idealnya masing-masing menyumbang setidaknya separuh, bahkan dalam jangka panjang volume luar negeri harus lebih besar agar Leapmotor benar-benar menjadi pemain global. Artinya, tantangan besar terbagi ke dua arah: apakah strategi “piramida harga bernilai tinggi” bisa mendorong penjualan domestik ke 2 juta unit, dan apakah pasar luar negeri bisa tumbuh hingga menyaingi, atau bahkan melampaui, angka domestik.

Di dalam negeri, Leapmotor sukses dengan strategi produk berlapis. Contohnya seri C SUV: tiga model dengan perbedaan panjang kurang dari 20 cm dan selisih harga kurang dari ¥30.000. Meski terlihat mirip, diferensiasi fitur dan dimensi yang cermat membuat tiap model menyasar kebutuhan segmen yang berbeda, sehingga penjualan mereka justru saling menguatkan. Seri B yang baru hadir juga tidak menggerus penjualan seri C. Di Munich, Leapmotor meluncurkan Lafa 5, sebuah coupe sporty berdesain atraktif untuk generasi muda, tetap berbasis arsitektur LEAP 3.5. Selain itu, seri A akan fokus ke pasar entry-level, sedangkan seri D diposisikan sebagai flagship premium. Dengan kombinasi ini, Leapmotor memiliki fondasi kokoh untuk mendorong penjualan domestik ke 2 juta unit.

Namun peluang terbesar justru ada di pasar internasional. Pada paruh pertama 2025, penjualan Leapmotor di luar negeri melonjak hingga 1.762% dibanding tahun sebelumnya, dengan total lebih dari 30.000 unit terjual hingga Agustus. Di Jerman, penjualan mobil listrik murni Leapmotor bahkan menempati posisi pertama di antara merek Tiongkok pada bulan tersebut. Kekuatan ini diperkuat lewat kemitraan strategis dengan Stellantis, yang memberi Leapmotor akses ke lebih dari 700 jaringan penjualan dan layanan internasional. Dikombinasikan dengan lebih dari 900 toko di dalam negeri, Leapmotor kini memiliki lebih dari 1.500 titik penjualan global.

Adaptasi lokal juga menjadi kunci. Di Eropa, city car T03 ditawarkan dengan skema sewa €99 per bulan, membuat konsumen lebih mudah mencoba merek baru tanpa khawatir soal nilai jual kembali. Untuk kawasan Eropa Selatan dengan infrastruktur pengisian daya yang terbatas, versi extended-range dari B10 menjadi solusi yang sangat diminati. Sementara itu, Lafa 5 yang jelas dirancang sesuai selera Eropa akan resmi diluncurkan di benua tersebut tahun depan. Meski masih terlalu dini untuk bicara 2 juta unit penjualan di luar negeri, jalannya sudah mulai terlihat jelas.

Selama ini Leapmotor sering dijuluki “pembunuh harga”. Contoh nyata adalah B10 yang dijual hanya ¥99.800–¥129.800, namun sudah dilengkapi baterai besar, opsi extended-range, ruang kabin luas, chip Nvidia untuk sistem pintar, bahkan penggerak empat roda listrik. Strategi harga agresif ini sempat menimbulkan keraguan soal profitabilitas dan kualitas. Namun kini narasi mulai berubah. Margin kotor Leapmotor pada semester pertama 2025 melonjak ke 14%, mendekati standar industri 15–20%, sementara laba bersih diproyeksikan segera berbalik positif. Dari sisi layanan konsumen, Leapmotor juga mencatatkan kinerja impresif dengan tingkat respons 100% dan penyelesaian 74% di platform keluhan “Black Cat”, membuatnya sering masuk peringkat teratas mingguan maupun bulanan.

Alih-alih mengejar gembar-gembor seperti “kokpit pintar” atau “self-driving penuh”, Leapmotor memilih jalur yang lebih membumi: produk solid, harga wajar, dan komitmen pelayanan. Pendekatan sederhana namun konsisten ini justru membangun kepercayaan yang lebih kuat di mata konsumen.

Strategi Leapmotor mungkin bukan satu-satunya “resep sukses” bagi industri otomotif Tiongkok, tetapi jelas terbukti efektif. Dengan piramida produk yang kuat dan ekspansi global melalui Stellantis, Leapmotor sedang membangun landasan nyata untuk mewujudkan mimpi besarnya. Target 4 juta unit per tahun memang terdengar seperti misi ke bulan—namun dengan laju saat ini, Leapmotor bukan sekadar bermimpi. Mereka benar-benar sedang menulis kemungkinan baru: menjadikan yang mustahil, menjadi mungkin.

接著讀