2026年9月10日

The Guardian: Sepak Bola Jepang Diakui Eropa — Mengapa Klub Premier League Kini Memburu Talenta Jepang

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah menjelma menjadi kekuatan baru dalam sepak bola dunia. Selain tim nasionalnya yang terus menunjukkan performa luar biasa, kini semakin banyak pemain Jepang tampil gemilang di liga Inggris, menarik perhatian luas dari dunia sepak bola Eropa. Media Inggris The Guardian pun membahas secara mendalam mengapa klub-klub Inggris mulai fokus merekrut pemain dari Asia, terutama Jepang.

⚽ Dari Bundesliga ke Premier League: Perpindahan Fokus Asia

Secara historis, Bundesliga Jerman menjadi tujuan utama pemain Jepang, dengan tokoh terkenal seperti Shinji Kagawa dan Makoto Hasebe sukses besar di sana. Namun, tren ini mulai berubah.

Kini, Premier League Inggris, Championship, dan Liga Skotlandia banyak diisi wajah-wajah Asia. Pemain seperti Kaoru Mitoma, Wataru Endo, dan Son Heung-min mencuri perhatian. Musim panas ini, Kota Takai bergabung dengan Tottenham, sementara Park Seong-su resmi berseragam Newcastle United—semakin memperkuat gelombang Asia di Inggris.


🔍 Analisis The Guardian: Dampak Brexit & Pengakuan Kualitas

Menurut The Guardian, perubahan ini didorong oleh beberapa faktor utama:

  • Setelah Brexit, perekrutan pemain non-Uni Eropa—termasuk dari Jepang dan Korea Selatan—menjadi lebih mudah secara administratif.
  • Kualitas pemain Jepang kini semakin diakui, baik secara teknik, taktik, maupun profesionalisme mereka.

🌏 Jepang Tak Sekadar Ingin Lolos—Mereka Ingin Menang

Timnas Jepang telah menjadi salah satu negara pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026, dan target mereka lebih besar dari sekadar partisipasi.

The Guardian mengingatkan bahwa Asosiasi Sepak Bola Jepang menargetkan juara dunia pada tahun 2050. Meskipun ambisius, dengan munculnya talenta seperti Mitoma dan sistem pembinaan muda yang canggih, melangkah ke semifinal—atau bahkan juara—tidak lagi mustahil.


💬 Kata Para Pakar: Pemain Jepang Cocok dengan Gaya Inggris Modern

Mantan pelatih Arsenal, Arsène Wenger, pernah menyebut Jepang sebagai pasar baru yang menarik.
Eddie Bosnar, kepala pencari bakat Western Sydney Wanderers, turut berpendapat:

Sepak bola modern menuntut kecepatan, teknik, dan daya adaptasi—semua dimiliki pemain Jepang. Mereka cepat belajar, disiplin, dan pekerja keras. Sangat cocok untuk Premier League dan Championship.”

Bosnar juga mengakui bahwa dahulu Australia lebih unggul dalam hal ekspor pemain, tapi kini Jepang telah melampaui mereka.


💡 Mengapa Klub Eropa Makin Tertarik?

Selain kualitas teknik, harga transfer yang kompetitif juga jadi alasan penting.
Pelatih Wrexham, Phil Parkinson, menjelaskan:

Harga di pasar Eropa sangat tinggi sekarang, jadi pemain Jepang menjadi opsi dengan nilai terbaik.

Ditambah lagi, klub-klub J.League kini mengadopsi model Kroasia—mengembangkan talenta muda, menjualnya ke Eropa, dan mendapat keuntungan dari penjualan selanjutnya—menciptakan ekosistem ekspor pemain yang berkelanjutan.


🧾 Kesimpulan: Asia Tak Lagi Pinggiran, Tapi Pusat Daya Baru

Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea menjadi titik balik. Dua dekade kemudian, dampaknya masih terasa kuat.
Jepang kini bukan hanya pasar menjanjikan—tapi pemain penting dalam dinamika sepak bola global.

Dalam hal teknik, mentalitas, maupun nilai pasar, pemain Jepang bukan lagi kuda hitam. Mereka adalah gelombang berikutnya dalam sepak bola dunia.

接著讀