2026年9月10日

Catat Rekor Terburuk dalam 4 Edisi Terakhir! Tim Voli Putri Tiongkok Tersingkir dari Perempat Final usai Kalah dari Prancis, Tiga Pemain Dapat Sorotan Keras

Pada malam 31 Agustus waktu Beijing, kejutan besar terjadi di babak 1/8 final Kejuaraan Dunia Voli P...

Pada malam 31 Agustus waktu Beijing, kejutan besar terjadi di babak 1/8 final Kejuaraan Dunia Voli Putri. Tim voli putri Tiongkok secara mengejutkan kalah 1-3 dari Prancis dan gagal melangkah ke perempat final — sebuah hasil yang menjadi pencapaian terburuk mereka dalam empat edisi terakhir turnamen ini.

Sejarah Gemilang, Tantangan Masa Transisi

Sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia, tim voli putri Tiongkok telah meraih 2 gelar juara, 3 kali runner-up, dan 1 kali peringkat ketiga. Namun, penampilan terakhir mereka di partai final terjadi pada tahun 2014. Saat ini, tim sedang berada dalam masa transisi antara pemain senior dan junior, sehingga sulit untuk segera kembali ke masa keemasan.

Di fase grup, Tiongkok tampil perkasa dengan menyapu bersih kemenangan atas Meksiko, Kolombia, dan Republik Dominika, keluar sebagai juara grup tanpa terkalahkan. Meski demikian, dari segi permainan terlihat beberapa masalah penting: servis yang kurang agresif dan eksekusi strategi yang kurang rapi. Kedua faktor ini menimbulkan kekhawatiran jelang fase gugur.

Jelang Laga dan Rekor Pertemuan

Pelatih kepala Zhao Yong menegaskan sebelum pertandingan bahwa semua tim yang masuk 16 besar memiliki kekuatan dan kualitas permainan yang tinggi. Ia menekankan bahwa Tiongkok harus fokus pada performa sendiri, menjaga semangat juang, dan menerapkan strategi dengan baik.

Catatan pertemuan menguntungkan bagi Tiongkok — mereka mengalahkan Prancis pada babak grup Olimpiade Paris tahun lalu dan di ajang Volleyball Nations League Beijing tahun ini. Namun, Prancis tidak bisa diremehkan. Mereka hampir membuat kejutan di fase grup dengan memaksa Brasil bermain lima set sebelum akhirnya kalah tipis.

Jalannya Pertandingan

Set Pertama
Tiongkok terlihat gugup sejak awal dan gagal menemukan ritme permainan, melakukan serangkaian kesalahan yang membuat mereka tertinggal 3-8 dan harus menggunakan dua time-out lebih awal. Masuknya pemain pengganti Tang Xin dan Li Yingying memberi dorongan, namun set pertama tetap berakhir 20-25 untuk keunggulan Prancis. Tiongkok mencatat 9 kesalahan di set ini, dengan 5 kesalahan terjadi di awal laga.

Performa Kunci (Set 1)

  • Tang Xin: 4 poin (5 spike, 4 kill, tanpa error) – penampilan impresif dari bangku cadangan.
  • Li Yingying: 3 poin (5 spike, 3 kill) – cukup solid meski belum maksimal.
  • Wu Mengjie: 2 poin (12 spike, 2 kill, 4 error) – kurang efisien.
  • Zhuang Yushan: 0 poin (6 spike, tanpa kill, 2 error) – kontribusi minim.

Set Kedua
Tiongkok mulai menemukan permainan dan sempat unggul hingga 4 poin. Namun, keunggulan itu menguap setelah Prancis menyamakan kedudukan di 15-15 dan 21-21. Bahkan saat unggul 24-22 dan punya set point, mereka gagal menutup set dan kalah 25-27. Kesalahan sendiri kembali jadi masalah, dengan total 7 kali di set ini.

Li Yingying belum menemukan ritme terbaiknya di penerimaan bola, Gao Yi gagal memanfaatkan peluang serangan, sementara Wu Mengjie dan Zhuang Yushan tetap kesulitan.

Set Ketiga
Dengan posisi terjepit, Tiongkok menurunkan susunan starter awal: Wu Mengjie, Zhuang Yushan, Wang Yuanyuan, Gao Yi, Gong Xiangyu, setter Zhang Zixuan, dan libero Wang Mengjie. Kali ini permainan lebih kompak di penerimaan bola, blok, dan serangan. Pemain tengah tampil menonjol, dan meski Prancis sempat mendekat di skor 22-24, Tiongkok menutup set dengan kemenangan 25-22.

Statistik Set 3

  • Poin serangan: Tiongkok 15, Prancis 18
  • Blok: Tiongkok 3, Prancis 1
  • Serve Ace: masing-masing 1
  • Kesalahan sendiri: Tiongkok 2, Prancis 6

Set Keempat
Awal yang buruk kembali menghantui Tiongkok. Mereka tertinggal sejak awal dan tidak mampu membalikkan keadaan. Prancis menjaga keunggulan hingga akhir, menutup pertandingan dengan skor 3-1, dan memastikan Tiongkok tersingkir dari turnamen.

接著讀