2026年9月10日

Negosiasi Gagal, Trump Tolak Kesepakatan Swiss: Tarif 39% Guncang Seluruh Negeri

Pada 31 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan "tari...

Pada 31 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan "tarif resiprokal" terhadap sejumlah negara. Swiss terkena tarif tertinggi sebesar 39%, yang akan berlaku mulai 7 Agustus. Keputusan ini mengejutkan seluruh Swiss, terlebih ketika rincian kegagalan negosiasi terakhir mulai terungkap.

Proposal Swiss: Investasi Ditukar dengan Tarif Rendah

Menurut laporan Financial Times pada 3 Agustus, pejabat Swiss meyakini mereka telah mencapai kesepakatan awal dengan AS: Swiss akan berinvestasi hampir $150 miliar di AS sebagai imbalan atas tarif hanya 10%, mirip kesepakatan AS-Inggris. Komunikasi rutin dilakukan dengan Perwakilan Dagang AS, Greer, dan pihak Swiss yakin tinggal menunggu tanda tangan Trump sejak awal Juli.

Namun, segalanya berubah dalam panggilan telepon 30 menit pada 31 Juli antara Presiden Federal Swiss Karin Keller-Sutter dan Trump—yang awalnya diharapkan menuntaskan kesepakatan, justru berakhir bencana.

Trump Menolak: Fokus pada Surplus Dagang, Bukan Investasi

Beberapa sumber menyebut percakapan tersebut sebagai “bencana”. Trump menolak tarif 10% sejak awal dan justru menyoroti surplus dagang Swiss terhadap AS yang mencapai $39 miliar. "Ia terus bertanya apa lagi yang bisa ditawarkan negara Alpen yang sangat kaya ini kepada Amerika," ungkap salah satu sumber. Keller-Sutter disebut hanya bisa terdiam.

Media Swiss menyebut ini sebagai “kekalahan diplomatik terbesar” Keller-Sutter, bahkan Blick membandingkannya dengan kekalahan Swiss dalam Pertempuran Marignano tahun 1515.

Tarif Diumumkan di Tengah Perayaan Hari Nasional

Yang lebih menyakitkan, kabar tarif diumumkan tepat menjelang Hari Nasional Swiss pada 1 Agustus. Suasana meriah berubah menjadi kecemasan nasional. Asosiasi industri menyerukan pemerintah segera bertindak sebelum tarif mulai diberlakukan 7 Agustus.

Beberapa analis meyakini Trump mungkin masih membuka ruang negosiasi, namun banyak pula yang pesimistis—menganggap Swiss kekurangan “daya tawar” untuk memuaskan tuntutan AS.

Swiss Terkejut, Merasa Disesatkan oleh Sinyal AS

Negosiator Swiss merasa dibelokkan oleh perubahan sikap AS yang mendadak. Sebelumnya, mereka menerima banyak sinyal positif dari pejabat senior AS. Swiss bahkan sempat optimistis akan menjadi salah satu negara pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Washington—namun harapan itu kini pupus.


Penutup:

Tarif 39% bukan sekadar pukulan bagi ekspor Swiss, tapi juga sinyal keras bahwa dalam rezim dagang era Trump, tidak ada jaminan perlakuan istimewa—even untuk sekutu tradisional. Pekan in

接著讀