Negosiasi Gagal, Trump Tolak Kesepakatan Swiss: Tarif 39% Guncang Seluruh Negeri
Pada 31 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan "tari...
Pada 31 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan "tarif resiprokal" terhadap sejumlah negara. Swiss terkena tarif tertinggi sebesar 39%, yang akan berlaku mulai 7 Agustus. Keputusan ini mengejutkan seluruh Swiss, terlebih ketika rincian kegagalan negosiasi terakhir mulai terungkap.
Proposal Swiss: Investasi Ditukar dengan Tarif Rendah
Menurut laporan Financial Times pada 3 Agustus, pejabat Swiss meyakini mereka telah mencapai kesepakatan awal dengan AS: Swiss akan berinvestasi hampir $150 miliar di AS sebagai imbalan atas tarif hanya 10%, mirip kesepakatan AS-Inggris. Komunikasi rutin dilakukan dengan Perwakilan Dagang AS, Greer, dan pihak Swiss yakin tinggal menunggu tanda tangan Trump sejak awal Juli.
Namun, segalanya berubah dalam panggilan telepon 30 menit pada 31 Juli antara Presiden Federal Swiss Karin Keller-Sutter dan Trump—yang awalnya diharapkan menuntaskan kesepakatan, justru berakhir bencana.
Trump Menolak: Fokus pada Surplus Dagang, Bukan Investasi
Beberapa sumber menyebut percakapan tersebut sebagai “bencana”. Trump menolak tarif 10% sejak awal dan justru menyoroti surplus dagang Swiss terhadap AS yang mencapai $39 miliar. "Ia terus bertanya apa lagi yang bisa ditawarkan negara Alpen yang sangat kaya ini kepada Amerika," ungkap salah satu sumber. Keller-Sutter disebut hanya bisa terdiam.
Media Swiss menyebut ini sebagai “kekalahan diplomatik terbesar” Keller-Sutter, bahkan Blick membandingkannya dengan kekalahan Swiss dalam Pertempuran Marignano tahun 1515.
Tarif Diumumkan di Tengah Perayaan Hari Nasional
Yang lebih menyakitkan, kabar tarif diumumkan tepat menjelang Hari Nasional Swiss pada 1 Agustus. Suasana meriah berubah menjadi kecemasan nasional. Asosiasi industri menyerukan pemerintah segera bertindak sebelum tarif mulai diberlakukan 7 Agustus.
Beberapa analis meyakini Trump mungkin masih membuka ruang negosiasi, namun banyak pula yang pesimistis—menganggap Swiss kekurangan “daya tawar” untuk memuaskan tuntutan AS.
Swiss Terkejut, Merasa Disesatkan oleh Sinyal AS
Negosiator Swiss merasa dibelokkan oleh perubahan sikap AS yang mendadak. Sebelumnya, mereka menerima banyak sinyal positif dari pejabat senior AS. Swiss bahkan sempat optimistis akan menjadi salah satu negara pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Washington—namun harapan itu kini pupus.
Penutup:
Tarif 39% bukan sekadar pukulan bagi ekspor Swiss, tapi juga sinyal keras bahwa dalam rezim dagang era Trump, tidak ada jaminan perlakuan istimewa—even untuk sekutu tradisional. Pekan in
Proyek Hewan Peliharaan Hou Yi, “Pet Fresh Life,” Alami Penutupan Besar-Besaran Kurang dari Setahun Setelah Toko Pertama Dibuka
Blue Whale News melaporkan pada 15 November bahwa Pet Fresh Life, merek makanan segar untuk hewan pe...
Generasi Muda Menggunakan AI untuk “Membuat Alat” dalam Kehidupan Sehari-hari
Belakangan ini, di Weibo, Xiaohongshu, atau TikTok, banyak pengguna membagikan mini-app AI buatan se...
Rencana Transfer Zirkzee ke Roma Terungkap: Sepakat Sebelum Laga Newcastle, Bisa Melibatkan Tukar Gelandang
Striker Manchester United, Joshua Zirkzee, masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 1-0 atas ...
Daftar Legendaris Nomor 9 AC Milan Dirilis — Van Basten, Weah, Inzaghi Masuk; Apakah Higuaín Paling Mengecewakan?
Baru-baru ini, MADRIDISTA MANIA merilis daftar menarik mengenai sejarah pemakai nomor 9 AC Milan. Ke...
Pembatalan Penuh Insentif Pajak Ekspor PV, Perusahaan Kecil dan Menengah Berebut Ekspor, Beberapa Pasar Luar Negeri Bisa Menghilang
Pada 8 Januari, Kementerian Keuangan dan Administrasi Pajak Tiongkok mengumumkan bahwa mulai 1 April...
Dokumen pengadilan disebut memuat pesan pribadi terkait Taylor Swift, memicu perdebatan karena ada komentar keras terhadap seorang sutradara.
Menurut sumber yang dikutip oleh majalah People, Taylor Swift kini ingin “menjauh sejauh mungkin dar...
Setelah meninggalkan pesan “maaf” lalu menghilang selama enam bulan, seorang artis pria Korea mengungkap dirinya menjadi korban pemerasan bernilai besar; keluarganya sampai menjual rumah untuk melunasi utang.
(Seoul, 1 Februari) Aktor Korea Selatan 張東周 (Jang Dong-ju) dikenal lewat perannya dalam 學校2017 dan 犯...
Aksi akuisisi bermusuhan terhadap Warner kembali memanas, Paramount menaikkan “biaya putus” (breakup fee)!
(New York, 11) Paramount Skydance memperketat tawaran akuisisi bermusuhan terhadap Warner Bros. Disc...
Chelsea dan Bayern Bisa Bertemu Lawan Sama Tiga Kali dalam 7 Hari — Bisakah Semua 6 Klub Premier League Masuk Perempat Final?
Liga Champions memasuki babak play-off 16 besar yang krusial. Pertandingan leg kedua akan selesai pe...
Jessie Chiang dikabarkan tiba-tiba meninggalkan program Sisters Who Make Waves 7 di tengah proses syuting, sehingga memicu perhatian luas dari publik.
(Beijing, 9 April) Program varietas populer Tiongkok Sisters Who Make Waves 2026 sejak tayang perdan...
Cambage absen di G5 karena cedera tapi tetap jadi “pahlawan diam” — terlihat di Chengdu ramah dengan fans, usia 35 siap kontrak besar lagi??
Sichuan Women's Basketball Team berhasil menjadi juara WCBA musim 2025–2026 setelah mengalahkan Shan...