2026年9月10日

Cook Tegas Tolak Trump: iPhone Tidak Akan Diproduksi di AS dalam Waktu Dekat — Semua Karena Faktor Uang

11 Agustus — Meski mantan Presiden AS Donald Trump berulang kali menyerukan agar Apple memindahkan p...

11 Agustus — Meski mantan Presiden AS Donald Trump berulang kali menyerukan agar Apple memindahkan produksi iPhone kembali ke Amerika, CEO Tim Cook menegaskan: hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Menurut AppleInsider, pengumuman investasi Apple sebesar USD 100 miliar baru-baru ini telah meredakan tekanan politik untuk “mengembalikan” manufaktur, sehingga perusahaan dapat mempertahankan model perakitan di luar negeri.

Tiga Alasan Mengapa Produksi Massal iPhone di AS Tidak Akan Terjadi dalam Waktu Dekat

  1. Biaya yang Sangat Tinggi
    Memindahkan jalur perakitan skala besar ke AS membutuhkan investasi infrastruktur yang sangat besar. Bahkan di India, Apple memerlukan hampir 10 tahun untuk mencapai produksi stabil. Biaya tenaga kerja di AS jauh lebih tinggi, dan pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen, yang akan memengaruhi penjualan dan reputasi merek di pasar smartphone yang sangat kompetitif.
  2. Efisiensi Lebih Rendah
    Pabrik di Asia, khususnya di Tiongkok, dapat beroperasi hampir 24 jam penuh dengan efisiensi tinggi, sedangkan manufaktur di AS dibatasi jam kerja dan kecepatan adaptasi yang lebih lambat. Pekerja memerlukan pelatihan lebih lama dan sulit mencapai tingkat produksi saat ini yaitu 760 unit iPhone per menit. Seperti yang diolok-olok warganet, jika iPhone dibuat di AS, pekerja mungkin masih mengencangkan baut saat model baru sudah diluncurkan.
  3. Keterbatasan Rantai Pasok
    Hanya sekitar 5% komponen iPhone yang diproduksi di AS. Memindahkan 95% rantai pasok lainnya akan menghadirkan tantangan logistik yang besar, masalah koordinasi, dan kebutuhan pelatihan ulang yang masif — nyaris seperti “misi mustahil.”

Keunggulan Manufaktur Tiongkok Masih Belum Tergantikan
Mulai dari biaya tenaga kerja, efisiensi, hingga kelengkapan rantai pasok, Tiongkok dan India masih jauh lebih unggul dibanding AS. Tiongkok khususnya memiliki keunggulan dalam proses presisi tinggi dan produksi skala besar — keunggulan yang sulit ditiru dalam waktu singkat. Model berteknologi tinggi seperti iPhone lipat atau edisi ulang tahun ke-20 kemungkinan besar tetap akan dibuat eksklusif di Tiongkok. Cook pun menyebut, pilihannya didasarkan pada teknologi selain biaya, dengan dukungan keahlian dan pengetahuan manufaktur yang tak tertandingi.

Kesimpulan: Semua Tentang Uang
Produksi iPhone sepenuhnya di AS memang mungkin, tetapi biayanya akan melonjak drastis, mendorong harga ke kisaran 45–67 juta rupiah per unit. Pada titik itu, hanya segelintir konsumen yang bersedia membayar.

接著讀