2026年9月10日

Kembalinya Sang Pendiri Chen Hang — Empat Bulan Transformasi Cepat di DingTalk

Baru empat bulan menjabat kembali sebagai CEO DingTalk, Chen Hang sudah menjadi sorotan publik—bukan...

Baru empat bulan menjabat kembali sebagai CEO DingTalk, Chen Hang sudah menjadi sorotan publik—bukan di panggung utama perayaan ulang tahun ke-10 DingTalk, melainkan lewat aksinya melakukan “patroli tengah malam” yang membuatnya trending sebagai “CEO paling gigih” di media sosial Tiongkok.

Kisahnya bermula saat Chen berdiskusi hingga larut malam dengan sebuah tim produk. Setelah memberikan masukan perubahan, tim tersebut, termasuk pimpinan proyek, tak langsung menindaklanjuti. Hal ini mendorong Chen untuk memperketat aturan kehadiran dan mekanisme penilaian kinerja, memicu diskusi hangat di kalangan karyawan di media sosial.

Seorang sumber internal mengungkap, sejak kembali ke DingTalk, Chen bekerja dalam ritme intensitas tinggi, fokus mengasah manajemen organisasi demi mendorong kinerja tim produk dan riset.

Pada 25 Agustus, Chen merilis DingTalkZen—sebuah fitur yang memungkinkan pengguna beristirahat sejenak di tengah pekerjaan dengan suasana alam dan suara ambient—sebagai respons terhadap isu yang sedang viral. “Teman-teman di DingTalk tidak hanya bekerja seperti yang dibayangkan banyak orang, kami juga punya kehidupan yang penuh warna,” ujarnya.

Meski begitu, standar yang ia tetapkan untuk tim tetap tinggi. Slogannya, “Be Crazy” (Tetap Gila), tercetak tegas di bagian belakang kaos hitam yang sering ia kenakan.

Dari “Kandang Digital” ke Mesin Inovasi

Sejak rilis pada 2015, fitur absensi dan pelacakan waktu DingTalk sempat membuatnya dicap sebagai “kandang digital” oleh sebagian pekerja. Di internal Alibaba, tim pendirinya bahkan dijuluki “rumah sakit jiwa,” dan Chen sendiri dikenal dengan julukan “kepala rumah sakit jiwa” karena reputasinya sebagai pekerja keras tanpa henti.

Selama enam tahun, Chen memimpin DingTalk dari nol hingga meraih 300 juta pengguna dan menjadi pemimpin pasar aplikasi kantor daring di Tiongkok. Namun, pada 2021 ia memilih hengkang untuk mendirikan perusahaan teknologi LiangQingYiYang Digital Technology Co., Ltd. di bidang perangkat keras pintar.

Pada 31 Maret 2025, setelah Alibaba mengakuisisi perusahaannya, Chen resmi kembali sebagai CEO DingTalk—bersama beberapa eksekutif senior yang sebelumnya ikut membangun startup-nya.

Bahkan sebelum kepulangannya, CEO Alibaba Wu Yongming sudah menegaskan di panggilan investor bahwa DingTalk, di usia 10 tahun, akan menjadi aplikasi AI andalan Alibaba untuk pasar korporasi (ToB). Sepekan setelah Alibaba mengumumkan investasi 380 miliar RMB untuk “AI Long March” tiga tahun, Chen kembali dengan mandat besar: mengimplementasikan strategi AI ToB skala besar.

“Reset” Tim dan Budaya Perusahaan

Sejak awal, Chen memegang prinsip kemandirian operasional DingTalk. Namun, kebijakan “Cloud-Ding Integration” pada 2020 membuat DingTalk berada di bawah divisi Alibaba Cloud, dan Chen dipindahkan dari jabatan CEO sebelum akhirnya keluar untuk berbisnis sendiri.

Saat ia kembali, DingTalk sudah lebih dari dua tahun tanpa pembaruan besar—masih bertahan di versi 7.0 sejak Desember 2022. Versi DingTalk 8.0 menjadi gebrakan pertamanya, berangkat dari riset pengguna yang menilai platform terlalu “gemuk” dan penuh fitur yang membingungkan.

Chen juga membongkar “ilusi data” di internal. Meski tim customer service mengklaim tingkat eskalasi hanya 15% dan ulasan lima bintang, kunjungan lapangannya menemukan keluhan seperti respons yang tidak relevan, permintaan yang diabaikan setahun lebih, hingga sulitnya menemukan jalur bantuan manusia.

Untuk memetakan masalah nyata, ia meluncurkan program “Turun ke Lapangan”, mewajibkan staf produk, riset, dan operasional menjadi customer service selama dua jam setiap hari. Hasilnya mengejutkan: kepuasan pelanggan nyata hanya 30%.

Chen lalu merombak struktur tim, membentuk divisi baru untuk rekayasa data, pelatihan model, dan evaluasi kinerja, membangun ulang sistem layanan pelanggan dengan pendekatan AI native. Empat bulan kemudian, kepuasan melonjak ke 80% dan biaya operasional turun 90%.

Rekonstruksi Produk dengan AI

Dalam empat bulan, tim Chen menyelesaikan 1.850 analisis kebutuhan, 574 perbaikan masalah, dan optimalisasi lebih dari 20 lini produk, sekaligus membentuk belasan tim inovasi yang fokus pada pengembangan fitur dan skenario AI.

Puncaknya adalah peluncuran AI DingTalk 1.0 pada 25 Agustus, dengan lima produk utama: DingTalk ONE, DingTalkA1, AI Listening Notes, AI Search & Ask, dan AI Spreadsheet. Di antaranya, DingTalkA1—perangkat perekam AI ultra-tipis setebal 3,8 mm yang dapat menempel magnetis pada ponsel—menarik perhatian besar.

Dikombinasikan dengan AI Listening Notes, perangkat ini mampu mengubah percakapan nyata menjadi data pintar, dengan akurasi pengenalan suara hingga 97% berkat pelatihan khusus 100 juta jam bersama Tongyi Lab. Strategi ini menegaskan ambisi DingTalk membangun ekosistem AI terintegrasi perangkat keras dan perangkat lunak.

Mengguncang Model Bisnis SaaS

DingTalk kini meninggalkan model langganan SaaS tradisional. Chen memperkenalkan skema “bayar sesuai hasil”, berlaku untuk semua produk di AI App Center—mulai dari perangkat keras, template, hingga asisten virtual.

Pendekatan ini dikembangkan untuk berbagai segmen:

  • Perusahaan besar mendapat AI khusus dengan implementasi dan branding eksklusif.
  • Startup mendapat AI Entrepreneur Assistant yang memungkinkan “perusahaan satu orang.”
  • Perusahaan global bisa menggunakan One DingTalk—solusi tunggal multibahasa dan multizona dengan biaya kolaborasi lintas negara yang jauh lebih rendah.

Bagi Chen, DingTalk kini bukan sekadar aplikasi kolaborasi, tetapi entitas cerdas yang terus berevolusi untuk membentuk ulang cara kerja masa depan. Dengan AI DingTalk 1.0, ia memimpin transformasi organisasi beranggotakan ribuan orang, menghadapi persaingan pasar yang ketat sekaligus mendorong industri perangkat lunak Tiongkok memasuki era AI yang baru.

接著讀