2026年9月10日

Masih Bisa Kembali ke CBA? Eks Guangdong Terlunta Usai Cedera Parah, Padahal Musim Lalu Pernah Meledak dengan 32+14

Tiga bulan jelang bergulirnya musim baru CBA, aktivitas transfer dan perekrutan pemain asing masih b...

Tiga bulan jelang bergulirnya musim baru CBA, aktivitas transfer dan perekrutan pemain asing masih berlangsung panas. Namun, karena liga ini tidak menyediakan kontrak jaminan bagi pemain asing, banyak bintang besar memilih berkarier di liga luar negeri. Salah satunya adalah Tremont Waters, mantan pemain Shanghai Sharks yang awal tahun ini mengalami cedera serius berupa robekan tendon Achilles. Saat ini ia tengah fokus menjalani pemulihan, bahkan harus melewatkan ajang Americas Cup. Lebih disayangkan lagi, sepanjang jeda musim ini tidak ada kabar dirinya mengikuti trial dengan klub CBA mana pun. Ditambah kekurangan dari sisi postur tubuh, peluang Waters kembali ke CBA terlihat semakin tipis.

Debut Menjanjikan Bersama Guangdong

Waters pertama kali menarik perhatian Guangdong berkat performa impresif di Piala Dunia Basket. Pada musim 2023–24 ia resmi menginjakkan kaki di panggung CBA. Di musim debutnya, ia tampil sebagai guard yang lincah dan efisien. Dalam 51 laga reguler, ia mencetak rata-rata 20,8 poin, 5,8 asis, dan 1,9 steal hanya dalam 22,3 menit per gim, dengan akurasi tripoin mencapai 36,6% (2,6 tripoin per laga). Sayangnya, perannya menurun drastis di babak playoff di bawah arahan Du Feng, di mana catatannya merosot menjadi 14 poin, 3 rebound, dan 6,5 asis per gim.

Episode Singkat di Shanghai

Musim berikutnya, Waters sempat memperkuat Shanghai Sharks, namun hanya bermain 10 pertandingan. Meski singkat, kontribusinya tetap solid: 18,5 poin, 7,8 asis, 3,5 rebound, dan 1,2 steal per laga. Penampilan terbaiknya tercatat saat menghadapi Qingdao, di mana ia meledak dengan 32 poin, 14 asis, dan 4 rebound, termasuk 9 tripoin dari 18 percobaan. Namun, karena gaya permainannya tidak cocok dengan sistem tim, ia cepat dilepas.

Secara teknis, Waters masih memiliki paket lengkap sebagai pengatur serangan. Ia piawai dalam ball-handling, cepat menembus pertahanan, lihai memancing pelanggaran, dan memiliki visi permainan yang tajam. Shooting jarak menengah hingga jauh cukup konsisten, dan ia berani tampil di momen krusial. Meski begitu, jika dijadikan motor utama di tim playoff, kelemahannya kerap terekspos lawan. Waters sebenarnya lebih cocok menjadi pelengkap di tim kuat sebagai import kedua, di mana kelebihannya bisa dimaksimalkan tanpa harus menanggung beban berlebih.

Prospek ke Depan

Dengan standar CBA terhadap pemain asing yang semakin ketat, bahkan kontrak yang sudah diteken bisa diputus di tengah musim bila performa tidak sesuai ekspektasi. Bagi Waters yang kini berusia 27 tahun, peluang kembali ke CBA setelah pulih sangat kecil. Lebih realistis baginya untuk melanjutkan karier di Eropa. Jika ia mampu kembali ke performa terbaik, bakatnya diyakini masih akan membuat banyak klub top mengincarnya.

接著讀