Robot Mulai Bekerja di Laundry Room – Dibangun oleh Mantan Eksekutif AI Apple!
Perkenalkan Isaacs, robot rumah tangga buatan Weave Robotic, perusahaan yang didirikan oleh mantan t...
Perkenalkan Isaacs, robot rumah tangga buatan Weave Robotic, perusahaan yang didirikan oleh mantan tim eksekutif Apple. Saat ini, Isaacs sudah mulai bekerja di Tumble Laundry, sebuah layanan laundry berbayar. Menariknya, Weave Robotic telah berhasil meraih tiga putaran pendanaan bahkan sebelum produknya resmi diperkenalkan ke publik—tanda kuatnya keyakinan investor terhadap visi perusahaan ini.
Bukan Sekadar Demo, Ini Robot yang Benar-Benar Bekerja
Banyak robot lain masih sebatas unjuk gigi di panggung pameran ketika berbicara soal kemampuan melipat pakaian. Namun Isaacs sudah berada di level berikutnya—menjadi robot serba guna pertama yang mampu melipat pakaian berbayar dengan standar profesional.
Bagaimana cara kerjanya? Setelah pakaian selesai dicuci dan dikeringkan oleh laundry, Isaacs mengambil alih proses paling memakan tenaga: melipat dan merapikan. Proses ini tidak dilakukan secara asal-asalan. Weave Robotic menetapkan standar ketat—misalnya, kemeja harus dilipat dengan bentuk yang rata, sudut-sudut rapi, kerah menghadap ke atas, dan semua lipatan tersusun searah. Setelah selesai, Isaacs juga memastikan pakaian tersusun rapi di meja kerja.
Teknologi yang Menggerakkan Isaacs
Kinerja stabil Isaacs didukung oleh tiga fondasi teknologi utama:
- Model Vision-Language-Action (VLA) – Dikembangkan langsung oleh tim Weave Robotic, model ini mampu mengenali jenis pakaian, menentukan titik lipatan, hingga membuat keputusan presisi untuk hasil terbaik.
- Jaringan Berperforma Tinggi – Jika menghadapi kasus khusus, seperti bahan kain yang sulit atau tumpukan berantakan, operator manusia bisa memberikan bantuan jarak jauh. Meski begitu, prototipe Isaacs sudah mampu menyelesaikan hingga 70% lipatan secara mandiri, dengan campur tangan manusia hanya bila diperlukan.
- Pipeline Pembelajaran Berkelanjutan – Setiap tugas lipatan menghasilkan data baru yang dipakai untuk melatih generasi berikutnya dari model VLA. Dengan begitu, Isaacs terus belajar dan makin mahir menghadapi berbagai jenis kain dan desain pakaian.
Kini, Isaacs sedang aktif mengumpulkan data di laundry, memperkuat ketangguhan modelnya lewat pengalaman nyata.
Lebih dari Sekadar Robot Pelipat
Weave Robotic tidak berhenti menjadikan Isaacs sekadar “robot pelipat baju”. Visi mereka adalah menghadirkan Isaacs sebagai asisten rumah tangga serbaguna. Ke depannya, kemampuan Isaacs bisa diperluas ke tugas lain seperti merapikan barang, bahkan mendukung sistem keamanan rumah. Privasi pengguna juga diperhatikan: saat tidak digunakan, kamera Isaacs otomatis menutup dan tubuhnya merapat untuk penyimpanan, menjaga kenyamanan pemilik rumah.
Didukung oleh Mantan Eksekutif Apple
Keberhasilan ini tidak lepas dari pengalaman kedua pendirinya:
- Evan Winelan (CEO) – Alumni Carnegie Mellon, pernah menjabat sebagai Manajer Produk AI Utama di Apple, memimpin proyek AI dan pembaruan Siri.
- Kaan Dogrusoz (CTO) – Juga alumni Carnegie Mellon, mantan Kepala Riset Apple, terlibat dalam pengembangan Apple Watch dan iPhone.
Menyambut debut Isaacs, Kaan Dogrusoz mengatakan:
“Sejak mendirikan Weave lebih dari setahun lalu, kami fokus pada dua hal: menciptakan robot yang benar-benar bisa hadir di rumah setiap orang, dan memastikan robot itu mampu bekerja dengan cepat dan efektif.”
Gunung Lewotobi di Indonesia Meletus dengan Kolom Abu Setinggi 18.000 Meter, Status Siaga Tertinggi Ditetapkan
Pada pukul 11:05 waktu setempat tanggal 7 Juli, Gunung Lewotobi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ind...
Benarkah Teh Hijau Adalah “Ozempic Alami”? Sains Mengatakan Fakta Penurunan Berat Badan Tak Sesederhana Itu
Dalam beberapa tahun terakhir, teh hijau kembali naik daun, terutama di platform seperti TikTok. Ban...
Li Jinglei Hadir di Pernikahan Roy Chiu dan Tiffany Hsu, Tampak Ceria dan Anggun; Gaya Busananya Jadi Sorotan
Pada tanggal 28 November, aktris Taiwan Tiffany Hsu dan suaminya Roy Chiu mengadakan pesta pernikaha...
Pertarungan Gender Tenis: Juara Dunia Tunggal Putri Sabalenka Kalah dari Kyrgios yang Semi-Pensiun
Pada 29 Desember di Dubai, berlangsung pertandingan tenis unik: peringkat satu dunia tunggal putri A...
Penutup 2025 Manchester United: Balas Dendam vs Wolves, 7 Pemain Absen, No.10 Baru Tantang Mantan Klub
Pada 31 Desember pukul 04:15 WIB, Manchester United akan menjamu Wolves di pekan ke-19 Premier Leagu...
Insinyur Mulai Bekerja untuk AI—dan Mengaku ‘Ketagihan’
Jika Anda terbiasa memberi perintah kepada AI, ini mungkin terdengar mengejutkan: kini AI justru mul...
Beneran berangkat: Yu Hao dari Dreame mengumumkan karyawan berprestasi sudah tiba di Antarktika.
Pada 25 Januari, pendiri Dreame, Yu Hao, menulis di Weibo bahwa salah satu cara perusahaan memberi p...
Meta Reality Labs PHK Ribuan Karyawan, Musim Dingin VR Tiba?
27 Januari, Meta melalui Reality Labs melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran, memangkas 10...
Update Liga Champions: Mbappé Samai Rekor Ronaldo, Real Madrid Keok vs Benfica, 5 Tim Premier League di 8 Besar
Dini hari 29 Januari, putaran terakhir babak grup Liga Champions 2025-26 berlangsung dengan 18 perta...
Isu “Elak Melancong ke Malaysia” Cetus Perdebatan, Master So Tegaskan Tidak Pernah Beri Temu Bual Tersebut
(Kuala Lumpur, 19) Ahli feng shui asal Hong Kong So Man Fung membantah keras kabar yang menyebut dir...
Awal yang manis! Timnas U16 putri China menang 1–0 atas Inggris di Turnamen Montaigu, dengan Zhu Paixi mencetak gol penentu sebagai pemain pengganti lewat peluang satu lawan satu yang brilian.
(Beijing, 31 Maret) Timnas putri U16 China meraih kemenangan 1-0 atas Inggris U16 dalam laga pembuka...
Pratinjau pertandingan! Timnas China memburu dua kemenangan beruntun di bawah Shao Jiayi, dengan kemungkinan perubahan besar pada susunan pemain. Formasi lima bek disiapkan untuk menghadapi “singa Afrika,” menjanjikan duel taktik yang menarik.
(Beijing, 31 Maret) Timnas China akan menghadapi Kamerun dalam laga FIFA Series. Ini menjadi ujian b...