2026年9月10日

Laporan: PSSI Tiongkok Undang Cannavaro Latih Timnas — Sinyal Persiapan Menuju Piala Dunia 2034?

Laporan: PSSI Tiongkok Undang Cannavaro Latih Timnas — Benarkah Fokus Utama Baru di 2034? Oleh Jiang...

Laporan: PSSI Tiongkok Undang Cannavaro Latih Timnas — Benarkah Fokus Utama Baru di 2034?

Oleh Jiang Shihua

Drama pemilihan pelatih kepala tim nasional Tiongkok seakan menjadi cerita rutin setiap tahun, dan 2025 pun tidak berbeda. Menurut laporan jurnalis transfer asal Italia, Nicolò Schira, Federasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) tengah mendorong Fabio Cannavaro untuk mengambil alih kursi pelatih timnas. Meski akurasi kabar ini masih diragukan, jika benar, maka bisa jadi Cina sebenarnya sudah mulai mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2034, bukan untuk waktu dekat.

Proses pendaftaran resmi untuk posisi pelatih kepala timnas telah berakhir. Disebutkan bahwa Cannavaro, legenda sepak bola Italia, telah menyatakan minatnya kembali ke dunia sepak bola Tiongkok dengan mengirimkan dokumen pendaftaran kepada CFA. Cannavaro bukan sosok asing—ia pernah melatih di Liga Super Tiongkok dan sempat menjabat sebagai pelatih sementara timnas. Namun, Schira menegaskan CFA sedang bekerja keras agar Cannavaro benar-benar ditunjuk. Pertanyaannya: benarkah perlu “didorong” untuk memberi Cannavaro posisi ini, atau sebenarnya hanya tinggal menyerahkan kursi kepadanya?

Mengapa Banyak yang Meragukan

Ada dua alasan utama mengapa sebagian besar pengamat kurang optimis dengan peluang Cannavaro memimpin timnas Tiongkok:

1. Tantangan Struktural di Luar Sekadar Taktik
Meski Cannavaro sudah lama tinggal di Tiongkok dan memiliki pemahaman dasar tentang kultur sepak bolanya, persoalan di level tim nasional jauh lebih rumit. Masalah dalam sistem pembinaan usia muda, ekosistem liga, hingga mekanisme seleksi pemain merupakan persoalan struktural yang mendalam. Untuk seorang pelatih muda dengan pengalaman terbatas, tantangan ini jelas bukan hal yang bisa diatasi dalam waktu singkat.

2. Rekam Jejak yang Tidak Konsisten
Karier kepelatihan Cannavaro dimulai di Guangzhou Evergrande (kini Guangzhou FC) sebagai “pelatih pemadam kebakaran.” Setelah itu, masa baktinya di Guangzhou dan Tianjin Quanjian (yang kini sudah bubar) menunjukkan grafik naik-turun. Ia memang sempat meraih gelar juara Liga Super Tiongkok, namun prosesnya penuh kontroversi. Pada 2019, ia juga pernah memimpin “tim nasional latihan” di ajang China Cup, tetapi hasilnya sangat mengecewakan: kalah beruntun dari Thailand dan Uzbekistan, finis di posisi terakhir, sekaligus memperlihatkan kelemahannya dalam mengatur ritme kompetisi dengan persiapan singkat.

Kesimpulan

Singkatnya, jika CFA benar-benar menaruh harapan pada Cannavaro, maka target realistis mungkin memang Piala Dunia 2034. Namun, bila tujuannya adalah mendapatkan hasil kompetitif dalam waktu dekat, sudah saatnya mempertimbangkan sosok lain untuk memimpin.

接著讀