Laporan: PSSI Tiongkok Undang Cannavaro Latih Timnas — Sinyal Persiapan Menuju Piala Dunia 2034?
Laporan: PSSI Tiongkok Undang Cannavaro Latih Timnas — Benarkah Fokus Utama Baru di 2034? Oleh Jiang...
Laporan: PSSI Tiongkok Undang Cannavaro Latih Timnas — Benarkah Fokus Utama Baru di 2034?
Oleh Jiang Shihua
Drama pemilihan pelatih kepala tim nasional Tiongkok seakan menjadi cerita rutin setiap tahun, dan 2025 pun tidak berbeda. Menurut laporan jurnalis transfer asal Italia, Nicolò Schira, Federasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) tengah mendorong Fabio Cannavaro untuk mengambil alih kursi pelatih timnas. Meski akurasi kabar ini masih diragukan, jika benar, maka bisa jadi Cina sebenarnya sudah mulai mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2034, bukan untuk waktu dekat.
Proses pendaftaran resmi untuk posisi pelatih kepala timnas telah berakhir. Disebutkan bahwa Cannavaro, legenda sepak bola Italia, telah menyatakan minatnya kembali ke dunia sepak bola Tiongkok dengan mengirimkan dokumen pendaftaran kepada CFA. Cannavaro bukan sosok asing—ia pernah melatih di Liga Super Tiongkok dan sempat menjabat sebagai pelatih sementara timnas. Namun, Schira menegaskan CFA sedang bekerja keras agar Cannavaro benar-benar ditunjuk. Pertanyaannya: benarkah perlu “didorong” untuk memberi Cannavaro posisi ini, atau sebenarnya hanya tinggal menyerahkan kursi kepadanya?
Mengapa Banyak yang Meragukan
Ada dua alasan utama mengapa sebagian besar pengamat kurang optimis dengan peluang Cannavaro memimpin timnas Tiongkok:
1. Tantangan Struktural di Luar Sekadar Taktik
Meski Cannavaro sudah lama tinggal di Tiongkok dan memiliki pemahaman dasar tentang kultur sepak bolanya, persoalan di level tim nasional jauh lebih rumit. Masalah dalam sistem pembinaan usia muda, ekosistem liga, hingga mekanisme seleksi pemain merupakan persoalan struktural yang mendalam. Untuk seorang pelatih muda dengan pengalaman terbatas, tantangan ini jelas bukan hal yang bisa diatasi dalam waktu singkat.
2. Rekam Jejak yang Tidak Konsisten
Karier kepelatihan Cannavaro dimulai di Guangzhou Evergrande (kini Guangzhou FC) sebagai “pelatih pemadam kebakaran.” Setelah itu, masa baktinya di Guangzhou dan Tianjin Quanjian (yang kini sudah bubar) menunjukkan grafik naik-turun. Ia memang sempat meraih gelar juara Liga Super Tiongkok, namun prosesnya penuh kontroversi. Pada 2019, ia juga pernah memimpin “tim nasional latihan” di ajang China Cup, tetapi hasilnya sangat mengecewakan: kalah beruntun dari Thailand dan Uzbekistan, finis di posisi terakhir, sekaligus memperlihatkan kelemahannya dalam mengatur ritme kompetisi dengan persiapan singkat.
Kesimpulan
Singkatnya, jika CFA benar-benar menaruh harapan pada Cannavaro, maka target realistis mungkin memang Piala Dunia 2034. Namun, bila tujuannya adalah mendapatkan hasil kompetitif dalam waktu dekat, sudah saatnya mempertimbangkan sosok lain untuk memimpin.
Benarkah Mendengarkan Cerita Bisa “Merusak Otak”? Pandangan Ahli
Banyak orang tua khawatir ketika anak lebih suka mendengarkan cerita ketimbang membaca buku bergamba...
Tesla Meledak Saat Mengisi Daya! Pengemudi Terlempar — Hasil Investigasi: Penyebabnya Adaptor Pihak Ketiga
23 Oktober — Sebuah insiden ledakan mobil listrik Tesla di Kanada akhirnya menemukan penyebab utaman...
Ding Yuxi Jadi Pemeran Utama tapi Hanya Tampil 2,5 Jam dalam 40 Episode? Pemotongan Adegan Penting Bikin Fans Murka
Aktor Tiongkok Ding Yuxi, yang melejit lewat The Long Night Star River, kembali membintangi drama ba...
Ringkasan Liga Premier Pekan ke-18: “BIG6” Baru Kembali! Spurs Hentikan Kekalahan Beruntun, Tiga Laga Kunci Pekan Depan
Pada 29 Desember, Liga Premier pekan ke-18 melanjutkan dua laga menarik. Tottenham meraih kemenangan...
Emas Spot Turun di Bawah $4.800
Pagi hari tanggal 22 Januari 2026, harga emas spot turun di bawah level $4.800 per ons. Pada saat la...
Bursa beri lampu hijau, persyaratan pencatatan Sunway Healthcare dilonggarkan.
(KUALA LUMPUR, 23) Sunway (SUNWAY, 5211, Main Market Industrial) mengumumkan bahwa perusahaan telah ...
Drone Panorama Antigravity A1 Diserang Fake Reviews! YingShi Tawarkan Hadiah Hingga ¥10.000
Pada 27 Januari, YingShi mengumumkan bahwa Antigravity A1, drone panorama pertama di dunia yang dapa...
Great Wall Ungkap Desain Eksterior WEY V9X, SUV Flagship Terbaru Berinspirasi Estetika Arsitektur Klasik Timur
IT Home (IT 之家) melaporkan pada 7 Februari bahwa pagi ini WEY, merek di bawah naungan Great Wall Mot...
Bertahan dari tekanan Trump, bagaimana pabrik-pabrik di Tiongkok justru semakin tangguh di tengah berbagai tantangan?
(Washington/Beijing, 13) Setahun selepas Presiden Donald Trump kembali mengetatkan tarif, kilang dan...
Pukul 01:30 WIB Duel Premier League: Man City Bidik Enam Kemenangan Beruntun Atas Leeds, Haaland Kembali ke Kampung Halaman untuk Kejar 30 Gol
Hari 1 Maret, di pekan ke-28 Premier League, Manchester City akan bertandang k...
Embiid kembali selepas 20 hari, tampil perdana di playoff musim ini selepas menjalani pembedahan apendisitis
Pada 27 April (waktu Beijing), ketika Philadelphia 76ers ketinggalan 1–2 dalam siri, Joel Embiid akh...