2026年9月10日

Bahkan Wasit Terdiam! Musetti Dua Kali Dalam 12 Hari Keluhkan Penonton Tiongkok yang Tak Berhenti Batuk

Pada 8 Oktober, petenis Italia peringkat 9 dunia, Lorenzo Musetti, secara mengejutkan tersingkir di ...

Pada 8 Oktober, petenis Italia peringkat 9 dunia, Lorenzo Musetti, secara mengejutkan tersingkir di babak 16 besar tunggal putra Shanghai Masters, setelah kalah 0–2 dari unggulan ke-12 Félix Auger-Aliassime. Namun bukan hanya kekalahannya yang menjadi sorotan — Musetti kembali kehilangan kendali dan mengeluh tentang penonton Tiongkok yang terus batuk, membuat sang wasit hanya bisa terdiam kebingungan.

Kekalahan Mengejutkan di Shanghai

Bertanding di malam hari, Musetti tampak kesulitan sejak awal laga. Ia kehilangan servis di gim kelima dan akhirnya menyerah 4–6 di set pertama. Kondisinya makin menurun di set kedua, dua kali kehilangan servis dan kalah 2–6. Kekalahan dua set langsung membuat Musetti gagal melangkah ke perempat final Shanghai Masters.

Emosi Meledak di Tengah Pertandingan

Sepanjang pertandingan, Musetti tampak frustrasi dan kehilangan fokus. Sedikit saja ada suara dari tribun, ia langsung bereaksi dengan kesal. Pada gim ketujuh set kedua, setelah kehilangan servis, ia berjalan ke wasit untuk mengajukan protes.

“Saya tahu sebelumnya saya pernah salah bicara,” katanya dengan nada tinggi. “Tapi tolong, beri mereka (penonton Tiongkok) peringatan.”

“Di setiap poin, tolong dengar, setiap poin, mereka seperti itu! Saya butuh pengertian Anda, tapi mereka tidak bisa terus batuk di setiap poin!” ujar Musetti, mengklaim batuk para penonton membuatnya terganggu saat melakukan servis.

Sang wasit mencoba menenangkannya: “Percayalah, mereka pasti tidak melakukannya dengan sengaja.” Namun Musetti tetap bersikeras: “Ini sudah terlalu berlebihan, tolong katakan sesuatu!”

Wasit tampak kehabisan kata-kata dan tidak menanggapi lebih lanjut. Tak lama kemudian, Musetti kembali kehilangan satu gim dan menutup pertandingan dengan kekalahan 2–6.

Ulangi Kesalahan yang Sama

Menariknya, ini bukan kali pertama Musetti bersitegang karena hal yang sama. Hanya 12 hari sebelumnya, di China Open Beijing, ia juga sempat terdengar menggerutu di lapangan:
“Orang-orang Tiongkok sialan itu selalu batuk. Mereka tidak berhenti. Setiap tiga menit pasti ada yang batuk lagi.”

Setelah menuai kritik, Musetti sempat meminta maaf dan berjanji lebih menghormati penonton lokal. Namun insiden di Shanghai menunjukkan, sepertinya ia belum benar-benar belajar dari pengalaman sebelumnya.

Kini publik bertanya-tanya — apakah Musetti akan bisa mengendalikan emosinya di lapangan, atau justru terus membiarkan amarah menutupi bakatnya yang besar?

接著讀