Tas “Lobster” Louis Vuitton Seharga ¥55.500 Picu Kontroversi: Inovasi atau Absurd?
Merek mewah Louis Vuitton meluncurkan tas mini baru bernama “LOBSTER” di situs resmi Tiongkok mereka...
Merek mewah Louis Vuitton meluncurkan tas mini baru bernama “LOBSTER” di situs resmi Tiongkok mereka, dengan harga mencengangkan sebesar ¥55.500. Desainnya yang menyerupai lobster memicu perdebatan di media sosial, banyak warganet mempertanyakan estetika dan nilainya.
Menurut deskripsi produk, tas ini dibuat dari kanvas berlapis khas LV dan kulit sapi alami, dengan detail ekor bersendi yang dihiasi huruf, kaki dari tali kulit, serta capit empuk. Kapasitasnya cukup untuk ponsel, kunci, dan kartu, dan dapat digunakan sebagai tas tangan, bahu, atau selempang.
Respons warganet cukup beragam, sebagian menyindir bahwa tren mode mewah kini makin sulit dipahami, dengan ide-ide nyentrik dan mahal. Pihak layanan pelanggan LV menanggapi bahwa tas ini merupakan bagian dari koleksi musim ini, terinspirasi dari pengalaman memancing sang desainer. “Musim ini, banyak produk yang mengusung elemen laut seperti ikan dan udang,” jelas staf tersebut.
Namun di tengah inovasi produk, kinerja keuangan LV tak secerah desainnya. Dalam laporan keuangan semester pertama 2025, induk perusahaan LV, LVMH, mencatat penurunan pendapatan sebesar 4% dan penurunan laba operasi sebesar 15%. Divisi fashion dan barang kulit — yang menyumbang hampir setengah dari pendapatan LVMH — menjadi yang paling tertekan, dengan penurunan penjualan organik sebesar 7%.
Untuk menanggulangi penurunan ini, sejak 1 Agustus LVMH menaikkan harga seluruh produk LV untuk ketiga kalinya tahun ini, rata-rata sebesar 2%. Beberapa tas populer seperti Medium Carryall dan seri Speedy turut mengalami kenaikan harga.
Catatan Editor:
Tas lobster dari LV menunjukkan bahwa di dunia mode mewah, batas antara inovasi artistik dan ketidakterhubungan dengan konsumen sangat tipis. Desain berani memang menarik perhatian, namun jika terlalu jauh dari fungsi atau selera pasar, bisa jadi bumerang — apalagi di tengah pasar yang melambat.
Bybit Rilis On-Chain Earn, Mudahkan Staking Kripto dengan Benefit Tambahan
Bybit On-Chain Earn dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengakses peluang staking melalui platform Bybit.
Satu Tahun Brian Niccol di Starbucks: Kemajuan dan Tantangan
Satu Tahun Berlalu: Pelanggan Kembali, Saham TertekanPada September 2024, Brian Niccol menjabat seba...
Elon Musk Uji Robotaxi Tanpa Pengemudi: Sebut “Mengemudi Sempurna”
Pada 28 Desember, CEO Tesla Elon Musk bersama Direktur AI Tesla menguji Robotaxi tanpa pengemudi di ...
2-1 Comeback! Eks Shanghai Port Vargas 28 Tahun Cetak Dua Gol, Bawa Tim Underdog Saudi Kalahkan Juara AFC
Pada 27 Desember, di laga krusial pekan ke-11 Liga Pro Saudi, Al-Hasa menaklukkan juara AFC musim la...
Resmi Dikonfirmasi! Liaoning Basketball Ganti Pemain Asing, Rekrut Sosok Familiar di CBA untuk Gantikan Oliver
Liaoning menatap fase sulit yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir setelah menelan empat ...
Shanghai Port Disambut Ramai oleh Fans; Anyongjia dan Vital Jadi Sorotan
Pada sore hari, 27 Januari, Shanghai Port kembali ke Bandara Internasional Pudong setelah menyelesai...
Ahli Sebut Cavaliers Akan Menyambut LeBron James Kembali: Cleveland adalah Rumah Sejati
Menurut Dave McMenamin, jika LeBron James kembali ke Cleveland Cavaliers pada offseason ini, ini aka...
SoftBank dan Intel Masuk ke Lintasan Memori Penyimpanan: “HBM” Hemat Daya Ditargetkan Komersial pada Tahun Fiskal 2029
Investasi besar-besaran pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kini mendorong terbentuknya “super...
Orang terkaya di dunia kembali masuk daftar Forbes, namun kali ini bukan dalam peringkat miliarder.
(Washington, 13) Sempena ulang tahun ke-250 Amerika Syarikat, Forbes menerbitkan senarai 250 Inovato...
Meraih 23 poin dari 10 pertandingan, dukungan untuk menjadi pelatih tetap semakin menguat. Namun, Michael Carrick masih menghadapi tantangan besar di Manchester United — ujian sesungguhnya baru saja dimulai.
Dari pelatih sementara menjadi kandidat serius, Michael Carrick tampil impresif bersama Manchester U...
Tiga gol dianulir dalam satu laga! Oscar gagal meniru “Tangan Tuhan”, Kuai Jiwen batal cetak gol debut di CSL
Pada pekan ke-4 Liga Super China 2026, Shanghai Port menghadapi Yunnan Yukun dalam laga yang penuh d...
Aktor TVB yang dikenal sering memerankan karakter jahat ini mengidap Penyakit Parkinson dan mengontrol kondisinya dengan obat. Ia mengaku diputuskan secara menyakitkan oleh kekasih yang 24 tahun lebih muda, dan hingga kini masih sendiri
Jika berbicara tentang aktor “penjahat ikonik” TVB, nama Wong Man Biu pasti tidak asing. Ia dikenal ...