2026年9月10日

Mulai Desember: Australia Larang Pengguna di Bawah 16 Tahun Mendaftar Media Sosial, Pemerintah Luncurkan Program Edukasi Nasional

Menurut laporan Associated Press pada 17 Oktober, Australia akan memberlakukan kebijakan “batas usia...

Menurut laporan Associated Press pada 17 Oktober, Australia akan memberlakukan kebijakan “batas usia media sosial 16 tahun” yang pertama di dunia mulai Desember mendatang. Untuk mendukung implementasi ini, pemerintah Australia telah meluncurkan kampanye edukasi publik berskala nasional guna membantu orang tua dan anak-anak secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap media sosial.

Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, menyatakan bahwa situs resmi esafety.gov.au kini menyediakan panduan lengkap terkait undang-undang baru ini serta langkah-langkah praktis yang dapat diambil keluarga untuk beradaptasi.

Mulai 10 Desember, platform besar seperti Facebook, Instagram, Snapchat, TikTok, X (Twitter), dan YouTube diwajibkan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah pengguna di bawah usia 16 tahun membuat akun. Jika tidak, mereka dapat dikenakan denda hingga 50 juta dolar Australia (sekitar 2,31 miliar yuan). Sejak minggu ini, pemerintah juga mulai menayangkan kampanye kesadaran publik di berbagai kanal digital, televisi, radio, dan papan reklame untuk menyosialisasikan peraturan baru tersebut.

Menteri Komunikasi Anika Wells menjelaskan tujuan kebijakan ini: “Kami ingin anak-anak dapat menikmati masa kecil mereka sepenuhnya dan memberi ketenangan bagi para orang tua. Kebijakan ini juga memberi waktu tambahan tiga tahun bagi remaja Australia untuk memahami diri mereka sendiri sebelum mendefinisikan identitas mereka melalui media sosial.” Ia menambahkan bahwa batas usia 13 tahun yang selama ini digunakan sebagian besar platform berasal dari standar hukum privasi Amerika Serikat, dan Australia kini ingin melangkah lebih jauh dari itu.

Kebijakan baru ini memicu perdebatan luas. Sejumlah pakar menilai aturan ini memiliki niat baik dalam melindungi anak-anak, namun juga berpotensi membawa dampak negatif. Tahun lalu, lebih dari 140 akademisi dari Australia dan luar negeri menandatangani surat terbuka yang menolak batas usia tetap, menilai kebijakan tersebut terlalu kaku dan tidak cukup efektif dalam mengatasi risiko dunia maya.

Meski menuai kontroversi, undang-undang ini akhirnya disahkan dengan dukungan mayoritas besar pada tahun 2024. Perusahaan media sosial diberi waktu satu tahun untuk menyesuaikan diri, namun hingga kini belum ada teknologi yang benar-benar akurat untuk memverifikasi usia pengguna secara daring.

Komisioner Julie Inman Grant menyebut kebijakan ini sebagai “tonggak besar dalam kehidupan banyak remaja.” Lembaganya telah menyiapkan daftar panduan dan topik diskusi untuk membantu keluarga menjalani masa transisi—misalnya, mendorong anak untuk mengikuti kreator favorit melalui situs web alih-alih akun media sosial. Ia juga mengajukan pertanyaan penting bagi para orang tua: “Bagaimana kita bisa membantu anak mengurangi penggunaan media sosial sebelum 10 Desember agar tidak menjadi ‘hari kejut’? Bagaimana mereka bisa menyimpan arsip dan kenangan digital dengan aman? Dan bagaimana memastikan mereka tetap terhubung dengan teman-teman serta mendapat dukungan kesehatan mental selama masa penyesuaian ini?”

接著讀

[Bintang Baru] Yu Zidi, Gadis 12 Tahun Asal Tiongkok, Kejutkan Dunia Renang—IOC: “Dia Bisa Jadi Summer McIntosh Berikutnya”

Di ajang Kejuaraan Dunia Akuatik di Singapura, perenang muda asal Tiongkok, Yu Zidi (12 tahun), mencuri perhatian dunia dengan penampilan luar biasa. Setelah lolos ke final 200m gaya kupu-kupu putri dengan catatan waktu 2:07.95, Yu mendapat pujian langsung dari Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang menyebutnya sebagai “Summer McIntosh berikutnya.”

406 天前