Dua Kali Kalah dari Quan Hongchan, Chen Yuxi Menangis: “Setelah Olimpiade Paris, Aku Ingin Lari dari Menara 10 Meter”
Pada 30 Oktober, program Sports Close-Up dari CCTV menayangkan wawancara eksklusif dengan juara Olim...
Pada 30 Oktober, program Sports Close-Up dari CCTV menayangkan wawancara eksklusif dengan juara Olimpiade loncat indah Chen Yuxi. Di depan kamera, ia tak kuasa menahan air mata.
Pada Olimpiade Tokyo 2021, Chen bersama Zhang Jiaqi berhasil meraih medali emas nomor sinkronisasi 10 meter, namun di nomor individu ia harus mengakui keunggulan rekan setimnya yang bersinar, Quan Hongchan.
Tiga tahun kemudian, di Olimpiade Paris 2024, kisah serupa terulang. Chen kembali memenangkan emas di nomor sinkronisasi, tetapi hanya mampu meraih perak di nomor individu — lagi-lagi kalah dari Quan.
Dalam wawancara tersebut, Chen berkata sambil terisak:
“Setelah Olimpiade Paris, aku benar-benar tidak berpikir akan berdiri lagi di menara 10 meter. Tekanannya terlalu besar… jujur saja, aku ingin melarikan diri.”
Di masa-masa sulit itu, pelatih Zhou Jihong menjadi sumber kekuatan baginya. Dengan dorongan sang pelatih, Chen kembali menemukan semangatnya dan akhirnya bangkit, menjuarai nomor individu 10 meter pada Kejuaraan Dunia 2025 — sebuah comeback yang mengharukan.
Sejak usia 13 tahun masuk tim nasional, hingga meraih tiga medali emas di Kejuaraan Dunia 2025, Chen Yuxi membuktikan arti sebenarnya dari keteguhan dan semangat juara.
Usai kejuaraan dunia di Singapura, ia kembali ke Shanghai untuk bersiap menuju Pekan Olahraga Nasional Tiongkok (National Games), menjalani latihan keras setiap hari dan menyempurnakan setiap gerakan.
Di kolam yang sama, Wu Minxia, legenda Olimpiade lainnya, kini melatih tim muda — mempertemukan dua generasi atlet loncat indah dalam satu tempat, membawa semangat dan kejayaan baru bagi dunia loncat indah Tiongkok.
U.S. Government Can’t “Cut Off” Musk’s SpaceX: Billion-Dollar Contracts “Indispensable,” Subsidy Row Revived
On July 19, the Wall Street Journal reported that U.S. officials reviewing Elon Musk’s Space Exploration Technologies Corp. (SpaceX) federal contracts concluded they cannot cancel most of them because they are “vital” to the Department of Defense and NASA. The announcement comes after former President Trump threatened in early June to sever ties over Musk’s lucrative subsidies, igniting a fresh debate over the government’s reliance on SpaceX.
Intel Rusia Bongkar Rencana AS-Inggris Ganti Zelensky? Zaluzhnyi Disebut Jadi Calon Pengganti
Sebuah laporan mengejutkan dari Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menghebohkan dunia internasional. ...
Sam Altman: Mengubah Dunia Menjadi Arena Kekuatan Komputasi
Di dunia teknologi, musim semi milik GTC Nvidia, dan musim gugur dikuasai oleh OpenAI Dev Day — dua ...
He Xiaopeng: Generasi Berikutnya dari Kendara Otonom Sepenuhnya Akan Tiba pada 2026—Langsung Melompat dari L2 ke L4
IT Home melaporkan pada 30 Desember, Chairman XPeng, He Xiaopeng, membagikan unggahan terbaru di Wei...
Google Membagikan Wawasan: Langkah Berikutnya dalam Teknologi Optical Switching
Dalam artikel ini, Google membahas teknologi perangkat (device) untuk optical circuit switch (OCS) g...
6-1! Mbappé Cetak Dua Gol, Vinícius Jr. Terlibat 4 Gol, Real Madrid Hancurkan Monaco di Liga Champions
Dini hari 21 Januari, Real Madrid menjamu Monaco di pekan ke-7 fase grup Liga Champions dan menampil...
Vonis Tingkat Pertama Dijatuhkan: Sindikat Kriminal “Xu Laofa” di Myanmar Utara Terkait 3.400+ Kasus Penipuan dengan Kerugian Lebih dari RMB 1,1 Miliar
IT Home melaporkan pada 30 Januari bahwa pada 30 Januari 2026, Pengadilan Menengah Rakyat ke-5 Kota ...
AITO M6 Resmi Rampung Tahap Pendaftaran, Kecepatan Maksimum Tembus 200 km/jam
Pada 7 Februari, berdasarkan informasi dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT)...
“Si ‘Beast’ dari Kung Fu Hustle, Leung Siu-Lung” Belum Dimakamkan Meski Sudah Dua Bulan Wafat; Murid Ungkap Pernikahan Hanya Tinggal Nama, 12 Kali Ajukan Cerai Gagal
(Hong Kong, 22 Maret) Aktor laga legendaris Leung Siu-lung, yang dikenal melalui perannya sebagai “B...
Maestro Sinematografi Peraih Golden Horse, Lai Cheng-Ying, Wafat di Usia 95 Tahun
(Taipei, 19 April) Industri perfilman Taiwan berduka atas kepergian sosok legendaris, sinematografer...