2026年9月10日

Intel Rusia Bongkar Rencana AS-Inggris Ganti Zelensky? Zaluzhnyi Disebut Jadi Calon Pengganti

Sebuah laporan mengejutkan dari Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menghebohkan dunia internasional. ...

Sebuah laporan mengejutkan dari Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menghebohkan dunia internasional. Menurut Sputnik News pada 29 Juli, perwakilan dari AS dan Inggris dilaporkan bertemu secara diam-diam dengan pejabat tinggi Ukraina di Pegunungan Alpen, membahas kemungkinan menggantikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pertemuan itu dikabarkan melibatkan Kepala Staf Zelensky Andriy Yermak, Kepala Intelijen Militer Kyrylo Budanov, serta mantan Panglima Angkatan Bersenjata Valerii Zaluzhnyi yang kini menjabat sebagai Duta Besar Ukraina untuk Inggris. Intelijen Rusia menyebut AS dan Inggris telah sepakat mengusung Zaluzhnyi sebagai calon presiden berikutnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak AS, Inggris, maupun Ukraina. Namun, kabar ini semakin memunculkan tanda tanya besar soal stabilitas politik Ukraina di tengah konflik berkepanjangan.

Zelensky Dorong Reformasi untuk Pertahankan Kekuasaan

Di saat isu ini menyebar luas, Presiden Zelensky terus menggencarkan reformasi dalam negeri dan upaya integrasi dengan Eropa. Pada 29 Juli, ia mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen terkait proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa, khususnya pembukaan klaster perundingan. Mengingat Denmark saat ini menjabat sebagai Presiden Dewan UE, Zelensky berharap bisa memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat reformasi.

Ia juga telah mengajukan RUU ke Parlemen Ukraina (Verkhovna Rada) untuk memperkuat independensi lembaga anti-korupsi — salah satu syarat penting keanggotaan UE.

Zelensky Teken Dua Undang-Undang Militer untuk Perluas Cadangan Pasukan

Sebagai respons terhadap kebutuhan militer jangka panjang, Zelensky menandatangani dua UU penting:

  1. Pelatihan Militer bagi Mahasiswa Kedokteran: Semua mahasiswa jurusan kedokteran dan farmasi wajib mengikuti pelatihan militer jika lolos uji kesehatan dan psikologi. Mereka dipersiapkan menjadi perwira cadangan di sistem medis militer Ukraina.
  2. Warga Lanjut Usia Bisa Ikut Dinas Militer: Warga Ukraina berusia di atas 60 tahun dapat bergabung sebagai tentara kontrak, asalkan memenuhi syarat fisik dan mental. Ini bertujuan memperluas kapasitas personel militer Ukraina.

Pertarungan Kekuasaan Mengancam? Nasib Zelensky Dipertaruhkan

Meski belum dikonfirmasi, kabar konspirasi ini menyoroti potensi pergeseran kekuasaan di Ukraina. Zelensky masih berusaha memperkuat posisinya lewat reformasi dan dukungan luar negeri. Namun, jika benar AS dan Inggris mendukung sosok baru di balik layar, masa depan politik Zelensky bisa dalam bahaya.

Beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu — apakah Zelensky mampu mempertahankan kekuasaannya, atau bakal digantikan oleh tokoh yang kini mulai digadang-gadang.

接著讀