2026年9月10日

Di Bawah Bayang Tarif Trump, “Gratis Pengembalian” Mulai Hilang

Dari Amazon hingga Zara, ritel AS mulai kenakan biaya pengembalian Label “Free Returns” perlahan men...

Dari Amazon hingga Zara, ritel AS mulai kenakan biaya pengembalian

Label “Free Returns” perlahan menghilang dari situs belanja Amerika. Banyak merek kini mengenakan biaya pengembalian kecil, atau hanya menawarkan kredit toko. Era pengembalian gratis mulai berakhir.

1. Pergeseran E-commerce: Dari Layanan Premium ke Pengendalian Biaya
Tingkat pengembalian ritel AS mencapai 16,5%, menyebabkan kerugian sekitar US$165 miliar per tahun. Setelah Amazon mengenakan biaya US$1 per pengembalian pada 2023, tingkat pengembalian turun 12% tanpa memengaruhi penjualan. Zara dan H&M segera mengikuti.

2. Tekanan Biaya: Tarif Impor Jadi Beban Tambahan
Tarif tinggi era Trump pada pakaian dan elektronik, ditambah biaya logistik, menekan margin laba. Merek kecil kini menggunakan “asuransi pengembalian” atau memperpendek periode pengembalian.
Joe & Bella menawarkan asuransi pengembalian seharga US$1,98; Bejou memperpendek masa pengembalian menjadi 5 hari untuk bertahan.

3. Reaksi Konsumen: Antara Rasional dan Kecewa
Sekitar 60% konsumen memahami kebijakan baru ini, tapi 57% mengaku enggan berbelanja karena biaya tambahan. Namun, semakin banyak yang berbelanja lebih hati-hati—memeriksa ukuran, bahan, dan menghindari pembelian impulsif.
“Kalau pengembalian berbayar, lebih baik beli yang pasti cocok,” kata Emily dari Chicago.

Era “gratis pengembalian” berakhir; kini konsumen dan merek belajar menyesuaikan diri dengan keseimbangan baru.

接著讀