2026年9月12日

Gelombang PHK di AS Semakin Besar, Pasar Tenaga Kerja Mulai Waspada

Gelombang pemutusan hubungan kerja sedang melanda perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat. Starb...

Gelombang pemutusan hubungan kerja sedang melanda perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat. Starbucks, Amazon, dan Target ikut mengumumkan PHK massal — tanda berakhirnya era “penimbunan tenaga kerja” pasca pandemi. Ekonom memperingatkan, ini bisa menjadi sinyal awal perubahan besar di pasar kerja.
Hingga September, total PHK di AS hampir mencapai 950.000 orang, tertinggi sejak tahun 2020. Sektor teknologi, ritel, bahkan pemerintahan terkena dampak.
Kemajuan teknologi AI dan otomatisasi membuat perusahaan lebih berani memangkas tenaga kerja. Meski The Fed menyebut pasar kerja “hanya mendingin perlahan”, laju PHK menunjukkan tekanan yang semakin nyata.
Kini banyak perusahaan beralih ke tenaga kerja kontrak sementara, mencerminkan fase baru restrukturisasi pasar tenaga kerja Amerika yang lebih berhati-hati.

接著讀

Naik 13 Kali Lipat dalam Setahun: Kotak Misteri Pop Mart Terjual Rp2,4 Miliar, Kenapa Bisa Sebegitu Populer?

IP mainan misteri Pop Mart, LABUBU, baru saja dilelang seharga 1,08 juta yuan, memecahkan rekor di dunia koleksi. Edisi terbatas “satu-satunya di dunia” ini, ditambah dengan budaya konsumsi emosional anak muda dan kekuatan komunitas penggemar, mendorong popularitas Pop Mart. Dalam satu tahun, harga sahamnya melonjak 13 kali lipat, dan pendirinya, Wang Ning, kini masuk daftar 10 orang terkaya di Tiongkok serta menjadi orang terkaya di Provinsi Henan.

453 天前