2026年9月10日

Wenku dan Netdisk Digabung: Kabar Menyebut Baidu Rombak Bisnis dan Bentuk “Grup Super Inteligensi Pribadi”

IT Home melaporkan pada 24 Januari bahwa majalah Caijing mengungkap adanya penyesuaian struktur inte...

IT Home melaporkan pada 24 Januari bahwa majalah Caijing mengungkap adanya penyesuaian struktur internal di Baidu Group. Dalam langkah restrukturisasi ini, Baidu disebut melakukan penggabungan dan penataan ulang terhadap dua layanan andalannya untuk pengguna individu—Baidu Wenku dan Baidu Netdisk—ke dalam sebuah business group (BG) yang baru.

Unit baru tersebut dikabarkan bernama “Personal Super Intelligence Business Group.” Kepemimpinannya tetap dipegang oleh Wang Ying, Wakil Presiden Baidu Group sekaligus penanggung jawab bisnis sebelumnya, dan unit ini disebut akan melapor langsung kepada Chairman dan CEO Baidu, Robin Li.

Sejumlah sumber internal Baidu mengatakan kepada Caijing bahwa Netdisk dan Wenku termasuk lini bisnis Baidu yang paling berhasil menjalankan transformasi berbasis AI sejauh ini. Ke depan, Baidu diperkirakan akan menghadirkan lebih banyak aplikasi AI baru yang dibangun di atas dua produk tersebut—dengan target menjadikannya kurva pertumbuhan baru bagi perusahaan. Hingga artikel ini diturunkan, IT Home menyebut belum melihat tanggapan resmi dari Baidu terkait kabar tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, Baidu Wenku dan Baidu Netdisk sebelumnya berada di bawah Mobile Ecosystem Business Group. Dalam beberapa tahun terakhir, sinergi keduanya semakin kuat, terutama dalam integrasi fitur berbasis AI. Berbagai uji coba telah dilakukan, termasuk peluncuran bersama alat produktivitas dan perkantoran berbasis AI seperti “Free Canvas” dan “GenFlow.”

Dari sisi kinerja, laporan keuangan terbaru Baidu menunjukkan bahwa pada Q3 2025, perusahaan membukukan pendapatan total RMB 31,2 miliar, dengan pendapatan Baidu Core sebesar RMB 24,7 miliar. Menariknya, pada kuartal ini Baidu untuk pertama kalinya mengungkap pendapatan bisnis AI secara terpisah, dengan pertumbuhan lebih dari 50% secara tahunan. Rinciannya, AI Cloud tumbuh 33% YoY, pendapatan aplikasi AI mencapai RMB 2,6 miliar, dan layanan pemasaran native AI melonjak 262% YoY menjadi RMB 2,8 miliar.

Di sisi lain, pendapatan iklan Baidu pada paruh pertama 2025 mengalami penurunan secara tahunan. Hal ini membuat pasar menaruh ekspektasi besar pada Intelligent Cloud dan lini bisnis berpotensi tinggi lainnya untuk menjadi mesin pertumbuhan baru. Saat ini, Baidu juga terus memperluas portofolio bisnis yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan kuat guna menyeimbangkan struktur pendapatan dan memperkuat ketahanan bisnis.

Dalam konteks ini, aplikasi AI berbasis langganan (subscription) semakin menonjol sebagai fokus utama—karena model pendapatannya dianggap lebih stabil, berulang, dan mudah diprediksi. Baidu Netdisk dan Baidu Wenku berada tepat di jalur tersebut. Menurut pengungkapan perusahaan, keduanya secara gabungan memiliki hampir 300 juta pengguna aktif bulanan (MAU), serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan aplikasi AI Baidu pada Q3 2025.

接著讀