2026年9月10日

Pembaruan Musim Baru CBA: Pelatih Kepala Kedua Resmi Diberhentikan

Menarik! CBA musim baru baru berjalan, tetapi pelatih kepala kedua yang “tumbang” sudah lahir—dan ke...

Menarik! CBA musim baru baru berjalan, tetapi pelatih kepala kedua yang “tumbang” sudah lahir—dan kecepatannya benar-benar terasa terlalu cepat.

Baru saja, Shenzhen mengumumkan kabar penting lewat platform online: tim resmi mengganti pelatih kepala. Michael Kelly dicopot dari posisi utama dan dialihkan menjadi asisten pelatih, sementara Zheng Yonggang—yang sebelumnya juga berada di staf kepelatihan—naik pangkat menjadi pelatih kepala. Dengan keputusan ini, Kelly pun tercatat sebagai pelatih kepala kedua yang kehilangan jabatannya di musim baru CBA. Saat pengumuman dibuat, Shenzhen mencatat rekor 2 menang dan 3 kalah, berada di peringkat ke-12 klasemen.

Sebelumnya, pelatih pertama yang tersingkir datang dari Tongxi. Beberapa hari sebelum liga resmi dimulai, Besirovic disebut mengajukan permintaan karena merasa sudah kehilangan kendali terhadap para pemain. Akhirnya, ia resmi meninggalkan kursi pelatih, dan Wang Shilong ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Tongxi.

Kabar Shenzhen ini, jujur saja, membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Alasannya sederhana: berapa kali sebenarnya Zheng Yonggang sudah menjadi pelatih kepala Shenzhen? Bukan sekali atau dua kali—kalau dihitung-hitung, rasanya sudah tiga atau empat kali, bahkan mungkin lebih.

Setelah Wang Jianjun turun, Zheng sempat naik menjadi pelatih kepala. Tidak lama kemudian, Zheng keluar dari posisi itu dan Qiu Biao mengambil alih. Saat Qiu pergi dan bergabung dengan Xinjiang, Zheng kembali dipercaya memimpin. Lalu, ketika Zhou Peng menjadi pelatih kepala, Zheng kembali menyingkir. Namun ketika Zhou kesulitan membawa tim, Zheng lagi-lagi diminta kembali mengambil alih.

Yang membuat episode terbaru ini makin mencolok adalah waktunya. Shenzhen baru merekrut Michael Kelly pada musim panas, tetapi liga baru berjalan lima pertandingan, ia sudah dicopot. Dan seperti “plot” yang terasa berulang, Zheng Yonggang kembali menjadi sosok yang mengambil kendali.

Tak heran jika muncul pertanyaan tajam: apa yang sebenarnya dicapai dari bongkar-pasang seperti ini? Dalam beberapa tahun terakhir, keputusan Shenzhen di kursi pelatih sering terlihat seperti “uji coba tanpa henti”, dan wajar bila publik meragukan apakah stabilitas tim bisa terbentuk jika arah kepelatihan terus berubah.

Shenzhen tentu punya penjelasan resmi. Klub menyatakan bahwa penyesuaian ini bertujuan mengoptimalkan struktur taktik, agar lebih sesuai dengan ritme kompetisi CBA, sekaligus menyuntikkan energi baru demi mengejar target yang lebih tinggi musim ini.

Namun, keraguan tetap wajar. Zheng Yonggang sudah cukup lama bersama program ini di masa lalu—apa perubahan besar yang benar-benar terlihat? Apa transformasi nyata yang ia bawa? Jika ia memang punya kapasitas untuk mengangkat Shenzhen menjadi tim papan atas secara konsisten, bukankah itu seharusnya sudah terjadi sejak dulu?

Dari sudut pandang ini, satu hal terasa jelas: Shenzhen bukan sekadar mengganti pelatih—mereka seperti terus berputar dalam siklus yang sama. Menurut Anda, ini langkah taktis yang dibutuhkan, atau justru babak baru dari drama pergantian pelatih yang tak ada habisnya?

接著讀