2026年9月10日

NotebookCheck Mengulas Intel Core Ultra 7 255U: Menyelami Performa Generasi Terbaru

Berita dari IT Home pada 16 November mengungkapkan bahwa media teknologi NotebookCheck telah merilis...

Berita dari IT Home pada 16 November mengungkapkan bahwa media teknologi NotebookCheck telah merilis ulasan terbaru mengenai prosesor Intel Core Ultra 7 255U, yang resmi diluncurkan pada pertengahan November. Dibandingkan pendahulunya, Ultra 7 155U, kinerja prosesor baru ini menunjukkan fluktuasi yang cukup besar. Faktor yang paling menentukan performa nyatanya ternyata bukan semata-mata arsitektur baru, melainkan desain termal dan batas daya pada setiap laptop.

Intel memperkenalkan Core Ultra 7 255U berbasis arsitektur Arrow Lake-U sebagai penerus Ultra 7 155U yang menggunakan arsitektur Meteor Lake-U. Prosesor ini kini telah banyak hadir di berbagai laptop generasi terbaru. Namun sejumlah pengujian nyata menunjukkan bahwa peningkatan performa tidak selalu stabil; hasilnya bisa sangat berbeda tergantung perangkat yang digunakan.

NotebookCheck menguji tiga laptop yang dibekali Core Ultra 7 255U—HP 17t-cn500, Lenovo ThinkPad T14s 2-in-1 Gen1, dan Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 16IAL10. Dari ketiganya, mereka menemukan bahwa performa prosesor baru ini tidak menunjukkan kenaikan konsisten seperti yang diharapkan.

Kasus paling mencolok terjadi pada HP 17t. Laptop ini bukan hanya mencatatkan performa terendah di antara perangkat dengan prosesor yang sama, tetapi juga mengalami fenomena “performance cycling” saat menjalani uji stres. Gejala ini membuat kecepatan clock CPU berfluktuasi drastis secara berkala, sehingga performa dan frame rate menjadi tidak stabil ketika menjalankan game atau aplikasi berat. Dampaknya sangat terasa pada pengalaman pengguna.

Performance cycling sendiri mengacu pada kondisi ketika prosesor mengalami siklus naik-turun performa akibat mencapai batas suhu atau daya, sehingga sistem secara otomatis menurunkan frekuensi untuk mencegah panas berlebih atau konsumsi daya berlebihan.

Data pengujian menunjukkan bahwa rentang performa Core Ultra 7 255U sangat lebar. Dalam kondisi terbaik—misalnya pada Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 16—prosesor ini mampu tampil hingga 50% lebih cepat dibanding Ultra 7 155U di HP Envy 17, menunjukkan potensi kuat dari arsitektur Arrow Lake-U.

Namun dalam skenario terburuk seperti pada HP 17t, kinerjanya justru 20% lebih lambat dibanding Ultra 7 155U yang tertanam di Lenovo ThinkPad E14 G6. Hasil ini menciptakan situasi canggung: prosesor baru tidak selalu lebih unggul dari generasi sebelumnya.

Temuan ini menegaskan satu pesan penting: pada prosesor laptop modern, kemampuan pendinginan dan pengaturan daya jauh lebih berpengaruh terhadap kinerja nyata daripada nama generasi prosesor itu sendiri. Batas daya, kemampuan disipasi panas, dan perilaku throttling kini menjadi faktor utama yang harus diperhatikan konsumen—sering kali bahkan lebih penting daripada jenis prosesor yang dipilih.

接著讀