2026年9月10日

Aplikasi Starbucks dituding memantau aktivitas pengguna melalui lokasi yang sangat akurat dan memanfaatkan data tersebut untuk promosi yang ditargetkan, memicu kekhawatiran tentang praktik “pemantauan terselubung.”

Belakangan ini, seorang blogger menuding bahwa aplikasi Starbucks menyalahgunakan data lokasi akurat...

Belakangan ini, seorang blogger menuding bahwa aplikasi Starbucks menyalahgunakan data lokasi akurat untuk tujuan promosi. Ia menyatakan bahwa tanpa pernah memberikan izin lokasi real-time, aplikasi Starbucks tetap mengirimkan notifikasi promosi seperti “Anda sedang melewati gerai tertentu,” berdasarkan posisi yang sedang ia berada.

Menurutnya, notifikasi tersebut muncul seperti “mengikutinya ke mana-mana,” karena setiap ia berpindah lokasi, aplikasi langsung menampilkan promo dari gerai Starbucks terdekat.

Blogger tersebut juga menyoroti bahwa kebijakan privasi Starbucks hanya mencantumkan tiga penggunaan data lokasi akurat:

  1. Mencari gerai terdekat
  2. Pemesanan, belanja, dan reservasi layanan
  3. Berpartisipasi dalam kegiatan tertentu
    Namun, tidak pernah disebutkan bahwa data lokasi digunakan untuk pengiriman promosi.

Ia meminta Starbucks segera menghentikan promosi berbasis lokasi, atau memberikan penjelasan hukum dan mekanisme izin pengguna yang mendasari fitur tersebut. Jika tidak bisa memberikan alasan yang jelas, ia menuntut permintaan maaf resmi serta rencana perbaikan.

Dalam kebijakan privasi aplikasi Starbucks, pengguna dapat menonaktifkan izin lokasi melalui pengaturan ponsel, tetapi beberapa fungsi akan terbatasi:

  • Pengguna Android: menonaktifkan semua izin lokasi membuat fitur pencarian gerai tidak dapat digunakan
  • Pengguna iOS: menonaktifkan lokasi otomatis membuat aplikasi tidak dapat menampilkan promo sesuai wilayah

Starbucks sebelumnya sudah beberapa kali ditegur regulator terkait pengumpulan informasi pribadi, termasuk:

  • Juni 2023: ditegur karena terlalu sering meminta data pengguna
  • April 2025: diminta memperbaiki praktik privasi oleh otoritas Shanghai
  • Juni 2025: kembali dinyatakan melanggar aturan pengumpulan data pribadi

Kasus ini membuat isu privasi Starbucks kembali menjadi sorotan publik.

接著讀