2026年9月10日

Perusahaan Jepang Luncurkan Mesin Mandi Otomatis Berbasis AI Seharga 2,72 Miliar Rupiah

IT Home melaporkan pada 29 November bahwa perusahaan Jepang Science Corporation, yang terkenal denga...

IT Home melaporkan pada 29 November bahwa perusahaan Jepang Science Corporation, yang terkenal dengan teknologi Nano Fine Bubble, telah memamerkan sebuah prototipe “mesin mandi manusia masa depan” pada Osaka Expo bulan April tahun ini. Desainnya aerodinamis menyerupai kokpit jet tempur, lengkap dengan kanopi transparan yang terbuka dari belakang, serta sukses menarik antrean panjang pengunjung yang ingin mencobanya.

Pada 26 November, Yamada Holdings (HD) mengumumkan bahwa mesin mandi futuristik ini akan mulai dijual pada akhir Desember di toko elektronik unggulan “LABI Ikebukuro Main Store” di distrik Toshima, Tokyo, dengan area khusus untuk demonstrasi dan pengalaman langsung.

Pada 28 November, juru bicara Science, Yukiko Maekura, menyampaikan bahwa mesin ini telah resmi dijual di Jepang dengan harga mencapai 60 juta yen, yang setara dengan sekitar 2,72 miliar rupiah. Ia menambahkan bahwa nilai eksklusivitas adalah bagian dari daya tariknya, karena perusahaan hanya akan memproduksi sekitar 50 unit saja.

Pada Oktober lalu, media Jepang mengabarkan bahwa Science awalnya tidak berniat memproduksi alat ini secara massal. Mesin ini diciptakan sebagai karya eksibisi tunggal untuk Osaka Expo, dengan biaya produksi mencapai 100 juta yen (sekitar 4,53 miliar rupiah). Namun, respons publik yang sangat antusias membuat arah bisnis berubah. Setelah dipamerkan, Science mulai menerima pesanan dari hotel, resor, dan fasilitas rekreasi lain, dan telah menandatangani enam unit pembelian bahkan sebelum produksi dimulai.

Mesin mandi ini mengadopsi teknologi nano-bubble yang sama dengan sistem air premium milik Science. Pengguna cukup berbaring di dalam kapsul berukuran 2,3 meter, di mana mesin secara otomatis mengisi air hangat dan melepaskan jutaan mikro-gelembung untuk membersihkan seluruh tubuh. Hanya dalam 15 menit, seluruh proses mandi dan pengeringan selesai.

Selama sesi mandi, sensor di bagian punggung pengguna memantau kondisi kesehatan secara real-time. Dengan algoritma AI, mesin menyesuaikan suhu air, membaca kondisi emosional pengguna, memproyeksikan visual di kanopi transparan, dan juga memutar musik untuk relaksasi.

Sistem ini menawarkan tiga mode pengalaman imersif: lanskap taman Jepang dengan perubahan empat musim, suasana ekosistem laut dalam, dan tampilan panorama dari ketinggian. Semua dirancang untuk meningkatkan ketenangan mental dan kenyamanan tubuh.

Konsep produk ini terinspirasi dari “bathtub ultrasonik” yang dipamerkan pada Osaka Expo tahun 1970. Ketua Science saat ini, yang saat itu mengunjungi Expo sebagai anak kecil, sangat terkesan dengan teknologi tersebut — dan kenangan tersebut akhirnya mendorong lahirnya mesin mandi AI modern ini. Di tengah fakta bahwa 29,1% populasi Jepang adalah lansia (berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Jepang tahun 2023), perangkat ini juga hadir sebagai solusi inovatif bagi orang dengan mobilitas terbatas.

接著讀