2026年9月10日

Warga Tiongkok menikmati libur Imlek terpanjang sepanjang sejarah; Malaysia melonjak jadi salah satu destinasi wisata terpopuler

Beijing / Kuala Lumpur, 13 Januari — Libur Tahun Baru Imlek di Tiongkok tahun ini berlangsung selama...

Beijing / Kuala Lumpur, 13 Januari — Libur Tahun Baru Imlek di Tiongkok tahun ini berlangsung selama 9 hari berturut-turut dan disebut sebagai “libur Imlek terpanjang sepanjang sejarah,” yang mendorong lonjakan permintaan wisata ke luar negeri. Malaysia pun naik menjadi salah satu tujuan favorit.

Media Tiongkok mengutip data yang dirilis pada Senin (12 Januari) oleh platform perjalanan daring Tongcheng Travel. Data tersebut menunjukkan pemesanan produk wisata luar negeri untuk periode Imlek telah memasuki puncak. Pencarian dan pemesanan untuk visa wisata individu, tiket pesawat, hotel, serta paket tur rombongan menjelang dan sesudah Imlek tercatat melampaui periode yang sama pada tahun 2025.

Asia Tenggara tetap menjadi pilihan utama wisatawan Tiongkok untuk merayakan tahun baru di luar negeri. Hingga 12 Januari, Singapura, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh City, dan Bali masuk dalam 10 besar tujuan pemesanan tiket pesawat internasional selama libur Imlek. Data platform juga menyebut Rusia masih berada di peringkat pertama dalam daftar 10 besar tujuan liburan luar negeri.

Dampak libur panjang juga terlihat pada peningkatan minat perjalanan jarak jauh. Destinasi seperti Spanyol, Italia, Selandia Baru, Australia, dan Mesir mengalami kenaikan popularitas yang signifikan, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 63% hingga 155%.

Dari sisi asal wisatawan, kota-kota non-kelas satu—khususnya di wilayah tengah dan barat Tiongkok—menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi. Dalam 15 besar kota sumber wisata luar negeri saat Imlek, kota seperti Chengdu, Chongqing, Wuhan, Urumqi, Taiyuan, dan Changsha menyumbang sekitar 40%. Sementara itu, kota-kota pesisir tetap menjadi tulang punggung, dengan Hangzhou menonjol karena melampaui Guangzhou dan menjadi kota sumber wisata luar negeri terbesar keempat setelah Shanghai, Beijing, dan Shenzhen.

Berdasarkan jadwal libur resmi, libur Imlek berlangsung pada 15–23 Februari (total 9 hari), dengan hari kerja pengganti pada 14 Februari dan 28 Februari.

Sejumlah pengamat menilai, apakah pola libur panjang ini akan menjadi standar baru masih belum pasti. Namun, perpanjangan libur kali ini dipandang sebagai uji coba kebijakan penting; jika hasilnya baik, pengalaman ini bisa menjadi rujukan untuk penyesuaian libur nasional lainnya di masa depan.

接著讀