2026年9月10日

Kenaikan biaya kuliah dan pemotongan anggaran tetap tak membantu — hampir setengah universitas di Inggris terancam mengalami defisit.

(London) Meskipun biaya kuliah di Inggris terus naik dan universitas berusaha mengurangi pengeluaran...

(London) Meskipun biaya kuliah di Inggris terus naik dan universitas berusaha mengurangi pengeluaran, hampir setengah institusi pendidikan tinggi di negara tersebut diperkirakan menghadapi risiko defisit tahun ini.

Menurut analisis terbaru Office for Students (OFS), terdapat 124 universitas — atau sekitar 45% dari institusi yang dikaji — yang mungkin mengalami defisit pada tahun akademik 2025–2026. Angka ini meningkat tajam dari prediksi bulan Mei, ketika hanya 34% universitas menyatakan diri berisiko defisit.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa dalam satu tahun ke depan, 45 institusi kemungkinan hanya memiliki cadangan kas untuk kurang dari 30 hari, menunjukkan bahwa sekitar seperenam universitas menghadapi tekanan likuiditas serius.

Mahasiswa internasional jadi sasaran?

Menteri Pendidikan Inggris, Bridget Phillipson, baru-baru ini mengumumkan kebijakan permanen untuk mengaitkan biaya kuliah sarjana di Inggris dengan tingkat inflasi. Ia juga mengusulkan biaya tambahan sebesar 6% bagi mahasiswa internasional untuk membantu pendanaan mahasiswa lokal.

Kebijakan ini merupakan reformasi terbesar dalam lebih dari satu dekade pada sistem pendanaan pendidikan tinggi Inggris dan memicu penolakan keras dari universitas serta kelompok mahasiswa internasional. Para pengamat menilai bahwa meski pengaitan biaya kuliah dengan inflasi dapat membantu, kebijakan tersebut tidak mampu menyelesaikan masalah struktural yang lebih dalam.

接著讀