2026年9月10日

AI Menyalahgunakan Izin di Ponsel: Dari Memesan Kopi Hingga Mengontrol Uang Anda Secara Diam-diam

Seperti yang dikatakan konsultan bisnis Liu Run, “Manusia akhirnya begitu malas, bahkan tidak ingin ...

Seperti yang dikatakan konsultan bisnis Liu Run, “Manusia akhirnya begitu malas, bahkan tidak ingin memesan makanan sendiri.” Pada tahun 2025, asisten AI di ponsel hadir secara masif, menawarkan kenyamanan luar biasa—tetapi diam-diam membuka “kotak Pandora” privasi dan keamanan.

Izin AI menjadi medan pertempuran baru bagi raksasa teknologi. Produsen ponsel utama meluncurkan agen AI, dan platform model besar menghadirkan asisten AI yang mampu “melakukan operasi”. Cukup dengan satu perintah, AI ini dapat membaca layar, meniru klik, membandingkan harga, memesan melalui berbagai aplikasi, bahkan meringkas konten—memberikan kemudahan tak tertandingi.

Namun, pengujian menunjukkan bahwa saat pengguna berkata, “Pesankan saya kopi,” asisten AI mungkin secara otomatis membuka aplikasi pengantaran, mencari, dan menampilkan opsi terdekat—tanpa izin jelas atau menanyakan preferensi. Dalam mengejar efisiensi, pengguna mungkin secara tak sadar menyerahkan kontrol pilihan aplikasi.

Yang lebih mengkhawatirkan, asisten AI dapat melewati mekanisme sandbox pada aplikasi seperti WeChat dan Taobao, mengakses riwayat chat, kode verifikasi, dan detail rekening bank—meningkatkan risiko privasi dan keamanan pembayaran. Pengacara Tian Junwei mencatat, AI menambah kerentanan tradisional, membuat batas tanggung jawab pengguna dan platform semakin kabur.

Dua risiko utama penyalahgunaan izin AI:

  1. Risiko keamanan pembayaran: AI dapat membaca kode verifikasi dalam milidetik dan menyelesaikan transaksi. Alat pasar gelap memanfaatkan izin aksesibilitas untuk pemesanan otomatis dan pencurian kode.
  2. Kebocoran privasi: AI dapat mengakses percakapan pribadi, riwayat belanja, dan aset finansial. Otorisasi pengguna yang ambigu menyulitkan pertanggungjawaban.

Dalam praktiknya, AI bisa “mengontrol pengguna secara tersembunyi.” Saat pengguna berinteraksi dengan ponsel, mereka sulit mengetahui bagaimana AI membuat keputusan, berbeda dengan proses analisis saat berinteraksi dengan model besar.

Rekomendasi ahli:

  • Otorisasi dengan informasi lengkap: Pengguna harus mengetahui dengan jelas tindakan yang mereka izinkan, bukan sekadar menyetujui syarat yang rumit.
  • Perlindungan teknis: Berikan AI identitas independen dan jalur data khusus, dengan operasi yang dapat dilacak.
  • Keamanan operasional: Hindari mengaktifkan pembayaran tanpa kata sandi, tetapkan batas, dan berhati-hati dengan fungsi pembayaran otomatis AI.

Di era AI, tata kelola harus menyeimbangkan kenyamanan dengan perlindungan privasi pribadi dan keamanan finansial.

接著讀