2026年9月12日

Jessica Hsuan jarang angkat bicara soal kepergiannya dari TVB; kini penyebab utama di balik keputusan tersebut akhirnya terungkap.

(Hong Kong, 3)Drama klasik A Step Into the Past yang dibintangi Jessica Hsuan (Xuan Hsuan) kembali r...

(Hong Kong, 3)
Drama klasik A Step Into the Past yang dibintangi Jessica Hsuan (Xuan Hsuan) kembali ramai diperbincangkan belakangan ini, dan ia pun terlihat aktif menghadiri berbagai acara serta sesi jumpa penggemar. Dalam wawancara terbaru, Hsuan mengenang perjalanan 33 tahun kariernya yang penuh naik turun, sekaligus mengungkap alasan ia pernah meninggalkan TVB. Ia menegaskan keputusan itu tidak ada kaitannya dengan uang, melainkan karena ia tidak sanggup memaksakan diri untuk “menyenangkan” atasan demi pekerjaan.

Menurut laporan media Hong Kong, acara bincang malam yang dipandu Chan Chi-wan berjudul It’s Time to Say Goodbye Again mengundang tamu dari berbagai bidang untuk berbagi kisah hidup. Dalam episode terbaru, program tersebut menghadirkan Jessica Hsuan—peraih penghargaan TVB Best Actress—sebagai bintang tamu.

Dalam perbincangan itu, Hsuan kembali menyinggung kejadian pada era 1990-an saat ia secara terbuka “menantang” manajemen TVB di program K-100. Ketika itu, ia mengkritik TVB karena terlalu sering memilih penyanyi pop untuk membintangi drama, sementara beberapa di antaranya kerap datang terlambat sehingga mengganggu jadwal dan memperlambat proses syuting.

Hsuan mengatakan ia berani berbicara karena berpegang pada profesionalisme. Menurutnya, saat ada masalah, orang “dalam” justru lebih mudah ditekan, sedangkan talenta “luar” seperti penyanyi tidak terlalu dipermasalahkan. Ia menekankan bahwa ini bukan soal bayaran, melainkan soal etika dan standar kerja. Cerita tersebut kembali viral dan memicu diskusi, dengan banyak warganet memuji sifatnya yang blak-blakan.

Saat ditanya mengapa ia keluar dari TVB, Hsuan menjawab lugas: “Sederhana saja, cara kerja sistemnya membuat saya tidak nyaman.” Ia menjelaskan dulu ia percaya bahwa kemampuan akan otomatis mendapat apresiasi dan kesempatan, namun kenyataannya tidak selalu demikian. Ia juga menegaskan dirinya memisahkan urusan pribadi dan profesional, menilai orang berdasarkan kecocokan kerja dan keputusan yang adil.

Namun ketika lingkungan kerja berubah menjadi situasi yang menuntut orang untuk “menjilat” (dalam slang Kanton sering disebut “polish shoes”) dan menyenangkan pihak-pihak yang sebenarnya tidak ingin ia senangkan, ia merasa tidak bisa menyesuaikan diri. Ia berkata ia sempat bertanya pada dirinya sendiri apakah sanggup melakukan itu—dan jawabannya “tidak.” Baginya, hubungan kerja sangat bergantung pada kecocokan; bila tidak selaras, bekerja bersama akan terasa berat.

Ia menambahkan, keputusannya meninggalkan TVB juga dipengaruhi perubahan internal perusahaan: banyak orang lama pergi dan orang baru masuk. Ketika tim yang dulu “klik” tidak lagi sejalan, berbagai masalah pun lebih mudah muncul. Hsuan mengaku tipe yang sangat mengandalkan perasaan, dan kebahagiaan dalam bekerja adalah hal yang paling ia utamakan: “Kalau tidak bahagia, saya pergi.”

接著讀

NVIDIA Memimpin Era Baru Superkomputer: Kecepatan, AI, dan Penemuan Ilmiah

Di ISC 2025, NVIDIA menegaskan kembali kepemimpinannya dalam komputasi berkinerja tinggi (HPC) global. Sebanyak 77% dari sistem dalam daftar TOP500 terbaru didukung oleh teknologi komputasi akselerasi NVIDIA. Dari mendominasi Green500 hingga mendorong penemuan ilmiah berbasis AI, NVIDIA sedang membentuk masa depan superkomputasi.

459 天前