2026年9月10日

Ada krisis, ada peluang? “Keuntungan tak terduga” di tengah kekacauan Venezuela.

(Caracas, 7 Januari) Obligasi Venezuela yang telah lama berada dalam status gagal bayar mendadak men...

(Caracas, 7 Januari) Obligasi Venezuela yang telah lama berada dalam status gagal bayar mendadak menjadi sorotan pasar negara berkembang setelah perubahan politik besar di negara tersebut.

Obligasi acuan jatuh tempo Oktober 2026 naik hingga sekitar US$0,43 per US$1 nilai nominal, melonjak tajam dari posisi terendah tahun lalu. Perubahan sentimen ini dipicu oleh penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pihak Amerika Serikat, disusul pelantikan Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara pada 5 Januari, yang dipandang membuka peluang baru bagi restrukturisasi utang.

Venezuela berada dalam kondisi default sejak akhir 2017, ketika pemerintah dan perusahaan minyak negara PDVSA gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang luar negeri. Sejumlah investor institusional besar masih tercatat memegang obligasi tersebut.

Meski harga obligasi melonjak, lembaga keuangan global tetap berhati-hati. Mereka menilai beban utang Venezuela sangat besar dan rumit, sementara nilai pemulihan di masa depan akan sangat bergantung pada stabilitas politik serta kecepatan pemulihan sektor minyak setelah bertahun-tahun mengalami kemerosotan ekonomi.

接著讀