Usai Kekalahan 0-6, Pemain Beijing Guoan Saling Sindir dengan Suporter — Ketua Klub Gelar Rapat Refleksi, Jurnalis Teringat Ucapan Konyol Seorang Pemain
Pada malam 31 Agustus, Beijing Guoan mengalami salah satu malam paling kelam dalam sejarah klub. Ber...
Pada malam 31 Agustus, Beijing Guoan mengalami salah satu malam paling kelam dalam sejarah klub. Bermain tandang melawan Shandong Taishan, mereka menelan kekalahan telak 0-6 — hasil terburuk Guoan di ajang liga sejak berdiri. Namun, drama tak berhenti di lapangan. Usai laga, para pemain terlibat adu mulut panas dengan suporter, memicu perbincangan luas di dunia sepak bola Tiongkok.
Setibanya di Hotel Xiata dengan wajah muram, para pemain langsung disambut sekelompok fan yang sudah menunggu. Suasana cepat memanas. Kapten Wang Gang dan penyerang Zhang Yuning, tak mampu menahan emosi, membalas kritik para suporter dengan kata-kata pedas: “Kalian pikir kami tak mau bermain? Apa yang kalian ributkan?”
Insiden itu hampir berujung keributan lebih besar jika bukan karena intervensi cepat staf hotel. Dalam hitungan jam, video dan cerita saksi mata menyebar di media sosial, memicu gelombang kritik dari publik yang menilai para pemain telah meremehkan pendukung setia mereka.
Pada 4 September sore, manajemen klub menggelar rapat seluruh skuad. Ketua Klub, Zhou Jinhui, memberikan arahan langsung. Ia meminta para pemain segera bangkit dari keterpurukan, bekerja keras bersama, dan kembali menghadirkan performa terbaik. Di momen itu, Zhou juga mengangkat topik sensitif: hubungan sejati antara klub dan suporternya.
“Siapa sebenarnya pemilik klub?” tanya Zhou. “Secara hukum, investor adalah pemegang klub. Tapi dari sudut pandang suporter, pemilik hanyalah penjaga sementara. Saya pribadi juga sependapat dengan itu.”
Ia menegaskan bahwa klub dan pemain harus lebih memahami serta menghargai luapan emosi fan. “Setiap tindakan berlebihan tidak hanya merugikan klub dan suporter, tapi juga diri kalian sendiri,” ujarnya. Banyak pihak menduga Zhang Yuning dan Wang Gang akan menghadapi sanksi internal.
Komentar Zhou mendapat respons positif dari jurnalis olahraga Zhao Yu. Ia menyebutnya sebagai diskusi penting tentang jiwa dan budaya klub, sebuah pemikiran terbuka yang jarang disampaikan. Zhao kemudian mengingat ucapan kontroversial mantan pemain Dai Lin, yang pernah berkata: “Pemain bisa hidup tanpa suporter, tapi tidak tanpa bos.”
Zhao langsung membantah pandangan itu. “Tanpa suporter, bagaimana bos bisa membayar pemain? Fakta yang jelas adalah, gaji tinggi pemain Tiongkok bukan karena kemampuan mereka hebat, tapi karena walau kualitasnya rendah, masih banyak orang yang menonton. Pada akhirnya, semua kembali pada suporter.”
Bitcoin Siap Cetak Rekor Baru, Target $100.000 di Depan Mata!
Analis prediksi harga Bitcoin bisa mencapai $100.000 hingga $135.000 dalam 100 hari ke depan didorong likuiditas stablecoin dan sentimen pasar yang positif.
SERES Kantongi Persetujuan CSRC, Rencanakan IPO di Bursa Utama Hong Kong
Pada 25 September, SERES Group mengumumkan bahwa perusahaan telah menerima surat pemberitahuan dari ...
Idola Papan Atas Buka Baju, Sang Diva Turun ke Desa — Apakah Para Superstar Sedang “Kerja Lembur” Menyelamatkan Bos?
Dua puluh tahun berlalu, dan akhirnya Nicholas Tse kembali menghidupkan tur konsernya. Sementara itu...
Zhao Lusi tertangkap kamera jongkok di pinggir jalan Disneyland sambil makan paha ayam, terlihat super imut
(Shanghai, 14) Aktris Tiongkok Zhao Lusi sebelumnya menjadi sorotan setelah hubungannya dengan agens...
Lepas Landas! Zhou Dingyang Dekati Shenzhen Xinpengcheng – Empat Pemain Tengah Bernilai €5,7 Juta, Susunan Mewah Siap Menggebrak
Shenzhen Xinpengcheng siap untuk naik kelas! Berbagai sumber mengungkapkan, target terbesar jendela ...
Rekan Setim Tak Menyesal, Lawan Tak Merayakan! Bintang Real Madrid Diduga Sengaja Gagal Penalti Akhir, Menangis Saat Terima Trofi
Pada dini hari 19 Januari, final Piala Afrika menghadirkan pertandingan penuh drama, ketika tuan rum...
Lemah di Babak Pertama, Bangkit di Kuarter Ketiga: Double-Double Yang Hanson di G-League Tercoreng 5 Turnover
Di G-League, Mixers kalah tipis 113-117 dari Santa Cruz Warriors. Yang Hanson tampil buruk di babak ...
Liga Super Tiongkok mulai menunjukkan tanda pemulihan, namun kepercayaan sponsor masih dijaga dengan sangat hati-hati.
Selama tiga musim terakhir, anak perusahaan minuman dari China Resources Group tetap menjadi sponsor...
Hanya tersisa dua slot langsung! Suns kalah di kandang Magic, sementara Lakers dan Nuggets memastikan tiket ke babak playoff
Pada 1 April, Phoenix Suns kalah tipis 111–115 dari Orlando Magic. Meski sempat bangkit di babak ked...