2026年9月10日

Usai Kekalahan 0-6, Pemain Beijing Guoan Saling Sindir dengan Suporter — Ketua Klub Gelar Rapat Refleksi, Jurnalis Teringat Ucapan Konyol Seorang Pemain

Pada malam 31 Agustus, Beijing Guoan mengalami salah satu malam paling kelam dalam sejarah klub. Ber...

Pada malam 31 Agustus, Beijing Guoan mengalami salah satu malam paling kelam dalam sejarah klub. Bermain tandang melawan Shandong Taishan, mereka menelan kekalahan telak 0-6 — hasil terburuk Guoan di ajang liga sejak berdiri. Namun, drama tak berhenti di lapangan. Usai laga, para pemain terlibat adu mulut panas dengan suporter, memicu perbincangan luas di dunia sepak bola Tiongkok.

Setibanya di Hotel Xiata dengan wajah muram, para pemain langsung disambut sekelompok fan yang sudah menunggu. Suasana cepat memanas. Kapten Wang Gang dan penyerang Zhang Yuning, tak mampu menahan emosi, membalas kritik para suporter dengan kata-kata pedas: “Kalian pikir kami tak mau bermain? Apa yang kalian ributkan?”

Insiden itu hampir berujung keributan lebih besar jika bukan karena intervensi cepat staf hotel. Dalam hitungan jam, video dan cerita saksi mata menyebar di media sosial, memicu gelombang kritik dari publik yang menilai para pemain telah meremehkan pendukung setia mereka.

Pada 4 September sore, manajemen klub menggelar rapat seluruh skuad. Ketua Klub, Zhou Jinhui, memberikan arahan langsung. Ia meminta para pemain segera bangkit dari keterpurukan, bekerja keras bersama, dan kembali menghadirkan performa terbaik. Di momen itu, Zhou juga mengangkat topik sensitif: hubungan sejati antara klub dan suporternya.

“Siapa sebenarnya pemilik klub?” tanya Zhou. “Secara hukum, investor adalah pemegang klub. Tapi dari sudut pandang suporter, pemilik hanyalah penjaga sementara. Saya pribadi juga sependapat dengan itu.”

Ia menegaskan bahwa klub dan pemain harus lebih memahami serta menghargai luapan emosi fan. “Setiap tindakan berlebihan tidak hanya merugikan klub dan suporter, tapi juga diri kalian sendiri,” ujarnya. Banyak pihak menduga Zhang Yuning dan Wang Gang akan menghadapi sanksi internal.

Komentar Zhou mendapat respons positif dari jurnalis olahraga Zhao Yu. Ia menyebutnya sebagai diskusi penting tentang jiwa dan budaya klub, sebuah pemikiran terbuka yang jarang disampaikan. Zhao kemudian mengingat ucapan kontroversial mantan pemain Dai Lin, yang pernah berkata: “Pemain bisa hidup tanpa suporter, tapi tidak tanpa bos.”

Zhao langsung membantah pandangan itu. “Tanpa suporter, bagaimana bos bisa membayar pemain? Fakta yang jelas adalah, gaji tinggi pemain Tiongkok bukan karena kemampuan mereka hebat, tapi karena walau kualitasnya rendah, masih banyak orang yang menonton. Pada akhirnya, semua kembali pada suporter.”

接著讀