2026年9月10日

Liga Super Tiongkok mulai menunjukkan tanda pemulihan, namun kepercayaan sponsor masih dijaga dengan sangat hati-hati.

Selama tiga musim terakhir, anak perusahaan minuman dari China Resources Group tetap menjadi sponsor...

Selama tiga musim terakhir, anak perusahaan minuman dari China Resources Group tetap menjadi sponsor utama Chinese Super League. Namun namanya berubah setiap musim — dari “China Resources Yibao,” menjadi “China Resources Beverage,” hingga kini hanya “Yibao.” Strategi ini jelas bertujuan menjaga nilai merek tanpa mengambil risiko berlebihan.

Biaya Sponsor Turun Lebih dari 70 Juta RMB

Pada awalnya, nilai sponsor tahunan mencapai ratusan juta RMB. Namun dalam tiga tahun, total nilai kontrak disebut menyusut lebih dari 70 juta RMB.

Meski dana berkurang, eksposur tetap maksimal — nama merek masih tampil dominan dalam siaran langsung, papan LED stadion, poster resmi, hingga materi media. Bagi perusahaan, ini adalah strategi efisiensi: visibilitas tinggi dengan biaya lebih terkendali.

Dari Era Keemasan ke Era Perhitungan

Dua dekade lalu, situasinya sangat berbeda. Di era Jia-A, perusahaan rokok masuk dengan investasi besar, disusul perusahaan FMCG dan manufaktur global. Hak penamaan liga dianggap aset langka yang diperebutkan.

Puncak nilai komersial liga terjadi saat Ping An Insurance menjadi sponsor utama selama satu dekade. Saat itu, penonton membludak, hak siar terjual mahal, dan liga terus menciptakan sorotan nasional. Sponsor mendapatkan keuntungan eksposur berlipat ganda.

Kini, CSL memasuki fase baru — bukan lagi soal ekspansi agresif, melainkan manajemen risiko dan optimalisasi nilai.

Dari era “berani bertaruh” menuju era “strategi terukur,” ekosistem komersial liga sedang bertransformasi.

接著讀