2026年9月10日

Lakers Kalah 112–124 dari Kings, Empat Masalah Besar Terungkap: Ayton Masih Loyo, Pemain Pendukung Tak Stabil, Serangan dan Pertahanan Runtuh

Los Angeles Lakers harus menerima kekalahan mengecewakan 112–124 dari Sacramento Kings. Meski unggul...

Los Angeles Lakers harus menerima kekalahan mengecewakan 112–124 dari Sacramento Kings. Meski unggul selama tiga kuarter pertama dan sempat memperkecil selisih di kuarter keempat, Lakers gagal menjaga momentum dan kembali membiarkan Kings menjauh. Hasil ini menyoroti empat masalah serius yang perlu segera dibenahi.

Pertama, performa Deandre Ayton masih jauh dari harapan. Intensitas permainannya rendah, bahkan kalah aktif dibanding Hayes. Perlindungan ring melemah, kesalahan saat menerima bola sering terjadi, dan akurasi tembakan bebasnya masih bermasalah. Yang paling mengkhawatirkan adalah minimnya keterlibatan Ayton dalam alur permainan. Dengan peningkatan agresivitas dan peran ofensif yang lebih besar, Ayton sebenarnya berpotensi mendominasi area dalam.

Kedua, ketidakstabilan pemain pendukung kembali menjadi kendala besar. LaRavia dan Smart memang sempat tampil baik di laga sebelumnya, namun performa mereka sangat fluktuatif. Pada pertandingan ini, LaRavia hanya memasukkan 1 dari 7 tembakan dan kesulitan bertahan, sementara Smart gagal mencetak poin dari 5 percobaan, termasuk peluang penting di kuarter akhir. Ditambah performa bangku cadangan yang tidak konsisten, batas potensi tim semakin terlihat jelas.

Masalah ketiga terletak pada pertahanan yang benar-benar runtuh. Lakers berulang kali memberi ruang tembak di perimeter, gagal menjaga area dalam, dan membiarkan pemain lawan menemukan ritme permainan. Kings mencetak 17 dari 26 tembakan tiga angka, menunjukkan lemahnya tekanan defensif Lakers yang hingga kini belum menunjukkan tanda perbaikan.

Terakhir, performa ofensif Lakers juga mengecewakan. Mereka hanya mencetak 8 dari 36 tembakan tiga angka. Jika beberapa tembakan tambahan masuk, hasil pertandingan bisa berbeda. Namun LaRavia, Smart, Vanderbilt, Dončić, LeBron James, dan Knecht semuanya kesulitan dari luar garis. Sepanjang musim, rendahnya akurasi tripoin telah menjadi pola, membuat Lakers kehilangan daya ancam baik di sisi menyerang maupun bertahan.

接著讀