2026年9月10日

Dari Kegelapan Menuju Kejayaan: Bagaimana Glasner Memimpin Crystal Palace Meraih Trofi FA Cup Pertama Mereka

Pada Mei 2025, Crystal Palace mengejutkan Manchester City di final FA Cup dan meraih trofi besar pertama dalam sejarah klub — sebuah momen yang akan selalu dikenang sebagai hari paling gemilang dalam sejarah mereka. Di balik kemenangan ini terdapat kisah kepemimpinan teguh manajer Oliver Glasner, yang membimbing tim dari awal musim yang sulit menuju kesuksesan tertinggi.

Musim ini dimulai dengan buruk bagi Palace, mencatat awal terburuk sejak musim 1992-93. Baru pada pertandingan kesembilan, saat menang di kandang melawan Tottenham, mereka meraih kemenangan pertama. Kesulitan awal itu tampak mengancam posisi Glasner, namun pendekatannya yang tenang dan tegas berhasil mendapatkan kepercayaan dari jajaran klub.

Glasner pernah berkata, "Sekarang saatnya memeluk para pemain, bukan menyalahkan mereka." Sikap ini menjadi kunci perubahan nasib tim. Di bawah bimbingannya, Palace perlahan menemukan ritme permainan, menunjukkan ketahanan dan persatuan.

Ketua klub Steve Parish memuji Glasner, "Dia membuat kami percaya lagi. Kamu bisa melihat keyakinan itu dari para pemain, dan itu membuat saya sangat bangga." Dalam final, saat tim merayakan kemenangan bersama para pendukung yang bergembira sambil menyanyikan “Glad All Over,” perjalanan dari kesulitan menuju kejayaan terwujud sempurna.

Gol tunggal di final tercipta pada menit ke-16 oleh Eberechi Eze, yang menyelesaikan serangan balik klasik Palace dengan presisi untuk memastikan kemenangan. Eze menjadi pahlawan dalam perjalanan mereka, dengan gol-gol krusial di perempat final dan semifinal yang membuka jalan ke final.

Kiper Dean Henderson juga tampil luar biasa, melakukan beberapa penyelamatan penting dari serangan keras Manchester City, berperan vital dalam mengamankan kemenangan. Manajer City Pep Guardiola tampak frustrasi dengan performa Henderson setelah pertandingan.

Pertahanan Palace sangat kokoh, meski kapten berpengaruh Marc Guehi meninggalkan lapangan akibat cedera pada menit ke-61 final, membantu mempertahankan keunggulan.

Gaya kepelatihan Glasner tenang namun penuh semangat; taktiknya yang teliti dan kepercayaan pada pemain membuka potensi mereka. Meski awal musim berat, ia membawa Palace menciptakan momen bersejarah di Wembley.

Kemenangan FA Cup ini bukan hanya kejayaan bagi Crystal Palace, tapi juga bukti kepemimpinan Glasner dalam membawa tim dari kegelapan menuju cahaya. Babak gemilang ini akan selamanya terukir dalam sejarah klub.

接著讀

Alexander Lampaui Rekor Durant, Tapi Gagal di Kuarter Akhir, Thunder Tertinggal 1–2

Di Gim 3 Final NBA 2025, Shai Gilgeous-Alexander tampil di bawah tekanan ketat dari Indiana Pacers. Ia mencetak 24 poin, 8 rebound, 4 assist, dan 3 blok, namun juga melakukan 6 turnover dan hanya mencetak 3 poin di kuarter keempat. Kekalahan ini membuat Thunder tertinggal 1–2. Meski begitu, Shai mencetak sejarah dengan melampaui rekor poin playoff satu musim milik Kevin Durant dengan total 572 poin.

455 天前