2026年9月10日

Rekan Setim Tak Menyesal, Lawan Tak Merayakan! Bintang Real Madrid Diduga Sengaja Gagal Penalti Akhir, Menangis Saat Terima Trofi

Pada dini hari 19 Januari, final Piala Afrika menghadirkan pertandingan penuh drama, ketika tuan rum...

Pada dini hari 19 Januari, final Piala Afrika menghadirkan pertandingan penuh drama, ketika tuan rumah Maroko kalah 0-1 dari Senegal di babak tambahan. Pada masa injury time, Maroko mendapatkan penalti yang kontroversial—dan bintang Real Madrid, Brahim Díaz, membuat keputusan yang mengejutkan semua orang.

Setelah 90 menit waktu normal berakhir imbang 0-0, Senegal sempat mencetak gol pada menit 90+2, tetapi dianulir karena dianggap melakukan pelanggaran terlebih dahulu. Pada menit 90+6, Díaz dijatuhkan di kotak penalti, sehingga Maroko mendapatkan penalti. Marah atas keputusan tersebut, seluruh tim Senegal sempat meninggalkan lapangan, mengancam untuk walk-out. Setelah lebih dari sepuluh menit dibujuk, mereka kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan.

Díaz maju untuk mengeksekusi penalti—tetapi pilihannya mengejutkan semua orang. Ia menendang penalti dengan “panenka” yang lemah, mudah ditepis kiper lawan. Anehnya, rekan setimnya tetap tenang dan memberi dukungan, sementara pemain Senegal tidak merayakan, seolah sudah memperkirakan hasilnya.

Jurnalis Tancredi Palmeri juga mempertanyakan: “Ketika penalti Díaz ditepis, kenapa pemain Senegal tidak merayakan? Saya harus bilang, saya rasa dia sengaja gagal.”

Netizen pun setuju: “Masuk akal, logis banget.” “Saat siaran langsung kelihatan—penalti juara gagal, rekan setim tidak kesal, lawan tidak merayakan, jelas ada kesepakatan.” “Ini sudah direncanakan; kalau tidak, walk-out Senegal akan memalukan tuan rumah.”

Pada upacara penghargaan, Díaz meneteskan air mata saat menerima Sepatu Emas. Meski masih menyesali penalti kontroversial itu, ia tetap mencetak lima gol sepanjang turnamen, memastikan namanya bersinar di ajang ini.

接著讀