2026年9月10日

Milan Menang Telak 3–0 atas Verona: Dua Gol Pemain yang Akan Pergi, San Siro Akhirnya Catat Clean Sheet

AC Milan meraih kemenangan meyakinkan 3–0 atas Verona di San Siro. Meski skor menunjukkan dominasi, ...

AC Milan meraih kemenangan meyakinkan 3–0 atas Verona di San Siro. Meski skor menunjukkan dominasi, hasil ini sejatinya ditentukan oleh ledakan performa Milan dalam waktu singkat. Kemenangan ini menjadi penutup yang positif untuk tahun kalender 2025, meskipun pelatih Massimiliano Allegri menegaskan bahwa tim masih harus mengevaluasi lini depan demi keberlanjutan prestasi.

Babak pertama berlangsung ketat dengan minim peluang. Namun, di masa tambahan waktu, Milan memecah kebuntuan. Dari sepak pojok sisi kanan, Adrien Rabiot mengarahkan bola kepada Christian Pulisic, yang menyelesaikannya dengan tendangan voli indah untuk membawa Milan unggul 1–0.

Pulisic kembali membuktikan dirinya sebagai sosok penting bagi Rossoneri. Kehadirannya di lapangan meningkatkan efektivitas serangan dan peluang kemenangan tim. Kombinasi kualitas dan momentum membuatnya terasa “pas” dengan Milan, meski masalah cedera masih menjadi tantangan.

Memasuki babak kedua, Milan langsung menekan. Pada menit ke-48, Nkunku dijatuhkan di kotak penalti dan sukses mengeksekusi penalti tersebut sendiri, memperlebar keunggulan menjadi 2–0. Selebrasi khas “meniup balon” kembali terlihat, namun momen seperti ini masih jarang. Dengan Allegri mulai lebih memercayai opsi lain di lini depan, masa depan Nkunku di Milan tetap menjadi tanda tanya.

Peran Rabiot dalam proses gol juga patut disorot, menunjukkan kecerdasannya membaca permainan dan mengambil keputusan krusial.

Gol ketiga datang tak lama kemudian. Tembakan Modrić memaksa kiper Verona melakukan kesalahan, dan Nkunku dengan sigap menyambar bola muntah ke gawang kosong, mencetak gol keduanya. Meski tampak sederhana, gol ini menunjukkan insting dan kerja kerasnya, serta berpotensi meningkatkan nilainya menjelang bursa transfer.

Ketiga gol Milan memiliki karakter berbeda, dengan kontribusi nyata dari Pulisic, Nkunku, Modrić, dan Rabiot. Allegri memuji performa tim secara keseluruhan, namun juga menggarisbawahi masalah konsistensi—perbedaan mencolok antara fase awal pertandingan dan ledakan performa setelahnya bukan ciri ideal tim besar.

Meski demikian, kemampuan untuk memecah kebuntuan tetap menjadi poin positif. Tugas Allegri kini adalah mengidentifikasi elemen keberhasilan yang bisa direplikasi, bukan sekadar bergantung pada faktor keberuntungan.

Clean sheet juga menjadi catatan penting. Setelah periode di mana Milan kerap kehilangan poin akibat rapuhnya pertahanan, hasil ini menunjukkan kemajuan. Namun, seperti yang telah disinggung sebelumnya, perencanaan jangka panjang tetap krusial. Selain mencari penyerang baru, Milan juga perlu memperkuat lini belakang agar ambisi besar klub dapat terwujud.

接著讀