2026年9月10日

Daftar Konglomerat Dunia 2025: Kekayaan Elon Musk Tembus US$750 Miliar, Taipan India Masih Jadi Orang Terkaya di Asia

Orang terkaya di dunia kini semakin kaya. Berdasarkan daftar Forbes Real-Time Billionaires, per 24 D...

Orang terkaya di dunia kini semakin kaya.

Berdasarkan daftar Forbes Real-Time Billionaires, per 24 Desember 2025, kekayaan bersih Elon Musk melonjak ke sekitar US$752 miliar (sekitar Rp5,28 kuadriliun), menjadikannya orang pertama dalam sejarah yang menembus US$700 miliar dalam kekayaan pribadi.

Padahal, saat Forbes merilis daftar orang terkaya global di awal 2025, kekayaan Musk masih berada di kisaran US$342 miliar. Dalam waktu kurang dari setahun, nilainya melesat lebih dari dua kali lipat—bahkan melampaui total gabungan peringkat No. 2 hingga No. 4: Larry Page (pendiri Google), Larry Ellison (pendiri Oracle), dan Jeff Bezos (pendiri Amazon).

2025 versi Musk: sempat bergejolak, lalu pecah rekor

Tahun 2025 bukan perjalanan mulus bagi Musk.

Di awal tahun, ia sempat menjabat sebagai kepala “Departemen Efisiensi Pemerintah” AS. Langkah reformasinya yang agresif memicu kontroversi dan kekacauan di sejumlah lembaga federal, sebelum akhirnya ia mundur dari jabatan tersebut. Pada periode yang sama, Tesla juga sempat menghadapi gelombang protes publik yang ikut menekan harga saham dan nilai kapitalisasi pasar.

Namun, dinamika di Washington tidak menghentikan laju bisnis inti Musk. Tesla, SpaceX, dan perusahaan AI xAI tetap menunjukkan performa yang solid. Puncaknya terjadi setelah putusan pengadilan AS pada 19 Desember yang mengizinkan Musk menerima paket kompensasi bernilai sangat besar di Tesla—yang kemudian mendorong kekayaannya menembus batas US$700 miliar, mencetak rekor baru.

Siapa naik, siapa turun

Di belakang Musk, Larry Page menempati posisi kedua dengan kekayaan US$258,2 miliar. Berkat kinerja Google yang kuat sepanjang tahun, Page berhasil menyalip Mark Zuckerberg dan Jeff Bezos untuk mengamankan peringkat No. 2 versi Forbes.

Pendiri Google lainnya, Sergey Brin, berada di posisi kelima dengan kekayaan US$238,2 miliar.

Munculnya dua pendiri Google di jajaran lima besar tidak lepas dari performa gemilang Alphabet sepanjang 2025. Pada kuartal ketiga, perusahaan melampaui ekspektasi pasar dari sisi pendapatan, laba, hingga panduan belanja modal tahunan. Pendapatan bahkan untuk pertama kalinya menembus US$100 miliar, dengan berbagai lini bisnis inti mencatat pertumbuhan dua digit—yang ikut mendongkrak kekayaan para pendirinya.

Tokoh lain yang melonjak tahun ini adalah Larry Ellison. Kinerja Oracle yang “meledak” pada 2025 memicu kebangkitan kekayaan Ellison. Pada 19 September, kekayaannya sempat dikabarkan naik US$88,5 miliar dalam satu hari, hingga mencapai US$383 miliar. Meski kini turun, ia tetap bertahan di posisi ketiga dengan US$246,8 miliar.

Sebaliknya, Jeff Bezos mengalami penurunan peringkat yang cukup terasa. Dulu ia pernah menjadi orang terkaya di dunia, dan bahkan setelah disalip Musk pun jaraknya tidak terlalu jauh. Namun sejak mundur sebagai CEO Amazon, peringkatnya perlahan turun—kini berada di posisi keempat dengan US$243,6 miliar.

Mark Zuckerberg juga merosot. Di awal 2025 ia sempat berada di peringkat kedua, namun kini turun ke posisi keenam dengan kekayaan US$227,9 miliar.

Teknologi masih mendominasi, sektor mewah terasa melambat

Puncak daftar tetap didominasi para raksasa teknologi. Salah satu pengecualian mencolok adalah Bernard Arnault, pemimpin LVMH, yang bergerak di industri barang mewah.

Karena perlambatan bisnis luxury secara global, kekayaan Arnault ikut tertekan. Sepanjang tahun ini, hartanya turun US$9,1 miliar menjadi US$191,3 miliar, menempatkannya di posisi ketujuh.

Sementara itu, CEO NVIDIA Jensen Huang terdorong oleh lonjakan nilai perusahaan. Kekayaannya kini mencapai US$164,2 miliar, naik US$65,5 miliar sejak awal tahun, dan menempatkannya di posisi kesembilan.

Legenda investasi Warren Buffett berada di peringkat kesepuluh dengan kekayaan US$148,0 miliar.

Mantan orang terkaya dunia yang lama bertahan di puncak, Bill Gates, kembali turun dan kini berada di posisi ke-18 dengan US$103,7 miliar. Forbes menyebut perubahan ini berkaitan dengan aktivitas filantropinya. Sepanjang tahun ini saja, kekayaan bersih Gates disebut berkurang US$51,0 miliar karena donasi. Gates juga menyatakan bahwa dalam 20 tahun ke depan ia berencana menyumbangkan hampir seluruh hartanya kepada Gates Foundation, yayasan yang ia dirikan bersama mantan istrinya, Melinda.

Di sisi lain, banyak miliarder AS justru semakin kaya—tetapi laju donasinya tidak sebanding. Pada September, Forbes melaporkan bahwa dari 400 miliarder Amerika, total donasi mereka mencapai setidaknya US$319 miliar. Namun tiga perempat di antaranya menyumbang kurang dari 5% dari kekayaannya, dan 40% menyumbang kurang dari 1%. Hanya 11 orang (sekitar 2,75%) yang mendonasikan setidaknya 20% dari hartanya.

Raja Asia: tetap Ambani dari India

Pada daftar terbaru Forbes, orang terkaya di Asia masih Mukesh Ambani, Chairman Reliance Industries dari India. Kekayaannya bertambah US$20,2 miliar tahun ini menjadi US$112,4 miliar, menempatkannya di peringkat ke-16 dunia, bahkan melampaui Bill Gates.

Reliance Industries adalah perusahaan swasta terbesar di India dan menjadi perusahaan swasta India pertama yang masuk Fortune Global 500. Bisnis intinya meliputi pengolahan minyak, listrik, dan sektor energi lain, menjadikannya salah satu raksasa energi di India.

Ditopang kinerja petrokimia dan telekomunikasi, saham Reliance sepanjang 2025 dilaporkan melesat melampaui indeks saham India, dengan selisih keunggulan terbesar dalam lima tahun terakhir.

Posisi kedua di Asia ditempati Zhong Shanshan, Chairman Nongfu Spring, dengan US$70,3 miliar, naik US$7,4 miliar dibanding awal tahun, dan berada di peringkat ke-25 dunia.

Di belakangnya ada pendiri ByteDance, Zhang Yiming, dengan kekayaan US$69,3 miliar, naik US$3,8 miliar, menempati peringkat ke-26 dunia sekaligus No. 3 di Asia.

Mantan orang terkaya Asia, Gautam Adani, kini memiliki US$66,4 miliar, berada di No. 4 Asia dan No. 27 dunia.

Peringkat kelima Asia ditempati Ma Huateng (Pony Ma), Chairman dan CEO Tencent, dengan kekayaan US$62,1 miliar, berada di No. 29 dunia.

Sementara itu, Chairman CATL Zeng Yuqun menyusul dengan US$56,7 miliar, menempati No. 6 Asia dan No. 30 dunia.

接著讀