2026年9月10日

Perkembangan Layar Lipat Apple Terungkap: Prototipe iPhone Mulai Uji Produksi, Proyek iPad Lipat Dihentikan

[3 Juli] — Setelah lebih dari enam tahun dominasi perangkat lipat oleh vendor Android, Apple akhirny...

[3 Juli] — Setelah lebih dari enam tahun dominasi perangkat lipat oleh vendor Android, Apple akhirnya resmi masuk ke arena. Menurut laporan DigiTimes yang mengutip sumber rantai pasokan, Apple telah memulai tahap Prototipe 1 (P1) untuk iPhone lipat pertamanya sejak Juni lalu, menandakan komitmen serius untuk mengembangkan produk foldable yang kompetitif.

Pengujian Prototipe Dimulai, Target Peluncuran Akhir 2026

Tahap P1 ini akan berlangsung sekitar dua bulan, dilanjutkan dengan fase P2 dan P3 untuk penyempurnaan desain dan uji produksi terbatas. Setelah itu, produksi akan diawasi oleh mitra seperti Foxconn dan Pegatron dalam tahap Engineering Validation Testing (EVT).

Mengikuti pola pengembangan produk khas Apple, jika semuanya berjalan lancar, iPhone lipat ini diprediksi akan masuk pasar pada akhir 2026.

15 Tahun Riset Teknologi, Namun Masih Banyak Tantangan

Meskipun terkesan terlambat, Apple sudah menjajaki teknologi layar lipat sejak 2011 dengan paten pertama bertajuk “perangkat layar fleksibel” (US8787016B2). Dalam beberapa tahun berikutnya, mereka mengajukan berbagai paten, termasuk pada 2024 sebuah teknologi layar “self-healing” untuk memperbaiki lipatan secara otomatis.

Namun, dari paten menuju produk komersial bukanlah hal mudah. Rumor tentang iPhone lipat telah beredar sejak 2020, namun peluncuran terus tertunda, mencerminkan pendekatan perfeksionis khas Apple.

Proyek iPad Lipat Dihentikan, Biaya dan Permintaan Jadi Faktor

Di sisi lain, proyek iPad lipat yang sebelumnya berjalan paralel kini dihentikan. Alasan utamanya adalah tantangan produksi, biaya tinggi akibat teknologi layar fleksibel, serta minimnya permintaan konsumen untuk perangkat layar besar yang dapat dilipat.

Pasar Sudah Matang, Mampukah Apple Tampil Berbeda?

Menjelang 2026, pasar ponsel lipat akan sangat matang. Samsung telah merilis enam generasi Galaxy Z Fold, sementara merek Tiongkok seperti Huawei, Xiaomi, OPPO, dan vivo terus menyempurnakan desain dan daya tahan engsel—bahkan kini menawarkan perangkat lebih tipis dari iPhone model standar.

Sebagai respon, Apple dilaporkan akan merilis iPhone 17 Air ultra-tipis tahun ini, untuk membedakan lini produk slab dengan perangkat lipat masa depan.

Bisakah Apple Tetap Jadi Penentu Standar Meski Telat Masuk?

Strategi “telat tapi unggul” Apple telah terbukti berhasil di masa lalu, dari iPod hingga Apple Watch. Meski bukan pelopor kategori, Apple sering kali menjadi penentu standar.

Namun kali ini, tantangannya lebih berat. iPhone lipat tak bisa sekadar “ikut tren.” Ia harus membawa inovasi yang cukup kuat untuk membenarkan keterlambatan dan menegaskan kembali keunggulan Apple dalam mendefinisikan ulang pengalaman pengguna.

Dengan dua tahun tersisa sebelum peluncuran, Apple masih harus menjawab satu pertanyaan penting: apa yang membuat iPhone lipat benar-benar khas Apple?

接著讀