2026年9月10日

Trump Hidupkan Kembali Wacana Tarif 100% untuk Film Non-AS, Industri Global Resah

-

Mantan Presiden AS, Donald Trump, kembali menegaskan ancamannya untuk memberlakukan tarif 100% terhadap semua film yang tidak diproduksi di Amerika Serikat, dengan alasan industri Hollywood telah “dicuri” oleh negara lain.

Dalam pernyataannya pada Senin, Trump menyoroti California sebagai wilayah yang paling terpukul, sembari menyebut tarif tersebut akan “mengakhiri masalah panjang yang tak pernah selesai ini.”

Trump pertama kali melontarkan wacana tersebut pada Mei lalu, ketika ia mengaku akan berdiskusi dengan para eksekutif Hollywood untuk mulai memproses kebijakan ini. Saat itu ia menyebut industri perfilman AS sedang mengalami “kematian yang sangat cepat.” Ucapan terbarunya muncul setelah ia mengumumkan gelombang tarif baru pekan lalu, termasuk tarif 100% untuk obat bermerek dan tarif tinggi untuk kabinet dapur maupun kamar mandi.

“Industri film kita telah dicuri dari Amerika Serikat, oleh negara lain, seperti mengambil permen dari bayi,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya. “California, dengan gubernurnya yang lemah dan tidak kompeten, terkena dampak paling parah!”

Banyak Pertanyaan Belum Terjawab

Trump menegaskan tarif akan berlaku bagi “setiap film yang dibuat di luar Amerika Serikat.”

Namun masih ada sejumlah pertanyaan besar:

  • Apakah aturan ini juga berlaku untuk film yang tayang di Netflix atau hanya bioskop?
  • Bagaimana cara menghitung tarifnya?
  • Apakah film yang syuting di AS namun menggunakan aktor, sutradara, atau dana asing tetap dihitung sebagai buatan Amerika?

Gedung Putih sejauh ini belum memberikan kejelasan mengenai waktu atau mekanisme penerapan kebijakan tersebut.

Kritik dari Industri dan Investor

Kebijakan ini langsung menuai kritik tajam. Kamar Dagang Kanada menyatakan keprihatinan mendalam, mengingat studio Hollywood sangat bergantung pada fasilitas, kru, dan talenta asal Kanada.

“Tarif ini berisiko menghukum studio AS yang syuting di Kanada dengan menaikkan biaya, menghambat investasi, dan merusak keunggulan kompetitif yang telah dibangun kedua negara bersama,” kata Catherine Fortin-LeFaivre, Wakil Presiden Senior bidang kebijakan internasional. Ia menegaskan kebijakan ini akan “melemahkan kedua ekonomi” dan mengancam “ribuan pekerjaan kelas menengah.”

Analis investasi AJ Bell, Dan Coatsworth, juga skeptis:

“Ancaman tarif 100% pada film yang dibuat di luar AS menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Banyak pembuat film tergoda oleh insentif pajak di luar negeri, sehingga industri Los Angeles sudah kehilangan sebagian kilauannya.”

Ia memperingatkan bahwa memaksa produksi film hanya di AS dapat meningkatkan biaya, yang pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen lewat tiket bioskop dan langganan streaming.

Untuk saat ini, para investor tidak menganggap serius ancaman tersebut. Saham Netflix dan Disney sempat turun tipis, lalu kembali menguat.

Hollywood dan Dunia

Banyak film besar AS belakangan justru diproduksi di luar negeri, seperti Deadpool & Wolverine, Wicked, dan Gladiator II.

Meski begitu, AS tetap menjadi pusat produksi film dunia. Laporan dari firma riset ProdPro mencatat belanja produksi di AS mencapai USD 14,54 miliar pada 2023, meski turun 26% dibanding 2022. Sementara itu, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Inggris justru menikmati peningkatan investasi.

Pemerintah Inggris mengatakan sedang menunggu detail lebih lanjut mengenai kebijakan tarif AS dan dampaknya terhadap industri film Inggris. Departemen Bisnis & Perdagangan menegaskan industri film Inggris mempekerjakan jutaan orang dan “menghasilkan miliaran bagi perekonomian.”

Tarif Meluas ke Sektor Lain

Selain film, Trump pada Senin juga mengumumkan tarif baru untuk kayu lunak, kabinet dapur, vanity, dan furnitur kayu berlapis kain, dengan tarif antara 10% hingga 25%. Sebagian berlaku mulai 14 Oktober, dan akan meningkat tajam tahun depan jika negara-negara terkait gagal mencapai kesepakatan dengan AS.

“Tarif besar-besaran untuk negara mana pun yang tidak membuat furniturnya di Amerika Serikat. Detail menyusul!!!” tulis Trump di Truth Social.

Kesimpulan

Trump kembali melempar wacana yang berpotensi mengguncang dunia perfilman. Tujuannya adalah melindungi lapangan kerja dan menghidupkan kembali kejayaan Hollywood, namun para ahli memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa menaikkan biaya produksi, memicu gesekan dagang, dan justru merugikan studio AS sendiri.

Untuk saat ini, tarif 100% film non-AS masih sebatas ancaman. Tapi jika benar diterapkan, dunia film global bisa menghadapi guncangan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

接著讀