2026年9月10日

Miwa Harimoto Menang 2–1 atas Winter dan Raih Enam Kemenangan Beruntun di Tunggal! Di Usia 17 Tahun, Ia Kini Jadi Andalan Jepang yang Wajib Diwaspadai China

Pada 7 Desember waktu Beijing, partai semifinal Piala Dunia Beregu Campuran di Chengdu mempertemukan...

Pada 7 Desember waktu Beijing, partai semifinal Piala Dunia Beregu Campuran di Chengdu mempertemukan tim Jepang dengan Jerman. Di partai kedua nomor tunggal putri, Miwa Harimoto menghadapi Sabine Winter. Setelah Jepang memenangkan pertandingan pertama, tekanan di pundak Harimoto relatif lebih ringan. Namun sebagai andalan utama tenis meja putri Jepang, Harimoto tetap tampil penuh fokus dan akhirnya memastikan kemenangan penting dengan skor 2–1 atas Winter. Kemenangan ini kembali menegaskan kualitas luar biasa sang bintang muda berusia 17 tahun tersebut.

Sebelum tampil di laga semifinal ini, Miwa Harimoto sudah mencatatkan rekor sempurna di nomor tunggal putri dengan lima kemenangan beruntun. Tanpa menghitung nomor ganda, ia menjadi pemain paling konsisten dan paling dipercaya oleh tim Jepang. Rangkaian kemenangannya meliputi:

Menang 2–1 atas Lee Eun-hye dengan skor 13–11, 11–9, 7–11
Menang telak 3–0 atas Annett Kaufmann dengan skor 11–5, 11–5, 12–10
Menang 2–1 atas Zhu Chengzhu dengan skor 13–15, 11–7, 11–8
Menang 3–0 atas Lea Rakovac dengan skor 11–2, 11–8, 11–7
Menang 3–0 atas Liu Yangzi dengan skor 12–10, 11–2, 11–1

Pada gim pertama melawan Winter, Harimoto langsung menampilkan gaya bermainnya yang cepat dan lincah. Ia terus mengubah titik keseimbangan lawan dengan serangan agresif dari forehand dan backhand secara bergantian, membuat Winter terlihat kelelahan sejak awal. Harimoto memimpin 5–2, lalu memperlebar jarak menjadi 7–3 dan 9–4. Saat mencapai 10–6 dan mendapatkan empat game point, Winter berhasil menyelamatkan tiga di antaranya. Jepang kemudian mengambil timeout, dan setelah itu Harimoto tetap tenang untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 11–9.

Pada gim kedua, Winter bangkit dengan agresif dan unggul cepat 3–1, bahkan memperlebar jarak menjadi 7–2. Harimoto tidak menyerah begitu saja dan perlahan memperkecil ketertinggalan menjadi 4–7, yang memaksa Jerman mengambil timeout. Setelah itu, Harimoto semakin menekan, membuat ritme permainan Winter terganggu. Skor pun menyempit menjadi 5–7, lalu 6–7, dan akhirnya imbang 7–7. Bentrokan sengit berlanjut hingga 8–8 dan 9–9. Winter sempat lebih dulu mendapatkan game point di angka 10–9, namun Harimoto menunjukkan mental juara dengan menyelamatkan game point tersebut dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan dramatis 12–10.

Di gim penentuan, Harimoto kembali mengambil inisiatif sejak awal dengan unggul 3–2 dan kemudian 5–2. Winter sempat tertinggal hingga 3–6, sementara Harimoto terus menjaga keunggulan di angka 7–4 dan 9–8. Winter menunjukkan ketangguhannya dengan menyamakan skor menjadi 9–9, bahkan membalikkan keadaan hingga 10–9 untuk mendapatkan match point. Harimoto kembali menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menyamakan skor menjadi 10–10. Namun setelah itu, Winter berhasil merebut dua poin penting secara beruntun untuk memenangkan gim ketiga dengan skor 12–10 dan menyelamatkan satu angka.

Meski tidak mampu menang dengan skor telak, hasil akhir tetap berpihak kepada Jepang. Di usia yang baru menginjak 17 tahun, Miwa Harimoto sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pemain paling dapat diandalkan di tim putri Jepang. Kemenangan ini semakin memperkokoh statusnya sebagai bintang muda papan atas yang wajib diwaspadai oleh kekuatan besar seperti China di panggung dunia.

接著讀