2026年9月10日

Mantan model Ukraina berusia 37 tahun diberhentikan akibat kontroversi foto tidak pantas, hanya dua minggu setelah menjabat sebagai duta besar untuk Republik Dominika

Bulan lalu, mantan model Ukraina Victoria Yakimova menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai konsul k...

Bulan lalu, mantan model Ukraina Victoria Yakimova menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai konsul kehormatan Ukraina untuk Republik Dominika. Namun, hanya dua minggu kemudian, ia langsung diberhentikan, memicu kontroversi luas di media sosial.

Menurut laporan media asing, wanita berusia 37 tahun ini sebelumnya berkarier sebagai model dan pernah melakukan pemotretan dengan konsep berani, termasuk foto artistik tanpa busana. Meski demikian, latar belakang tersebut awalnya tidak menghalangi langkahnya masuk ke dunia diplomasi. Dalam foto bersama pejabat Dominika, ia tampak bangga dengan peran barunya.

Ia juga diketahui pernah bertemu tokoh internasional. Pada 2017, ia sempat bertemu dengan King Charles III yang saat itu masih menjadi Putra Mahkota. Ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai momen yang luar biasa dan tak terlupakan.

Namun, latar belakangnya kemudian menjadi sorotan tajam. Otoritas Ukraina dilaporkan mencabut status diplomatiknya bukan hanya karena citra publiknya, tetapi juga karena ia pernah mengenakan hiasan kepala tradisional Rusia “kokoshnik” dalam foto—yang dianggap sensitif dalam konteks geopolitik saat ini.

Komentator Marina Danilchuk mengkritik keras situasi ini di media sosial, mempertanyakan mana yang lebih bermasalah—foto-fotonya atau simbol budaya Rusia tersebut. Ia juga menyindir keputusan awal pengangkatan Yakimova sebagai sesuatu yang janggal.

Hingga kini, Yakimova belum memberikan pernyataan terbaru terkait pemecatannya. Namun sebelumnya, ia membela diri dengan menyatakan bahwa ia tidak pernah menyembunyikan masa lalunya sebagai model, serta menegaskan bahwa perempuan modern berhak menentukan arah hidup dan kariernya sendiri.

Ia juga mengungkapkan bahwa posisi konsul kehormatan tidak digaji, dan seluruh biaya harus ditanggung sendiri.

Kasus ini memicu diskusi lebih luas mengenai batasan citra publik, sensitivitas budaya, serta standar yang diharapkan dari seorang diplomat.

接著讀