2026年9月10日

Saham Pop Mart Anjlok Hampir 9% — Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Saham Pop Mart (09992.HK) kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini. Hingga saat ...

Saham Pop Mart (09992.HK) kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini. Hingga saat penulisan, harga saham tercatat turun 8,95% ke level HKD 199,40, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan dalam jangka pendek.

Dari sisi fundamental, laporan terbaru Morgan Stanley yang dikutip oleh National Business Daily menyebutkan bahwa Pop Mart tengah bertransisi dari fase “pertumbuhan eksplosif” selama dua tahun terakhir menuju periode “pertumbuhan yang lebih berkelanjutan” ke depan. Bank investasi tersebut memproyeksikan bahwa laju pertumbuhan pendapatan dari Labubu—salah satu IP andalan Pop Mart—akan melambat secara signifikan pada 2026. Ke depan, mesin pertumbuhan perusahaan diharapkan tidak lagi bergantung pada satu produk unggulan saja, melainkan didorong oleh diversifikasi IP non-Labubu.

Sebelumnya, Pop Mart sempat mencatatkan kinerja yang sangat impresif pada kuartal ketiga 2025, dengan total pendapatan melonjak 245% hingga 250% secara tahunan. Lonjakan ini terutama didorong oleh peluncuran produk-produk baru seperti Mini Labubu dan SP Sleepless Theater, serta pengakuan pendapatan dari pengiriman pre-order kuartal kedua. Di saat yang sama, IP utama Labubu tetap mempertahankan popularitas globalnya dan menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja perusahaan.

Di pasar Tiongkok, pendapatan Pop Mart tumbuh 185% hingga 190% secara tahunan. Saluran offline mencatatkan pertumbuhan 130% hingga 135%, sementara kanal online melonjak lebih tajam di kisaran 300% hingga 305%. Kinerja pasar luar negeri bahkan semakin mencolok, dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 365% hingga 370%. Rinciannya, kawasan Asia-Pasifik tumbuh 170% hingga 175%, Amerika melonjak luar biasa sebesar 1.265% hingga 1.270%, sementara Eropa dan wilayah lainnya meningkat 735% hingga 740%.

Namun demikian, performa finansial yang gemilang tersebut belum mampu menahan tekanan jual terhadap harga saham. Sebelum dan sesudah pengumuman kinerja keuangan, saham Pop Mart terus berada dalam tekanan. Pada 21 Oktober, saham sempat anjlok 8,08% dalam satu hari, disusul penurunan kembali sebesar 9% pada 23 Oktober, yang menjadi koreksi harian terbesar sejak April. Saat itu, analis Morningstar Jeff Zhang menyebutkan bahwa investor mulai mengkhawatirkan kemungkinan puncak pertumbuhan pendapatan terjadi tahun ini, dengan potensi perlambatan mulai terlihat pada tahun depan.

Memasuki akhir November, analis senior sektor konsumsi Asia dari Bernstein yang berbasis di Hong Kong, Hu Meilin, mengingatkan bahwa euforia pasar terhadap seri Labubu mulai menunjukkan kemiripan dengan siklus “booming–bust” boneka Beanie Babies pada era 1990-an. Ia menilai bahwa popularitas karakter monster bergigi tajam tersebut kemungkinan mendekati titik puncak, sementara pasar masih meragukan sumber mesin pertumbuhan berikutnya bagi Pop Mart, yang pada akhirnya membatasi potensi kenaikan harga saham.

Tekanan juga semakin diperkuat oleh meningkatnya sentimen bearish di pasar. Data menunjukkan bahwa aktivitas jual kosong terhadap saham Pop Mart melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir. Sejak 2 Desember, jumlah saham yang dijual secara short naik dari 1,11 juta saham menjadi 1,62 juta saham, sementara nilai transaksinya turut melonjak dari HKD 241 juta menjadi HKD 623 juta, memperlihatkan meningkatnya sikap skeptis para pelaku pasar terhadap pergerakan saham ke depan.

接著讀

Microsoft Umumkan PHK Massal Lagi: 9.000 Posisi Dihapus dalam Restrukturisasi Era AI

Ringkasan: Setelah melakukan PHK terhadap 7.000 karyawan pada bulan Mei, Microsoft kembali mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 9.000 pegawai—sekitar 4% dari total tenaga kerja. Dengan penerapan AI yang semakin luas untuk pengkodean dan manajemen organisasi, perusahaan mempercepat restrukturisasi internal. Ini menjadi salah satu restrukturisasi terbesar Microsoft dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan pergeseran peran akibat gelombang AI di industri teknologi.

432 天前

AS Mengeluarkan Ultimatum “Dana Kerja Sama Manufaktur” US$400 Miliar, Korea Selatan Terjepit

Dengan AS mengancam memberlakukan tarif 25% pada mobil buatan Korea mulai 1 Agustus, negosiasi dagang Seoul–Washington memasuki titik kritis. Selain menuntut pembukaan pasar pertanian dan peternakan Korea, AS juga mengusulkan pembentukan “Dana Kerja Sama Manufaktur” senilai sekitar US$400 miliar—jauh melampaui kapasitas Korea Selatan. Strategi tekanan tinggi ini membuat pemerintah di Seoul terjepit antara reaksi domestik dan tenggat waktu Amerika.

420 天前

Tiga kabar penting dari Guangdong!

Alasan sebenarnya Xu Jie tidak masuk tim nasional akhirnya terungkap, Du Feng kemungkinan besar menolak kembali melatih Timnas Tiongkok, dan Guangdong Southern Tigers resmi berangkat menuju turnamen klub.

282 天前