2026年9月10日

Benarkah Jadi “Tim Kedua Evergrande”? Tak Pilih-Pilih Lagi: Juara CSL Empat Kali Dikabarkan Incar Bek Eks Guangzhou FC

Bursa transfer musim dingin memang belum resmi dibuka, tetapi dinamika di Liga Super China (CSL) sud...

Bursa transfer musim dingin memang belum resmi dibuka, tetapi dinamika di Liga Super China (CSL) sudah terasa panas. Rumor perekrutan beredar di mana-mana, dan Shanghai Port—sang juara CSL empat kali—kembali menjadi pusat perhatian. Nama Yang Xi dari Qingdao West Coast sempat dikaitkan dengan mereka, begitu juga bek Chengdu Rongcheng, Li Yang.

Kalau Yang Xi bisa dianggap sebagai “talenta baru” yang masuk akal untuk memperkuat skuad menuju musim 2025, maka munculnya nama Li Yang justru memantik tanda tanya: siapa sebenarnya Li Yang, dan kenapa klub sekelas Shanghai Port begitu serius memburunya?

Baru-baru ini, jurnalis Sun Dexin menulis di media sosial bahwa Li Yang semakin dekat bergabung dengan Shanghai Port. Ia menyebut kedua pihak sudah melakukan pembicaraan mendalam, dan peluang transfernya cukup besar. Latar belakangnya jelas: dengan bek Li Ang dikabarkan akan hengkang, Shanghai Port membutuhkan tambahan tenaga di lini belakang untuk mengisi kekosongan.

Jika rencananya adalah menjadikan Li Yang sebagai opsi pelapis menggantikan Li Ang, maka dari sisi pengalaman ia dinilai bisa “terpakai”. Dalam beberapa musim terakhir, Li Yang cukup sering tampil di CSL maupun kompetisi level Asia, sehingga terbiasa berada dalam atmosfer pertandingan bertekanan tinggi.

Namun, jika rumor ini benar-benar menjadi kenyataan, wajar bila publik bingung. Apakah Shanghai Port kini mulai “tak pilih-pilih” di bursa transfer? Atau memang stok bek yang kualitasnya mumpuni sekaligus realistis untuk direkrut sedang semakin langka?

Lalu, seberapa tinggi level Li Yang? Perjalanan kariernya terbilang berliku. Ia pernah merantau ke Portugal, kemudian kembali ke China dan memperkuat Shanghai Shenhua. Pada 2022, ia bergabung dengan Guangzhou yang tengah merosot dan langsung menjadi starter selama satu musim. Setelah itu, ia sempat membela Wuhan Three Towns, sebelum akhirnya merapat ke Chengdu Rongcheng.

Di Guangzhou, Li Yang cepat mendapat tempat di starting XI, tetapi bukan semata karena ia jauh lebih unggul dari pilihan lain. Saat itu, Guangzhou banyak dihuni pemain muda akademi yang minim pengalaman profesional. Meski begitu, periode “cukup solid” tersebut tetap menjadi pijakan penting yang membuat kariernya terus bergerak naik.

Menariknya, kapten Guangzhou kala itu adalah Wei Shihao. Setelah Guangzhou terdegradasi, jalur karier Li Yang seperti mengikuti Wei: keduanya menuju Wuhan Three Towns, lalu bersama-sama bergabung dengan Chengdu Rongcheng. Kebersamaan panjang itu juga membuat Li Yang dikenal sebagai salah satu sahabat dekat Wei Shihao.

Di Chengdu, performa Li Yang terbilang naik-turun dan memunculkan pro-kontra. Sorotan terberat datang saat ia tampil di AFC Champions League Elite musim ini—penampilannya bahkan disebut “bencana” dalam satu laga tertentu. Ketika Chengdu menghadapi Vissel Kobe, dua kesalahan krusial Li Yang berujung pada dua gol lawan.

Kesalahan pertama terjadi ketika ia kurang rapat menjaga pemain di kotak penalti hingga lawan leluasa mencetak gol. Lalu di menit-menit akhir, ia menjatuhkan lawan dan menghadiahkan penalti. Hasilnya, kemenangan yang sudah di depan mata berubah menjadi imbang, dan Chengdu kehilangan momentum penting dalam persaingan lolos.

Secara karakter, Li Yang dikenal pekerja keras dan punya sikap yang terkesan “pemimpin”, tetapi kemampuan teknisnya dinilai masih kasar. Temperamennya juga meledak-ledak dan terkadang terlalu tergesa. Saat tim sedang stabil, ia bisa terlihat nyaman dan efektif; tetapi ketika pertandingan kacau, kelemahannya sering makin terekspos.

Jika melihat standar rekrutmen bek tengah Shanghai Port selama ini, profil seperti Li Yang dulu biasanya tidak masuk radar. Shanghai Port cenderung mengincar dua tipe: bek kelas atas level timnas seperti Jiang Guangtai atau Zhang Linpeng, atau setidaknya pemain level “fringe international” seperti Li Ang—yang pernah menjadi pilar Jiangsu saat menjuarai liga.

Sementara itu, capaian tertinggi Li Yang di level nasional baru sebatas tim Olimpiade/U23, dan belum pernah menembus tim nasional senior. Perbedaan inilah yang membuat rumor ini ramai diperdebatkan: apakah Shanghai Port benar-benar kehabisan opsi kali ini?

Dan tentu saja, ada bumbu cerita yang sulit dihindari fans. Jika Li Yang benar bergabung, guyonan lama soal Shanghai Port sebagai “tim kedua Evergrande” kembali menguat. Pasalnya, cukup banyak figur eks Guangzhou Evergrande yang pernah atau masih terkait dengan Shanghai Port, mulai dari pemain seperti Conca, Elkeson, Sun Xiang, Jiang Guangtai, Zhang Linpeng, Xu Xin, hingga Elifding—bahkan termasuk mantan dokter tim Evergrande.

Apakah ini akan menjadi transfer nyata atau sekadar sensasi bursa musim dingin, satu hal pasti: langkah Shanghai Port berikutnya di lini belakang akan dipantau ketat—dan dinilai lebih keras dari biasanya.

接著讀