2026年9月10日

Elena Kong Ungkap Berjuang dengan Gangguan Panik Selama 20 Tahun, Cerita tentang Situasi Tertentu yang Membuatnya Sangat Tidak nyaman dan sulit ditahan

(Hong Kong, 9) Aktris peraih gelar “TVB Best Actress” Elena Kong belum memiliki drama baru sejak Rom...

(Hong Kong, 9) Aktris peraih gelar “TVB Best Actress” Elena Kong belum memiliki drama baru sejak Romeo and His Butterfly Lover (2022). Hampir 10 tahun setelah bercerai dari Ng Kwan Cheung (adik Sandra Ng), ia pernah menyebut kehidupan asmaranya “kering,” dan hingga kini belum ada kabar hubungan baru. Dalam wawancara terbaru, di balik citra kuat dan tegasnya, Kong mengungkap ia telah lama berjuang dengan depresi berat yang kemudian berkembang menjadi gangguan panik—selama sekitar 20 tahun.

Menurut laporan, hubungan Kong umumnya bertahan lebih dari 10 tahun. Sebelum berpacaran dengan Ng, ia pernah menjalin hubungan panjang dengan mantan aktor ATV Cheung Wai, yang berakhir dengan perpisahan menyakitkan dan meninggalkan luka emosional. Kong mengatakan tidak ada yang benar-benar mengajarkan cara dua orang harus saling memahami; semuanya dipelajari sambil menghadapi tekanan dan hambatan kehidupan nyata. Ia juga merasa dulu tidak diajarkan bagaimana mencintai serta melindungi diri sendiri—saat sadar ada masalah, dirinya sudah terlanjur terluka.

Kong menekankan gangguan emosi tidak boleh diremehkan. Dampaknya nyata seperti sakit fisik, hanya saja tidak selalu terlihat dari luar. Setelah mengalami gangguan panik, ia menjadi sangat sensitif terhadap suara. Pada kondisi terburuk, ia bahkan tidak sanggup duduk di tengah restoran yang ramai. Ia menggambarkan berada di lingkungan bising sebagai rasa yang “lebih menyiksa daripada kematian,” seolah suara terus menusuk kepala. Ia hanya bisa memilih tempat tenang, sudut ruangan, atau ruang privat; jika tidak, kebisingan bisa memicu sesak napas, jantung berdebar, pusing, dan setelahnya tubuh terasa sangat lelah.

Ia mengenang pemicu awalnya terkait pengalaman pasca tsunami Samudra Hindia 2004. Beberapa bulan setelah kejadian, ia ikut tim produksi ke Khao Lak, Thailand, untuk syuting program dan melihat langsung kondisi pascabencana yang porak-poranda. Dampak psikologisnya masih terasa hingga kini—kadang ia bermimpi tentang adegan tsunami dan terbangun ketakutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kong memeluk ajaran Buddha dan merasa pikirannya lebih tenang, sehingga emosinya perlahan lebih terkontrol. Ia juga berteman dengan Isabella Leong karena kesamaan keyakinan: Leong menghubunginya lewat Instagram setelah melihat Kong bermeditasi di acara One on One. Kong sempat curiga penipuan dan meminta konfirmasi teman, namun akhirnya mereka benar-benar menjadi sahabat.

Kong juga pernah menjalani pola makan vegetarian ketat, tetapi perubahan tubuh saat menopause—ditambah lama tidak mengonsumsi sumber protein tertentu—membuat massa otot dan protein berkurang, pipi terlihat cekung, dan berat badan turun drastis hingga memicu kekhawatiran publik. Demi kesehatan, ia akhirnya kembali makan daging. Kini ia mengatakan belajar lebih menyayangi diri sendiri dan berharap bisa menutup setiap hari dengan hati yang bahagia.ch day feeling happy.

接著讀

Dari “Enam Kali Juara” ke “Ikon Global”: Mengapa “Evergreen Serba Bisa” LeBron James Telah Melampaui Jordan

Perdebatan tentang NBA Greatest of All Time (GOAT) antara Michael Jordan dan LeBron James sudah lama berlangsung. Baru-baru ini, daftar “100 Pemain Terbaik” kembali memanas setelah menempatkan Jordan hanya satu suara di atas James. Meski puncak dominasi Jordan sulit ditiru, perolehan statistik dan penghargaan LeBron yang tak henti-hentinya telah membentuk warisan yang lebih matang—dan bertahan lebih lama.

420 天前