2026年9月10日

Microsoft dan Google Gelontorkan Dana Besar untuk Influencer Promosikan AI, Tarif per Konten Bisa Tembus US$100.000

IT Home melaporkan pada 8 Februari bahwa, berdasarkan laporan CNBC pada 6 Februari waktu setempat AS...

IT Home melaporkan pada 8 Februari bahwa, berdasarkan laporan CNBC pada 6 Februari waktu setempat AS, raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google kini semakin gencar menggandeng influencer media sosial untuk mempromosikan layanan kecerdasan buatan (AI). Strateginya pun mirip dengan cara brand konsumen membangun citra “kekinian” dan relevansi budaya di mata publik.

Bukan hanya mereka. Perusahaan AI seperti OpenAI, Anthropic, dan Meta juga ikut meramaikan persaingan ini, dengan merekrut kreator konten untuk menerbitkan unggahan bersponsor di Facebook, Instagram, YouTube, bahkan LinkedIn. Sejumlah pelaku industri menyebut, biaya promosi dapat melesat hingga ratusan ribu dolar untuk kerja sama tertentu.

Lonjakan ini didorong oleh kenaikan belanja iklan yang sangat agresif dalam setahun terakhir. Data Sensor Tower menunjukkan, pada 2025 belanja iklan digital platform AI generatif di Amerika Serikat menembus US$1 miliar, melonjak 126% dibanding tahun sebelumnya. Di tengah demam AI, influencer marketing pun cepat berubah menjadi arena penting untuk memperebutkan pengguna.

“Perang iklan” tersebut bahkan merambah panggung olahraga paling berpengaruh di Amerika. Saat gelaran Super Bowl, Anthropic menayangkan iklan 60 detik sebelum pertandingan dan iklan 30 detik di tengah pertandingan, yang dinilai sebagai sindiran langsung terhadap langkah terbaru OpenAI untuk menghadirkan iklan di dalam ChatGPT.

Dalam ekosistem ekonomi kreator, perusahaan teknologi kini rela membayar mahal demi menampilkan AI mereka dalam konteks penggunaan nyata. Contohnya, kreator menjelaskan cara memakai Claude Code lewat LinkedIn, atau memperagakan berbagai fitur asisten Comet dari Perplexity melalui Instagram.

Sumber yang mengetahui situasi ini menyebutkan bahwa Microsoft dan Google telah menandatangani kerja sama jangka panjang dengan sejumlah kreator, dengan nilai kontrak per kesepakatan berada di kisaran US$400.000 hingga US$600.000.

AJ Eckstein, pendiri sekaligus CEO Creator Match, mengatakan bahwa investasi brand AI di ranah kreator sedang meningkat dengan cepat. Menurutnya, perusahaan AI ingin memasarkan produk secara lebih autentik dan interaktif, sehingga dapat membangun kedekatan yang lebih kuat dengan pengguna. Saat ini, Creator Match bekerja sama dengan berbagai perusahaan AI, termasuk Anthropic, HeyGen, dan Notion.

Eckstein juga menekankan bahwa anggaran yang bersedia digelontorkan perusahaan AI umumnya jauh lebih besar dibanding banyak industri lainnya. Ia menyoroti besarnya pendanaan dan valuasi di sektor ini, serta fakta bahwa Microsoft, Alphabet, dan Meta telah memiliki kapitalisasi pasar di level triliunan dolar.

Dengan dukungan dana yang melimpah, tarif kreator pun ikut meroket. Menurut Eckstein, harga untuk satu konten bersponsor dapat mencapai US$100.000, dan beberapa perusahaan besar bahkan nyaris tidak melakukan negosiasi harga.

Data Sensor Tower turut menunjukkan bahwa pada bulan lalu, belanja iklan digital Google dan Microsoft untuk promosi produk AI melonjak sekitar 495% secara tahunan. Sementara itu, total belanja iklan OpenAI pada 2025 juga meningkat menjadi lebih dari 10 kali lipat dibanding sebelumnya.

Selain promosi berbayar, perusahaan AI juga memperkuat hubungan dengan kreator melalui berbagai cara, seperti mengundang mereka ke acara khusus, memberikan akses awal untuk uji coba fitur baru, serta menanggung biaya perjalanan.

Meski begitu, tidak semua kreator tertarik menerima kerja sama komersial terkait AI. Sebagian menolak karena pertimbangan etika, lingkungan, atau prinsip kreatif, sementara yang lain khawatir konten bersponsor bertema AI dapat memicu reaksi negatif dari audiens dan menimbulkan risiko reputasi.

接著讀