2026年9月10日

Pan Zhanle Kembali Tegur Jurnalis: “Pertanyaan Apa Itu! Siapa Bilang Perenang Gaya Bebas Tak Boleh Ikut Gaya Kupu-Kupu?”

Pada Kejuaraan Renang Nasional Tiongkok 2025, sang juara Olimpiade Pan Zhanle tampil gemilang di sem...

Pada Kejuaraan Renang Nasional Tiongkok 2025, sang juara Olimpiade Pan Zhanle tampil gemilang di semifinal 50 meter gaya kupu-kupu putra. Ia mencatat waktu 23,89 detik, finis di posisi kelima, lolos mulus ke final, sekaligus memecahkan rekor terbaik pribadinya. Sebagai bintang besar gaya bebas, keputusannya untuk turun di nomor kupu-kupu langsung mencuri perhatian. Namun, ketika dihujani pertanyaan klise dan berulang dari para jurnalis, Pan yang terkenal ceplas-ceplos kembali menunjukkan sikap tegasnya, menanggapi dengan ketus: “Pertanyaan macam apa itu?”

Nama Pan Zhanle melejit setelah meraih emas 100 meter gaya bebas di Olimpiade Paris, melengkapi prestasi langka sebagai peraih gelar Olimpiade, Juara Dunia, dan pemegang rekor dunia. Namun, memasuki siklus Olimpiade baru, cedera dan padatnya agenda kegiatan di luar kolam membuat performanya menurun drastis. Pada Kejuaraan Dunia tahun ini, ia bahkan gagal menembus final — titik terendah dalam kariernya yang gemilang.

Banyak pihak memahami situasi yang dihadapinya. Setelah meraih puncak prestasi, gangguan dari media, sponsor, penggemar, hingga undangan resmi dari berbagai pihak memang sulit dihindari. Dengan bakat luar biasa, Pan diyakini bisa kembali berjaya kapan saja, asalkan ia kembali ke latihan sistematis, pulih dari cedera, dan terbebas dari gangguan di luar arena.

Publik sempat berharap Kejuaraan Nasional ini menjadi panggung kebangkitannya dan menghapus kekecewaan di Kejuaraan Dunia. Namun, Pan justru memilih jalur tak biasa: turun di 50 meter dan 100 meter gaya kupu-kupu. Bagi penggemar renang sejati, langkah ini jelas bertujuan menjaga sentuhan di air, membangun kembali ritme, dan menghindari beban intensitas penuh. Ia tampaknya menyiapkan puncak performa untuk ajang PON pada November mendatang.

Sayangnya, sesi wawancara seusai lomba tidak berjalan mulus. Awalnya, pertanyaan masih dalam batas wajar, seperti alasan penggunaan kinesio tape di bahu — yang dijawab Pan tidak ada masalah — dan pendapatnya soal suasana di Chengdu yang ia puji penuh semangat. Namun, suasana berubah ketika hampir semua jurnalis menanyakan hal yang sama: “Mengapa turun di gaya kupu-kupu?” Setelah beberapa kali menjawab dengan nada santai, “Kenapa perenang spesialis gaya bebas tidak bisa ikut kupu-kupu? Ini juga latihan,” ia mulai kesal. Suasana bising di area wawancara membuat banyak wartawan tak mendengar jawaban sebelumnya, sehingga pertanyaan yang sama terus diulang. Hingga akhirnya, Pan tak mampu menahan kekesalannya dan berkata tegas, “Pertanyaan macam apa itu!” lalu beranjak pergi.

Sejak Olimpiade tahun lalu, Pan telah mendapat julukan “Pembasmi Jurnalis” di dunia maya karena sikapnya yang lugas terhadap pertanyaan berkualitas rendah. Faktanya, banyak jurnalis yang meliput renang di dalam negeri bukanlah reporter spesialis. Sebagian bahkan tidak mengenal atlet top atau memahami aturan dasar olahraga ini. Bagi atlet profesional dengan standar tinggi seperti Pan Zhanle, kurangnya pengetahuan semacam ini sulit untuk diabaikan.

接著讀

Trump Ungkap Serangan Rudal Iran: “Mereka Tanya, Jam 1 Dini Hari Boleh Tidak? Saya Bilang, Silakan”

Dalam KTT NATO di Den Haag pada 25 Juni, mantan Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran memberi pemberitahuan kepada pihak AS sebelum meluncurkan rudal ke pangkalan militer di Qatar, bahkan sempat “berunding soal waktu.” Ia menyebut tindakan Iran itu sebagai “sangat bersahabat” dan menekankan bahwa semua rudal berhasil dicegat tanpa korban jiwa. Pernyataan ini menarik perhatian luas dan menyoroti kompleksitas hubungan AS-Iran yang penuh kontradiksi.

440 天前