2026年9月10日

Afrika Selatan Kecam Rencana AS Terima Afrikaner Kulit Putih sebagai Pengungsi

Pemerintah Afrika Selatan mengecam Amerika Serikat atas laporan bahwa Washington akan menerima warga Afrikaner kulit putih dari Afrika Selatan sebagai pengungsi, kemungkinan dimulai minggu depan.

Dokumen yang dilihat oleh mitra BBC di AS, CBS, menggambarkan pemukiman ulang ini sebagai “prioritas” bagi pemerintahan Presiden Donald Trump. Namun, waktu pastinya belum dikonfirmasi secara resmi oleh Gedung Putih.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan menyebut rencana ini bermotif politik dan dimaksudkan untuk melemahkan demokrasi konstitusional Afrika Selatan.

Pada bulan Februari, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyebut Afrikaner sebagai korban “diskriminasi rasial,” yang membuka kemungkinan mereka untuk direlokasi ke AS.

Pemerintah Afrika Selatan menyatakan tidak akan menghalangi keberangkatan mereka yang terpilih untuk direlokasi, namun meminta jaminan dari AS bahwa mereka yang diterima telah menjalani proses verifikasi menyeluruh dan tidak memiliki catatan kriminal yang masih berlangsung.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa tuduhan diskriminasi terhadap minoritas kulit putih di negara itu tidak berdasar, dan statistik kejahatan tidak menunjukkan bahwa kelompok ras tertentu menjadi sasaran kekerasan di wilayah pertanian.

Beberapa kelompok yang mewakili hak-hak petani kulit putih mengklaim bahwa mereka sengaja dibunuh karena ras mereka.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada BBC bahwa mereka sedang mewawancarai individu yang tertarik untuk pindah ke AS dan memprioritaskan “Afrikaner di Afrika Selatan yang menjadi korban diskriminasi rasial yang tidak adil.”

Namun, belum dikonfirmasi kapan relokasi ini akan dimulai.

Pemerintahan Trump juga menuduh Afrika Selatan melakukan perampasan tanah milik petani kulit putih tanpa kompensasi, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Pretoria.

Elon Musk, penasihat senior dalam pemerintahan Trump yang dibesarkan di Afrika Selatan selama masa apartheid, juga mengkritik pemerintah Pretoria dan mengklaim bahwa terjadi “genosida” terhadap petani kulit putih.

Menurut dokumen CBS, pejabat AS berencana mengadakan konferensi pers pada hari Senin di Bandara Dulles, Virginia, untuk menyambut kelompok pertama yang terdiri dari 54 Afrikaner.

Langkah ini diambil di saat pemerintahan Trump hampir menghentikan seluruh permohonan suaka dari wilayah lain di dunia.

Pada bulan Februari, Afrika Selatan mengecam keputusan tersebut dengan mengatakan bahwa “ironis” bila AS menerima kelompok yang masih termasuk dalam kelompok paling kaya di Afrika Selatan, namun menolak permohonan suaka dari orang-orang yang lebih rentan dari belahan dunia lain.

接著讀