2026年9月10日

Li Ming (54) Tegas “Semprot” Skuad Beijing Guoan: “Kalau Ada yang Main Setengah Hati karena Gaji Telat, Saya Langsung Transfer—Lalu Silakan Pergi!”

Pada 27 Desember, Beijing Guoan secara resmi mengumumkan bahwa Li Ming yang berusia 54 tahun telah m...

Pada 27 Desember, Beijing Guoan secara resmi mengumumkan bahwa Li Ming yang berusia 54 tahun telah mengakhiri masa tugasnya sebagai manajer umum—menutup perjalanan sembilan tahun bersama klub. Tak lama berselang, jurnalis Zhao Yu membocorkan sebuah momen penting yang terjadi dua bulan sebelumnya: Li Ming sempat meledak di ruang ganti dan menyampaikan teguran keras kepada para pemain.

Kejadian itu berawal pada 26 Oktober, pekan ke-28 Liga Super Tiongkok—atau pertandingan kedua terakhir musim ini. Guoan secara mengejutkan kalah 2–4 di kandang dari Qingdao Hainiu, yang menjadi kekalahan kelima dalam enam laga liga. Pada periode tersebut, moral tim benar-benar berada di titik terendah, dan banyak pihak di luar klub pesimistis terhadap peluang Guoan di final Piala FA.

Li Ming menilai performa dan mentalitas tim di lapangan tidak sesuai harapan. Setelah kekalahan itu, ia datang ke pusat latihan dan mengumpulkan pemain di ruang rapat untuk memberikan pengarahan. Ucapannya tajam dan tanpa basa-basi.

“Kalian kalah dengan cara seperti ini, itu membuat setiap orang jadi loser (pecundang),” tegasnya. “Kalau nanti di final Piala FA kalian gagal jadi juara, kalian adalah loser yang lebih besar lagi!”

Saat itu, beredar kabar bahwa ada keterlambatan pembayaran gaji pemain. Li Ming menduga hal tersebut bisa menjadi alasan mengapa sebagian pemain tidak tampil maksimal—dan ia jelas tidak mau menjadikannya pembenaran.

“Kalau ada yang main buruk karena sementara belum menerima gaji, berdiri sekarang dan bilang ke saya,” ujarnya. “Saya akan minta klub langsung transfer uangnya. Tapi setelah itu, bawa uangnya dan pergi!”

Menurut cerita yang beredar, setelah Li Ming meluapkan amarahnya, ruangan langsung hening—tak ada satu pun pemain yang menyahut. Namun setelah momen tersebut, respons tim terlihat nyata: Guoan menutup musim liga dengan dua kemenangan beruntun.

Kemudian pada 6 Desember, Guoan yang sempat tidak terlalu diunggulkan justru tampil dominan di final Piala FA dan membungkam Henan 3–0 untuk merebut gelar juara. Trofi itu pun menjadi titel terakhir yang ditorehkan Guoan pada era kepemimpinan Li Ming.

Aksi “meledak” Li Ming di ruang ganti ini memicu reaksi beragam dari suporter. Ada yang menilai pesan itu sebagai tuntutan profesionalisme yang wajar, namun ada pula yang mempertanyakan kerasnya pernyataan tersebut—terutama jika persoalan gaji memang benar terjadi.

接著讀

Elon Musk Menyesal atas Unggahan Pedas Tentang Trump: “Saya Terlalu Berlebihan”

Setelah terlibat dalam perdebatan sengit dengan mantan Presiden Donald Trump, Elon Musk secara terbuka menyatakan pada 11 Juni bahwa ia menyesali serangkaian unggahan yang ia buat minggu lalu tentang Trump, dan mengakui bahwa kata-katanya “terlalu berlebihan.” Insiden ini menarik perhatian luas dan bahkan ayah Musk turut angkat bicara, menyarankan putranya untuk beristirahat.

456 天前

Liu Jingyang

Pada final 100 meter gawang putri di Pekan Olahraga Nasional, favorit kuat Wu Yanni mencatat waktu t...

282 天前