2026年9月10日

Liu Jingyang

Pada final 100 meter gawang putri di Pekan Olahraga Nasional, favorit kuat Wu Yanni mencatat waktu t...

Pada final 100 meter gawang putri di Pekan Olahraga Nasional, favorit kuat Wu Yanni mencatat waktu terbaik musim ini, namun tetap gagal meraih emas. Gelar juara justru jatuh ke tangan Liu Jingyang, atlet 28 tahun yang tampil luar biasa dan mengejutkan semua orang. Yang lebih mengharukan—setelah naik podium dengan sepatu lamanya yang sudah sangat aus, ia langsung menyumbangkan seluruh hadiah 700.000 RMB.

Sepanjang kariernya, Liu Jingyang belum pernah melewati batas 13 detik dalam lomba resmi. Namun di panggung terbesar PON, ia meledak dengan performa luar biasa, mencatatkan waktu 12,81 detik, membuat banyak orang terpana. Pelatih Wu Yanni pun mengakui, “Liu tampil jauh di atas level biasanya.”

Saat menerima medali, sepatu lusuhnya terlihat sangat mencolok—bagian bawahnya hampir rata tanpa pola. Sepasang sepatu itu dibeli tiga tahun lalu dengan uang hasil kerja sambilan, dan ia terus memakainya karena sudah terbiasa dengan rasa kenyamanannya.

Di tribun, ibunya yang berpakaian sederhana tak kuasa menahan tangis. “Anak saya terlalu banyak menderita,” ucapnya. Ia juga sempat mengatakan bahwa Liu tidak memiliki pelatih pribadi. Liu kemudian meluruskan bahwa ia memang punya pelatih, tetapi hanya mendapatkan bimbingan tambahan, bukan perhatian penuh.

Usai meraih emas, Liu menerima bonus 700.000 RMB dari Biro Olahraga Guangdong. Yang membuat publik tersentuh—ia menyumbangkan seluruhnya kepada alma maternya, Sekolah Olahraga Shaoguan. Dana tersebut bahkan telah digunakan untuk membeli peralatan latihan pertama.

Mengapa ia melakukan hal tersebut? Liu menjawab dengan jujur:

“Ibu pernah bilang, kami dulu menderita karena tidak punya pelatih. Kami tidak boleh membiarkan generasi berikutnya mengalami hal yang sama. Atlet lain punya pelatih profesional dan program latihan khusus, sedangkan saya dan ibu hanya belajar teknik dari rekaman video.”

Liu tahu bahwa 700.000 RMB tidak cukup untuk DP rumah di Guangzhou, tetapi di kampung halamannya, uang itu bisa membawa perubahan besar:

“Mungkin bisa mengubah hidup puluhan anak.”

Ibunya pun mendukung penuh keputusannya:
“Uang itu hasil jerih payahmu. Kalau kamu merasa tenang, ibu pun ikut bahagia.”

接著讀