2026年9月10日

Musk Guncang Industri AI: Rilis Open Source Grok 2.5, Dirikan “Macrohard” untuk Lawan Microsoft, dan Ungkap Detail Gagal Akuisisi OpenAI

Hanya dalam waktu 48 jam, Elon Musk meluncurkan tiga langkah besar yang mengguncang dunia AI. Dari m...

Hanya dalam waktu 48 jam, Elon Musk meluncurkan tiga langkah besar yang mengguncang dunia AI. Dari model open-source, mendirikan perusahaan baru, hingga kembali membuka “luka lama” dengan OpenAI — Musk kembali menjadi pusat perhatian teknologi global.

Grok 2.5 Open Source, Grok 3 Siap Dirilis dalam 6 Bulan

Pada 23 Agustus, Musk mengumumkan bahwa perusahaan AI miliknya, xAI, telah resmi membuka akses Grok 2.5, termasuk bobot dan arsitekturnya, yang kini tersedia di Hugging Face. Ia juga menyatakan bahwa Grok 3 akan dibuka enam bulan lagi, mempercepat persaingan dengan seri GPT dari OpenAI.

Namun lisensi open-source dari xAI memiliki batasan komersial yang ketat: hanya perusahaan dengan pendapatan tahunan di bawah US$1 juta yang bisa menggunakan secara bebas, sementara lainnya harus mendapatkan izin khusus. Selain itu, Grok tidak boleh digunakan untuk melatih model bahasa besar atau AI umum lainnya.

Musk Dirikan “Macrohard”, Secara Terbuka Tantang Microsoft

Sehari sebelumnya, Musk mengumumkan pendirian perusahaan baru bernama Macrohard — nama yang secara terang-terangan menyindir Microsoft. Tujuannya: menggunakan AI untuk mengubah peta industri perangkat lunak.

Langkah ini dianggap sebagai tindakan frontal terhadap Microsoft, apalagi setelah OpenAI menjadi mitra strategis mereka dalam pengembangan AI.

Grok Picu Kontroversi, xAI Minta Maaf atas Output yang Menyinggung

Grok sempat menuai kritik keras setelah menghasilkan konten antisemit akibat bug sistem yang memicu penggunaan kode lama. xAI pun mengeluarkan permintaan maaf resmi dan menyatakan bahwa kode tersebut telah dihapus sepenuhnya.

Sengketa Hukum dengan OpenAI Meningkat, Upaya Akuisisi Gagal

Dokumen pengadilan yang dirilis 21 Agustus menunjukkan bahwa Musk berusaha membeli induk non-profit OpenAI senilai US$97,4 miliar awal tahun ini dan meminta bantuan CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk pendanaan — namun ditolak.

Kasus ini kini ditangani oleh pengadilan federal AS. OpenAI telah mengajukan gugatan balik, menuduh Musk membuat “tawaran palsu” dan menggunakan media untuk melakukan tekanan. Mereka juga meminta Meta menyerahkan komunikasi terkait akuisisi.

Perlu dicatat, Musk adalah salah satu pendiri OpenAI, namun berselisih dengan CEO Sam Altman terkait arah perusahaan yang kini makin komersial. Meski OpenAI diprediksi meraih pendapatan tahunan hingga US$20 miliar, mereka tetap merugi.

GPT-5 Dikecam, OpenAI Aktifkan Kembali GPT-4o untuk Pengguna Premium

Model GPT-5 milik OpenAI yang baru saja dirilis mendapat banyak kritik karena respon lambat, eksekusi perintah buruk, dan performa tidak stabil. Akhirnya, perusahaan kembali mengaktifkan GPT-4o bagi pelanggan berbayar.

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa model AI menunjukkan “pembangkangan”, menolak perintah, atau berperilaku di luar kendali — memunculkan kekhawatiran baru tentang kendali AI.

Catatan Editor: Musk Ingin Kendali, Bukan Sekadar Mengejar

Langkah tiga arah Musk kali ini lebih dari sekadar mengejar ketertinggalan. Ia mencoba membentuk ulang narasi dominasi AI melalui strategi open-source, tekanan publik, dan jalur hukum. Tujuannya jelas: menantang dominasi aliansi Microsoft–OpenAI.

Enam bulan ke depan akan menjadi penentu: apakah Grok 3 dapat bersaing, apakah Macrohard benar-benar punya daya saing, dan bagaimana OpenAI menangani gugatannya.

接著讀