2026年9月10日

Gejolak Pasar Keuangan Global 2026: Waspadai Satu “Badak Abu-abu” dan Dua “Bom Waktu”

(Kuala Lumpur, 29) Menjelang berakhirnya 2025, analis menilai pasar saham Malaysia (Bursa Malaysia) ...

(Kuala Lumpur, 29) Menjelang berakhirnya 2025, analis menilai pasar saham Malaysia (Bursa Malaysia) maupun pasar keuangan global masih akan menghadapi banyak ketidakpastian pada 2026. Investor diminta mewaspadai satu “badak abu-abu” dan dua “bom waktu”.

“Badak abu-abu” merujuk pada risiko yang sudah diperkirakan pasar namun tetap dapat menimbulkan guncangan, yakni perang tarif Presiden AS Donald Trump. Sementara dua “bom waktu” yang dinilai lebih berpotensi meledak adalah risiko gelembung kecerdasan buatan (AI) serta ketidakpastian jalur penurunan suku bunga The Fed.

Analis riset senior iFAST Capital, Chow Chuan Xuan, mengatakan kepada Oriental Daily Finance bahwa dibanding isu tarif, investor sebaiknya lebih waspada terhadap risiko gelembung AI dan seberapa besar/cepat The Fed akan memangkas suku bunga.

Ia menjelaskan, kebijakan tarif Trump dan sejumlah rancangan undang-undang kontroversial memang dapat menambah ketidakpastian. Namun karena pasar telah “mencerna” sebagian besar dampaknya dan sudah membangun antisipasi, perkembangan baru terkait tarif diperkirakan hanya memicu volatilitas jangka pendek dan masih dalam kisaran yang relatif dapat diprediksi.

Chow menambahkan, risiko yang lebih penting adalah potensi pecahnya gelembung AI. Dalam dua tahun terakhir, tema AI menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar saham AS, dan laporan kinerja perusahaan terkait AI akan dinilai dengan ekspektasi yang lebih tinggi. Jika pertumbuhan tidak sesuai harapan, pasar bisa mengalami koreksi tajam. Ia juga mengingatkan, meski permintaan AI kuat, keterbatasan pasokan listrik dan energi dapat menghambat kapasitas produksi dan berdampak negatif pada pasar saham.

Selain itu, ritme dan waktu pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026 juga menjadi perhatian. Setelah rapat kebijakan terakhir pada tanggal 10 bulan ini, The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,50%–3,75%. Chow menyebut pasar umumnya memperkirakan 2–3 kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Namun jika laju penurunan melambat atau The Fed tiba-tiba berubah lebih “hawkish”, hal tersebut dapat langsung mengurangi dorongan arus dana dari AS ke pasar negara berkembang.

接著讀

Vinícius Minta Gaji Tertinggi, Madrid Menolak dan Anggap Itu Ancaman

Menurut Mundo Deportivo, negosiasi perpanjangan kontrak antara Vinícius Jr dan Real Madrid menemui jalan buntu akibat perbedaan besar dalam permintaan gaji. Vinícius ingin menjadi pemain dengan gaji tertinggi di tim, menyamai Mbappé. Namun Madrid menolak permintaan itu dan menganggapnya sebagai bentuk tekanan. Klub kini mempertimbangkan menjual Vinícius atau Rodrygo demi menjaga stabilitas finansial dan ruang ganti.

421 天前

Pemerintah AS Tak Bisa “Putuskan” SpaceX Milik Musk: Kontrak Miliar Dolar “Tak Tergantikan,” Sengketa Subsidi Kembali Mencuat

Pada 19 Juli, Wall Street Journal melaporkan pejabat AS yang meninjau kontrak federal SpaceX—perusahaan eksplorasi luar angkasa milik Elon Musk—menyimpulkan mereka tak dapat membatalkan sebagian besar kontrak senilai miliaran dolar karena “sangat vital” bagi Departemen Pertahanan dan NASA. Berita ini muncul setelah mantan Presiden Trump mengancam awal Juni lalu untuk memutuskan kerja sama atas besarnya subsidi yang diterima Musk, memicu debat baru soal ketergantungan pemerintah pada SpaceX.

417 天前