Pemerintah AS Tak Bisa “Putuskan” SpaceX Milik Musk: Kontrak Miliar Dolar “Tak Tergantikan,” Sengketa Subsidi Kembali Mencuat
Pada 19 Juli, Wall Street Journal melaporkan pejabat AS yang meninjau kontrak federal SpaceX—perusahaan eksplorasi luar angkasa milik Elon Musk—menyimpulkan mereka tak dapat membatalkan sebagian besar kontrak senilai miliaran dolar karena “sangat vital” bagi Departemen Pertahanan dan NASA. Berita ini muncul setelah mantan Presiden Trump mengancam awal Juni lalu untuk memutuskan kerja sama atas besarnya subsidi yang diterima Musk, memicu debat baru soal ketergantungan pemerintah pada SpaceX.
I. Peninjauan Dipicu Ancaman Trump
- Latar Politik
Awal Juni, Presiden Trump mengecam Musk karena menentang rencana pajak dan belanja “Besar Cantik”-nya, menuduh Musk menerima subsidi paling banyak. Trump kemudian memerintahkan audit terhadap kontrak multi-miliar dolar antara SpaceX dan lembaga federal, menuding adanya potensi pemborosan. - Ruang Lingkup Audit
Pemeriksaan berfokus pada dominasi SpaceX sebagai penyedia peluncuran roket dan operator internet satelit, meneliti profitabilitas serta kebutuhan kontrak-kontrak menggiurkan tersebut.
II. Mengapa “Putuskan” Mustahil
- Peluncuran Pertahanan dan Rahasia
SpaceX menjalankan peluncuran satelit rahasia dan misi peringatan rudal bagi Angkatan Udara AS dan Departemen Pertahanan, melaksanakan tugas krusial yang belum bisa sepenuhnya digantikan penyedia lain. - Mitra Utama NASA
Sejak 2012, SpaceX mengirim kargo dan awak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional di bawah program komersial NASA, menjadikannya partner tak tergantikan. - Biaya dan Integrasi Vertikal
Dengan penggunaan roket ulang dan kontrol penuh atas produksi, SpaceX memangkas biaya peluncuran secara drastis, menjaga daya saing AS di sektor luar angkasa komersial dan militer.
III. Perseteruan Subsidi Musk–Trump
- Tuduhan Trump
“Tanpa subsidi ini,” cuit Trump, “Musk mungkin sudah bangkrut dan kembali ke Afrika Selatan. Tanpa roket, satelit, atau EV—AS akan menghemat banyak uang.” - Sanggahan Musk
Musk membalas di platform media sosialnya, mengecam undang-undang “Besar Cantik” karena membengkakkan defisit federal dan menyebut pendukungnya “pembohong.” - Tentang Undang-Undang “Besar Cantik”
Disebut Republikan sebagai kelanjutan pemotongan pajak masa jabatan pertama Trump, rencana ini memangkas pajak $4 triliun dan belanja $1,5 triliun selama sepuluh tahun, mereduksi drastis program hijau dan sosial.
IV. Ketergantungan dan Jalan ke Depan
- Ketergantungan Strategis
Pentagon dan NASA saat ini belum memiliki penyedia lain yang menawarkan keandalan, frekuensi peluncuran, dan efisiensi biaya setara SpaceX untuk misi rahasia maupun komersial. - Batasan Audit
Pemerintah mungkin bisa menegosiasikan ulang ketentuan atau menunda pembelian, tetapi sepenuhnya memutus kontrak SpaceX berisiko menunda misi, menaikkan biaya, dan menimbulkan kekosongan kapabilitas penting. - Taruhan Jangka Panjang
Seiring AS memperdalam kemitraan dengan perusahaan luar angkasa komersial, ketegangan soal transparansi subsidi, kebijakan persaingan, dan proteksi keamanan nasional akan kian memuncak. Bagaimana Musk dan SpaceX menavigasi iklim politik ini akan menentukan keunggulan Amerika di perlombaan luar angkasa berikutnya.
Dari sindiran Trump soal “raja subsidi” hingga audit Gedung Putih, SpaceX tetap menjadi poros kebijakan ekonomi dan keamanan nasional AS. Menyeimbangkan pengawasan fiskal dengan kebutuhan strategis akan menentukan apakah Amerika mampu mempertahankan kepemimpinan di arena luar angkasa komersial dan pertahanan yang terus berkembang.
Meski Hanya Raup Laba 4%, Raksasa Chip Ponsel Qualcomm Nekat Taruhan Besar di Pasar AI PC — Mengapa?
“Keuntungan dari satu unit komputer sebenarnya tidak besar, hanya sekitar 4% saja,” ujar Don McGuire...
Kolaborasi Tesla dan Disney Picu Kontroversi: Model Mobil “Tron: Ares” di Layar Kendaraan Dituding Sebagai Iklan Terselubung
Menurut laporan Electrek pada 11 Oktober, Tesla baru-baru ini menjalin kolaborasi mengejutkan dengan...
Gattuso says that Italy are fully prepared to face a physically strong and determined Northern Ireland side.
(Reuters) Italia akan menghadapi Irlandia Utara dalam babak playoff Piala Dunia 2026. Pelatih kepala...
Hubungan Felix Wong dan Kwan Bo-wai Makin Dekat? Simon Yam Bongkar: “Sebentar lagi.”
(Hong Kong, 23) Aktor senior Hong Kong Felix Wong (64) jarang tampil di depan publik sejak istrinya ...
Petinju Inggris Anthony Joshua Selamat dari Kecelakaan di Nigeria; Dua Sahabat Dekat Tewas
Pada 29 Desember 2025, petinju kelas berat Inggris berusia 36 tahun, Anthony Joshua, mengalami kecel...
Pengusaha Tiongkok di Afrika Selatan Sedang “Mendulang Emas” Lewat E-Commerce
Apakah kelas menengah baru Afrika Selatan juga akan “dibagi-bagi” oleh para pengusaha Tionghoa? Para...
Affin Bank Umumkan Perubahan Personel Besar; Mantan Tokoh Senior Yudikatif Diangkat sebagai Direktur
(Kuala Lumpur, 6 Feb) Affin Bank (AFFIN, 5185, Main Market sektor layanan keuangan) mengumumkan peng...
Tang Wei (46) Dikabarkan Hamil Anak Kedua — Gestur Ni Ni Diduga Bocorkan Kabar Bahagia
(Beijing, 23) Pelakon terkenal Tang Wei, 46 tahun, sekali lagi menjadi perhatian apabila penampilann...
“Si ‘Beast’ dari Kung Fu Hustle, Leung Siu-Lung” Belum Dimakamkan Meski Sudah Dua Bulan Wafat; Murid Ungkap Pernikahan Hanya Tinggal Nama, 12 Kali Ajukan Cerai Gagal
(Hong Kong, 22 Maret) Aktor laga legendaris Leung Siu-lung, yang dikenal melalui perannya sebagai “B...
Ibu William Chan yang berusia 80 tahun tampil awet muda, jarang muncul — momen bersama anak jadi sorotan utama
(Hong Kong, 29 Maret) Aktor berusia 40 tahun William Chan yang kini aktif berkarier di Tiongkok, bar...
Putri berusia 21 tahun Eddie Cheung tampil di Art Basel sebagai pemandu magang — ternyata pelajar cemerlang dari University of the Arts London
(Hong Kong, 28 Maret) Ajang seni bergengsi Art Basel Hong Kong tengah berlangsung meriah, menarik ba...